Sunday, August 16, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda BERITA UTAMA

Enam Pasien Gagal Ginjal Anak di Sumut Meninggal

Sri Agustina Editor Sri Agustina
19/10/2022 17:47
in BERITA UTAMA, KESEHATAN
A A
Enam Pasien Gagal Ginjal Anak di Sumut Meninggal

Ilustrasi kematian anak akibat gagal ginjal akut. (Foto:Dok)

Share on FacebookShare on Twitter
Suma.id: Kasus penyakit gagal ginjal pada anak di Sumatra Utara semakin mengkhawatirkan. Lebih dari separuh jumlah pasien anak terjangkit ginjal akut meninggal.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, hingga kini penyakit gagal ginjal akut pada anak di provinsinya sudah mencapai 11 kasus.

“Dari jumlah kasus tersebut enam pasien di antaranya meninggal dunia,” kata Ilyas di Medan, Rabu, 19 Oktober 2022.

Dia memerinci, sebanyak 11 pasien di Sumut seluruhnya berada di  Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan menerima pasien terbanyak dengan tujuh kasus, sedangkan sisanya dirawat di rumah sakit lain.

Pemprov Sumut semakin mengkhawatirkan perkembangan ini. Hal itu karena selain kasus bertambah banyak, lebih dari separuh jumlah penderitanya meninggal.

Pemprov pun sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan khusus untuk menanganinya. Salah satunya, setiap kabupaten dan kota di Sumut diminta memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit ini.

Terutama edukasi mengenai gejala-gejalanya sehingga tidak terlambat penanganan. Seperti demam, tidak bisa buang air kecil atau sedikit dan sulit. Pemprov Sumut juga meminta seluruh Dinas Kesehatab yang ada berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk melakukan pencegahan dini.

Koordinasi diminta dijalin antara lain dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Dinas Kesehatan Sumut juga akan melakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah sakit tempat pasien dirawat dan ke wilayah tempat tinggal pasien. Hal ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota.

Pemprov Sumut juga mengimbau seluruh warganya agar sesegera mungkin membawa anak-anak ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika terindikasi mengalami gejala-gejala tersebut.

Lebih jauh Ilyas mengungkapkan, hingga kini sudah muncul total 155 kasus di 18 Provinsi, termasuk Sumut. Peningkatan kasus terjadi sejak Juli dan yang tertinggi adalah pada September 2022 dengan jumlah 78 kasus.

“Dari jumlah itu, paling banyak kasus dialami balita atau anak pada usia 1-5 tahun,” ujarnya.

Pasien didiagnosis mengalami gangguan ginjal akut yang belum diketahui etiologinya. Padahal pasien belum pernah mengalami kelainan ginjal atau penyakit ginjal kronik. Selain itu terdapat juga tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi pada pasien.

Suma.id: Kasus penyakit gagal ginjal pada anak di Sumatra Utara semakin mengkhawatirkan. Lebih dari separuh jumlah pasien anak terjangkit ginjal akut meninggal.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, hingga kini penyakit gagal ginjal akut pada anak di provinsinya sudah mencapai 11 kasus.

“Dari jumlah kasus tersebut enam pasien di antaranya meninggal dunia,” kata Ilyas di Medan, Rabu, 19 Oktober 2022.

Dia memerinci, sebanyak 11 pasien di Sumut seluruhnya berada di  Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan menerima pasien terbanyak dengan tujuh kasus, sedangkan sisanya dirawat di rumah sakit lain.

Pemprov Sumut semakin mengkhawatirkan perkembangan ini. Hal itu karena selain kasus bertambah banyak, lebih dari separuh jumlah penderitanya meninggal.

Pemprov pun sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan khusus untuk menanganinya. Salah satunya, setiap kabupaten dan kota di Sumut diminta memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit ini.

Terutama edukasi mengenai gejala-gejalanya sehingga tidak terlambat penanganan. Seperti demam, tidak bisa buang air kecil atau sedikit dan sulit. Pemprov Sumut juga meminta seluruh Dinas Kesehatab yang ada berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk melakukan pencegahan dini.

Koordinasi diminta dijalin antara lain dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Dinas Kesehatan Sumut juga akan melakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah sakit tempat pasien dirawat dan ke wilayah tempat tinggal pasien. Hal ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota.

Pemprov Sumut juga mengimbau seluruh warganya agar sesegera mungkin membawa anak-anak ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika terindikasi mengalami gejala-gejala tersebut.

Lebih jauh Ilyas mengungkapkan, hingga kini sudah muncul total 155 kasus di 18 Provinsi, termasuk Sumut. Peningkatan kasus terjadi sejak Juli dan yang tertinggi adalah pada September 2022 dengan jumlah 78 kasus.

“Dari jumlah itu, paling banyak kasus dialami balita atau anak pada usia 1-5 tahun,” ujarnya.

Pasien didiagnosis mengalami gangguan ginjal akut yang belum diketahui etiologinya. Padahal pasien belum pernah mengalami kelainan ginjal atau penyakit ginjal kronik. Selain itu terdapat juga tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi pada pasien.

Suma.id: Kasus penyakit gagal ginjal pada anak di Sumatra Utara semakin mengkhawatirkan. Lebih dari separuh jumlah pasien anak terjangkit ginjal akut meninggal.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, hingga kini penyakit gagal ginjal akut pada anak di provinsinya sudah mencapai 11 kasus.

“Dari jumlah kasus tersebut enam pasien di antaranya meninggal dunia,” kata Ilyas di Medan, Rabu, 19 Oktober 2022.

Dia memerinci, sebanyak 11 pasien di Sumut seluruhnya berada di  Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan menerima pasien terbanyak dengan tujuh kasus, sedangkan sisanya dirawat di rumah sakit lain.

Pemprov Sumut semakin mengkhawatirkan perkembangan ini. Hal itu karena selain kasus bertambah banyak, lebih dari separuh jumlah penderitanya meninggal.

Pemprov pun sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan khusus untuk menanganinya. Salah satunya, setiap kabupaten dan kota di Sumut diminta memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit ini.

Terutama edukasi mengenai gejala-gejalanya sehingga tidak terlambat penanganan. Seperti demam, tidak bisa buang air kecil atau sedikit dan sulit. Pemprov Sumut juga meminta seluruh Dinas Kesehatab yang ada berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk melakukan pencegahan dini.

Koordinasi diminta dijalin antara lain dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Dinas Kesehatan Sumut juga akan melakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah sakit tempat pasien dirawat dan ke wilayah tempat tinggal pasien. Hal ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota.

Pemprov Sumut juga mengimbau seluruh warganya agar sesegera mungkin membawa anak-anak ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika terindikasi mengalami gejala-gejala tersebut.

Lebih jauh Ilyas mengungkapkan, hingga kini sudah muncul total 155 kasus di 18 Provinsi, termasuk Sumut. Peningkatan kasus terjadi sejak Juli dan yang tertinggi adalah pada September 2022 dengan jumlah 78 kasus.

“Dari jumlah itu, paling banyak kasus dialami balita atau anak pada usia 1-5 tahun,” ujarnya.

Pasien didiagnosis mengalami gangguan ginjal akut yang belum diketahui etiologinya. Padahal pasien belum pernah mengalami kelainan ginjal atau penyakit ginjal kronik. Selain itu terdapat juga tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi pada pasien.

Suma.id: Kasus penyakit gagal ginjal pada anak di Sumatra Utara semakin mengkhawatirkan. Lebih dari separuh jumlah pasien anak terjangkit ginjal akut meninggal.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, hingga kini penyakit gagal ginjal akut pada anak di provinsinya sudah mencapai 11 kasus.

“Dari jumlah kasus tersebut enam pasien di antaranya meninggal dunia,” kata Ilyas di Medan, Rabu, 19 Oktober 2022.

Dia memerinci, sebanyak 11 pasien di Sumut seluruhnya berada di  Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan menerima pasien terbanyak dengan tujuh kasus, sedangkan sisanya dirawat di rumah sakit lain.

Pemprov Sumut semakin mengkhawatirkan perkembangan ini. Hal itu karena selain kasus bertambah banyak, lebih dari separuh jumlah penderitanya meninggal.

Pemprov pun sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan khusus untuk menanganinya. Salah satunya, setiap kabupaten dan kota di Sumut diminta memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit ini.

Terutama edukasi mengenai gejala-gejalanya sehingga tidak terlambat penanganan. Seperti demam, tidak bisa buang air kecil atau sedikit dan sulit. Pemprov Sumut juga meminta seluruh Dinas Kesehatab yang ada berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk melakukan pencegahan dini.

Koordinasi diminta dijalin antara lain dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Dinas Kesehatan Sumut juga akan melakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah sakit tempat pasien dirawat dan ke wilayah tempat tinggal pasien. Hal ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota.

Pemprov Sumut juga mengimbau seluruh warganya agar sesegera mungkin membawa anak-anak ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika terindikasi mengalami gejala-gejala tersebut.

Lebih jauh Ilyas mengungkapkan, hingga kini sudah muncul total 155 kasus di 18 Provinsi, termasuk Sumut. Peningkatan kasus terjadi sejak Juli dan yang tertinggi adalah pada September 2022 dengan jumlah 78 kasus.

“Dari jumlah itu, paling banyak kasus dialami balita atau anak pada usia 1-5 tahun,” ujarnya.

Pasien didiagnosis mengalami gangguan ginjal akut yang belum diketahui etiologinya. Padahal pasien belum pernah mengalami kelainan ginjal atau penyakit ginjal kronik. Selain itu terdapat juga tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi pada pasien.

Suma.id: Kasus penyakit gagal ginjal pada anak di Sumatra Utara semakin mengkhawatirkan. Lebih dari separuh jumlah pasien anak terjangkit ginjal akut meninggal.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, hingga kini penyakit gagal ginjal akut pada anak di provinsinya sudah mencapai 11 kasus.

“Dari jumlah kasus tersebut enam pasien di antaranya meninggal dunia,” kata Ilyas di Medan, Rabu, 19 Oktober 2022.

Dia memerinci, sebanyak 11 pasien di Sumut seluruhnya berada di  Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan menerima pasien terbanyak dengan tujuh kasus, sedangkan sisanya dirawat di rumah sakit lain.

Pemprov Sumut semakin mengkhawatirkan perkembangan ini. Hal itu karena selain kasus bertambah banyak, lebih dari separuh jumlah penderitanya meninggal.

Pemprov pun sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan khusus untuk menanganinya. Salah satunya, setiap kabupaten dan kota di Sumut diminta memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit ini.

Terutama edukasi mengenai gejala-gejalanya sehingga tidak terlambat penanganan. Seperti demam, tidak bisa buang air kecil atau sedikit dan sulit. Pemprov Sumut juga meminta seluruh Dinas Kesehatab yang ada berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk melakukan pencegahan dini.

Koordinasi diminta dijalin antara lain dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Dinas Kesehatan Sumut juga akan melakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah sakit tempat pasien dirawat dan ke wilayah tempat tinggal pasien. Hal ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota.

Pemprov Sumut juga mengimbau seluruh warganya agar sesegera mungkin membawa anak-anak ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika terindikasi mengalami gejala-gejala tersebut.

Lebih jauh Ilyas mengungkapkan, hingga kini sudah muncul total 155 kasus di 18 Provinsi, termasuk Sumut. Peningkatan kasus terjadi sejak Juli dan yang tertinggi adalah pada September 2022 dengan jumlah 78 kasus.

“Dari jumlah itu, paling banyak kasus dialami balita atau anak pada usia 1-5 tahun,” ujarnya.

Pasien didiagnosis mengalami gangguan ginjal akut yang belum diketahui etiologinya. Padahal pasien belum pernah mengalami kelainan ginjal atau penyakit ginjal kronik. Selain itu terdapat juga tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi pada pasien.

Suma.id: Kasus penyakit gagal ginjal pada anak di Sumatra Utara semakin mengkhawatirkan. Lebih dari separuh jumlah pasien anak terjangkit ginjal akut meninggal.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, hingga kini penyakit gagal ginjal akut pada anak di provinsinya sudah mencapai 11 kasus.

“Dari jumlah kasus tersebut enam pasien di antaranya meninggal dunia,” kata Ilyas di Medan, Rabu, 19 Oktober 2022.

Dia memerinci, sebanyak 11 pasien di Sumut seluruhnya berada di  Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan menerima pasien terbanyak dengan tujuh kasus, sedangkan sisanya dirawat di rumah sakit lain.

Pemprov Sumut semakin mengkhawatirkan perkembangan ini. Hal itu karena selain kasus bertambah banyak, lebih dari separuh jumlah penderitanya meninggal.

Pemprov pun sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan khusus untuk menanganinya. Salah satunya, setiap kabupaten dan kota di Sumut diminta memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit ini.

Terutama edukasi mengenai gejala-gejalanya sehingga tidak terlambat penanganan. Seperti demam, tidak bisa buang air kecil atau sedikit dan sulit. Pemprov Sumut juga meminta seluruh Dinas Kesehatab yang ada berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk melakukan pencegahan dini.

Koordinasi diminta dijalin antara lain dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Dinas Kesehatan Sumut juga akan melakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah sakit tempat pasien dirawat dan ke wilayah tempat tinggal pasien. Hal ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota.

Pemprov Sumut juga mengimbau seluruh warganya agar sesegera mungkin membawa anak-anak ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika terindikasi mengalami gejala-gejala tersebut.

Lebih jauh Ilyas mengungkapkan, hingga kini sudah muncul total 155 kasus di 18 Provinsi, termasuk Sumut. Peningkatan kasus terjadi sejak Juli dan yang tertinggi adalah pada September 2022 dengan jumlah 78 kasus.

“Dari jumlah itu, paling banyak kasus dialami balita atau anak pada usia 1-5 tahun,” ujarnya.

Pasien didiagnosis mengalami gangguan ginjal akut yang belum diketahui etiologinya. Padahal pasien belum pernah mengalami kelainan ginjal atau penyakit ginjal kronik. Selain itu terdapat juga tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi pada pasien.

Suma.id: Kasus penyakit gagal ginjal pada anak di Sumatra Utara semakin mengkhawatirkan. Lebih dari separuh jumlah pasien anak terjangkit ginjal akut meninggal.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, hingga kini penyakit gagal ginjal akut pada anak di provinsinya sudah mencapai 11 kasus.

“Dari jumlah kasus tersebut enam pasien di antaranya meninggal dunia,” kata Ilyas di Medan, Rabu, 19 Oktober 2022.

Dia memerinci, sebanyak 11 pasien di Sumut seluruhnya berada di  Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan menerima pasien terbanyak dengan tujuh kasus, sedangkan sisanya dirawat di rumah sakit lain.

Pemprov Sumut semakin mengkhawatirkan perkembangan ini. Hal itu karena selain kasus bertambah banyak, lebih dari separuh jumlah penderitanya meninggal.

Pemprov pun sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan khusus untuk menanganinya. Salah satunya, setiap kabupaten dan kota di Sumut diminta memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit ini.

Terutama edukasi mengenai gejala-gejalanya sehingga tidak terlambat penanganan. Seperti demam, tidak bisa buang air kecil atau sedikit dan sulit. Pemprov Sumut juga meminta seluruh Dinas Kesehatab yang ada berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk melakukan pencegahan dini.

Koordinasi diminta dijalin antara lain dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Dinas Kesehatan Sumut juga akan melakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah sakit tempat pasien dirawat dan ke wilayah tempat tinggal pasien. Hal ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota.

Pemprov Sumut juga mengimbau seluruh warganya agar sesegera mungkin membawa anak-anak ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika terindikasi mengalami gejala-gejala tersebut.

Lebih jauh Ilyas mengungkapkan, hingga kini sudah muncul total 155 kasus di 18 Provinsi, termasuk Sumut. Peningkatan kasus terjadi sejak Juli dan yang tertinggi adalah pada September 2022 dengan jumlah 78 kasus.

“Dari jumlah itu, paling banyak kasus dialami balita atau anak pada usia 1-5 tahun,” ujarnya.

Pasien didiagnosis mengalami gangguan ginjal akut yang belum diketahui etiologinya. Padahal pasien belum pernah mengalami kelainan ginjal atau penyakit ginjal kronik. Selain itu terdapat juga tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi pada pasien.

Suma.id: Kasus penyakit gagal ginjal pada anak di Sumatra Utara semakin mengkhawatirkan. Lebih dari separuh jumlah pasien anak terjangkit ginjal akut meninggal.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, hingga kini penyakit gagal ginjal akut pada anak di provinsinya sudah mencapai 11 kasus.

“Dari jumlah kasus tersebut enam pasien di antaranya meninggal dunia,” kata Ilyas di Medan, Rabu, 19 Oktober 2022.

Dia memerinci, sebanyak 11 pasien di Sumut seluruhnya berada di  Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan menerima pasien terbanyak dengan tujuh kasus, sedangkan sisanya dirawat di rumah sakit lain.

Pemprov Sumut semakin mengkhawatirkan perkembangan ini. Hal itu karena selain kasus bertambah banyak, lebih dari separuh jumlah penderitanya meninggal.

Pemprov pun sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan khusus untuk menanganinya. Salah satunya, setiap kabupaten dan kota di Sumut diminta memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit ini.

Terutama edukasi mengenai gejala-gejalanya sehingga tidak terlambat penanganan. Seperti demam, tidak bisa buang air kecil atau sedikit dan sulit. Pemprov Sumut juga meminta seluruh Dinas Kesehatab yang ada berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk melakukan pencegahan dini.

Koordinasi diminta dijalin antara lain dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Dinas Kesehatan Sumut juga akan melakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah sakit tempat pasien dirawat dan ke wilayah tempat tinggal pasien. Hal ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota.

Pemprov Sumut juga mengimbau seluruh warganya agar sesegera mungkin membawa anak-anak ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika terindikasi mengalami gejala-gejala tersebut.

Lebih jauh Ilyas mengungkapkan, hingga kini sudah muncul total 155 kasus di 18 Provinsi, termasuk Sumut. Peningkatan kasus terjadi sejak Juli dan yang tertinggi adalah pada September 2022 dengan jumlah 78 kasus.

“Dari jumlah itu, paling banyak kasus dialami balita atau anak pada usia 1-5 tahun,” ujarnya.

Pasien didiagnosis mengalami gangguan ginjal akut yang belum diketahui etiologinya. Padahal pasien belum pernah mengalami kelainan ginjal atau penyakit ginjal kronik. Selain itu terdapat juga tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi pada pasien.

BacaJuga

Rajin Makan Buah dan Sayur Bantu Turunkan Risiko Asam Urat, Ini Penjelasan dari Sejumlah Studi

Lemak Sehat dan Diabetes, Penelitian Ungkap Hilangnya Jaringan Lemak Bisa Picu Gangguan Metabolisme

Waspada Konsumsi Fruktosa Berlebih, Kenali Risiko Asam Urat dan Hipertensi Menurut Pakar

Kreatin untuk Melawan Kanker: Penelitian UCLA Ungkap Potensi Baru Suplemen Populer Atlet

Suma.id: Kasus penyakit gagal ginjal pada anak di Sumatra Utara semakin mengkhawatirkan. Lebih dari separuh jumlah pasien anak terjangkit ginjal akut meninggal.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, hingga kini penyakit gagal ginjal akut pada anak di provinsinya sudah mencapai 11 kasus.

“Dari jumlah kasus tersebut enam pasien di antaranya meninggal dunia,” kata Ilyas di Medan, Rabu, 19 Oktober 2022.

Dia memerinci, sebanyak 11 pasien di Sumut seluruhnya berada di  Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan menerima pasien terbanyak dengan tujuh kasus, sedangkan sisanya dirawat di rumah sakit lain.

Pemprov Sumut semakin mengkhawatirkan perkembangan ini. Hal itu karena selain kasus bertambah banyak, lebih dari separuh jumlah penderitanya meninggal.

Pemprov pun sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan khusus untuk menanganinya. Salah satunya, setiap kabupaten dan kota di Sumut diminta memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit ini.

Terutama edukasi mengenai gejala-gejalanya sehingga tidak terlambat penanganan. Seperti demam, tidak bisa buang air kecil atau sedikit dan sulit. Pemprov Sumut juga meminta seluruh Dinas Kesehatab yang ada berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk melakukan pencegahan dini.

Koordinasi diminta dijalin antara lain dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Dinas Kesehatan Sumut juga akan melakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah sakit tempat pasien dirawat dan ke wilayah tempat tinggal pasien. Hal ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota.

Pemprov Sumut juga mengimbau seluruh warganya agar sesegera mungkin membawa anak-anak ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika terindikasi mengalami gejala-gejala tersebut.

Lebih jauh Ilyas mengungkapkan, hingga kini sudah muncul total 155 kasus di 18 Provinsi, termasuk Sumut. Peningkatan kasus terjadi sejak Juli dan yang tertinggi adalah pada September 2022 dengan jumlah 78 kasus.

“Dari jumlah itu, paling banyak kasus dialami balita atau anak pada usia 1-5 tahun,” ujarnya.

Pasien didiagnosis mengalami gangguan ginjal akut yang belum diketahui etiologinya. Padahal pasien belum pernah mengalami kelainan ginjal atau penyakit ginjal kronik. Selain itu terdapat juga tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi pada pasien.

Suma.id: Kasus penyakit gagal ginjal pada anak di Sumatra Utara semakin mengkhawatirkan. Lebih dari separuh jumlah pasien anak terjangkit ginjal akut meninggal.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, hingga kini penyakit gagal ginjal akut pada anak di provinsinya sudah mencapai 11 kasus.

“Dari jumlah kasus tersebut enam pasien di antaranya meninggal dunia,” kata Ilyas di Medan, Rabu, 19 Oktober 2022.

Dia memerinci, sebanyak 11 pasien di Sumut seluruhnya berada di  Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan menerima pasien terbanyak dengan tujuh kasus, sedangkan sisanya dirawat di rumah sakit lain.

Pemprov Sumut semakin mengkhawatirkan perkembangan ini. Hal itu karena selain kasus bertambah banyak, lebih dari separuh jumlah penderitanya meninggal.

Pemprov pun sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan khusus untuk menanganinya. Salah satunya, setiap kabupaten dan kota di Sumut diminta memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit ini.

Terutama edukasi mengenai gejala-gejalanya sehingga tidak terlambat penanganan. Seperti demam, tidak bisa buang air kecil atau sedikit dan sulit. Pemprov Sumut juga meminta seluruh Dinas Kesehatab yang ada berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk melakukan pencegahan dini.

Koordinasi diminta dijalin antara lain dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Dinas Kesehatan Sumut juga akan melakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah sakit tempat pasien dirawat dan ke wilayah tempat tinggal pasien. Hal ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota.

Pemprov Sumut juga mengimbau seluruh warganya agar sesegera mungkin membawa anak-anak ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika terindikasi mengalami gejala-gejala tersebut.

Lebih jauh Ilyas mengungkapkan, hingga kini sudah muncul total 155 kasus di 18 Provinsi, termasuk Sumut. Peningkatan kasus terjadi sejak Juli dan yang tertinggi adalah pada September 2022 dengan jumlah 78 kasus.

“Dari jumlah itu, paling banyak kasus dialami balita atau anak pada usia 1-5 tahun,” ujarnya.

Pasien didiagnosis mengalami gangguan ginjal akut yang belum diketahui etiologinya. Padahal pasien belum pernah mengalami kelainan ginjal atau penyakit ginjal kronik. Selain itu terdapat juga tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi pada pasien.

Suma.id: Kasus penyakit gagal ginjal pada anak di Sumatra Utara semakin mengkhawatirkan. Lebih dari separuh jumlah pasien anak terjangkit ginjal akut meninggal.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, hingga kini penyakit gagal ginjal akut pada anak di provinsinya sudah mencapai 11 kasus.

“Dari jumlah kasus tersebut enam pasien di antaranya meninggal dunia,” kata Ilyas di Medan, Rabu, 19 Oktober 2022.

Dia memerinci, sebanyak 11 pasien di Sumut seluruhnya berada di  Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan menerima pasien terbanyak dengan tujuh kasus, sedangkan sisanya dirawat di rumah sakit lain.

Pemprov Sumut semakin mengkhawatirkan perkembangan ini. Hal itu karena selain kasus bertambah banyak, lebih dari separuh jumlah penderitanya meninggal.

Pemprov pun sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan khusus untuk menanganinya. Salah satunya, setiap kabupaten dan kota di Sumut diminta memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit ini.

Terutama edukasi mengenai gejala-gejalanya sehingga tidak terlambat penanganan. Seperti demam, tidak bisa buang air kecil atau sedikit dan sulit. Pemprov Sumut juga meminta seluruh Dinas Kesehatab yang ada berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk melakukan pencegahan dini.

Koordinasi diminta dijalin antara lain dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Dinas Kesehatan Sumut juga akan melakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah sakit tempat pasien dirawat dan ke wilayah tempat tinggal pasien. Hal ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota.

Pemprov Sumut juga mengimbau seluruh warganya agar sesegera mungkin membawa anak-anak ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika terindikasi mengalami gejala-gejala tersebut.

Lebih jauh Ilyas mengungkapkan, hingga kini sudah muncul total 155 kasus di 18 Provinsi, termasuk Sumut. Peningkatan kasus terjadi sejak Juli dan yang tertinggi adalah pada September 2022 dengan jumlah 78 kasus.

“Dari jumlah itu, paling banyak kasus dialami balita atau anak pada usia 1-5 tahun,” ujarnya.

Pasien didiagnosis mengalami gangguan ginjal akut yang belum diketahui etiologinya. Padahal pasien belum pernah mengalami kelainan ginjal atau penyakit ginjal kronik. Selain itu terdapat juga tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi pada pasien.

Suma.id: Kasus penyakit gagal ginjal pada anak di Sumatra Utara semakin mengkhawatirkan. Lebih dari separuh jumlah pasien anak terjangkit ginjal akut meninggal.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, hingga kini penyakit gagal ginjal akut pada anak di provinsinya sudah mencapai 11 kasus.

“Dari jumlah kasus tersebut enam pasien di antaranya meninggal dunia,” kata Ilyas di Medan, Rabu, 19 Oktober 2022.

Dia memerinci, sebanyak 11 pasien di Sumut seluruhnya berada di  Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan menerima pasien terbanyak dengan tujuh kasus, sedangkan sisanya dirawat di rumah sakit lain.

Pemprov Sumut semakin mengkhawatirkan perkembangan ini. Hal itu karena selain kasus bertambah banyak, lebih dari separuh jumlah penderitanya meninggal.

Pemprov pun sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan khusus untuk menanganinya. Salah satunya, setiap kabupaten dan kota di Sumut diminta memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit ini.

Terutama edukasi mengenai gejala-gejalanya sehingga tidak terlambat penanganan. Seperti demam, tidak bisa buang air kecil atau sedikit dan sulit. Pemprov Sumut juga meminta seluruh Dinas Kesehatab yang ada berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk melakukan pencegahan dini.

Koordinasi diminta dijalin antara lain dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Dinas Kesehatan Sumut juga akan melakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah sakit tempat pasien dirawat dan ke wilayah tempat tinggal pasien. Hal ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota.

Pemprov Sumut juga mengimbau seluruh warganya agar sesegera mungkin membawa anak-anak ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika terindikasi mengalami gejala-gejala tersebut.

Lebih jauh Ilyas mengungkapkan, hingga kini sudah muncul total 155 kasus di 18 Provinsi, termasuk Sumut. Peningkatan kasus terjadi sejak Juli dan yang tertinggi adalah pada September 2022 dengan jumlah 78 kasus.

“Dari jumlah itu, paling banyak kasus dialami balita atau anak pada usia 1-5 tahun,” ujarnya.

Pasien didiagnosis mengalami gangguan ginjal akut yang belum diketahui etiologinya. Padahal pasien belum pernah mengalami kelainan ginjal atau penyakit ginjal kronik. Selain itu terdapat juga tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi pada pasien.

Suma.id: Kasus penyakit gagal ginjal pada anak di Sumatra Utara semakin mengkhawatirkan. Lebih dari separuh jumlah pasien anak terjangkit ginjal akut meninggal.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, hingga kini penyakit gagal ginjal akut pada anak di provinsinya sudah mencapai 11 kasus.

“Dari jumlah kasus tersebut enam pasien di antaranya meninggal dunia,” kata Ilyas di Medan, Rabu, 19 Oktober 2022.

Dia memerinci, sebanyak 11 pasien di Sumut seluruhnya berada di  Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan menerima pasien terbanyak dengan tujuh kasus, sedangkan sisanya dirawat di rumah sakit lain.

Pemprov Sumut semakin mengkhawatirkan perkembangan ini. Hal itu karena selain kasus bertambah banyak, lebih dari separuh jumlah penderitanya meninggal.

Pemprov pun sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan khusus untuk menanganinya. Salah satunya, setiap kabupaten dan kota di Sumut diminta memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit ini.

Terutama edukasi mengenai gejala-gejalanya sehingga tidak terlambat penanganan. Seperti demam, tidak bisa buang air kecil atau sedikit dan sulit. Pemprov Sumut juga meminta seluruh Dinas Kesehatab yang ada berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk melakukan pencegahan dini.

Koordinasi diminta dijalin antara lain dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Dinas Kesehatan Sumut juga akan melakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah sakit tempat pasien dirawat dan ke wilayah tempat tinggal pasien. Hal ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota.

Pemprov Sumut juga mengimbau seluruh warganya agar sesegera mungkin membawa anak-anak ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika terindikasi mengalami gejala-gejala tersebut.

Lebih jauh Ilyas mengungkapkan, hingga kini sudah muncul total 155 kasus di 18 Provinsi, termasuk Sumut. Peningkatan kasus terjadi sejak Juli dan yang tertinggi adalah pada September 2022 dengan jumlah 78 kasus.

“Dari jumlah itu, paling banyak kasus dialami balita atau anak pada usia 1-5 tahun,” ujarnya.

Pasien didiagnosis mengalami gangguan ginjal akut yang belum diketahui etiologinya. Padahal pasien belum pernah mengalami kelainan ginjal atau penyakit ginjal kronik. Selain itu terdapat juga tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi pada pasien.

Suma.id: Kasus penyakit gagal ginjal pada anak di Sumatra Utara semakin mengkhawatirkan. Lebih dari separuh jumlah pasien anak terjangkit ginjal akut meninggal.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, hingga kini penyakit gagal ginjal akut pada anak di provinsinya sudah mencapai 11 kasus.

“Dari jumlah kasus tersebut enam pasien di antaranya meninggal dunia,” kata Ilyas di Medan, Rabu, 19 Oktober 2022.

Dia memerinci, sebanyak 11 pasien di Sumut seluruhnya berada di  Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan menerima pasien terbanyak dengan tujuh kasus, sedangkan sisanya dirawat di rumah sakit lain.

Pemprov Sumut semakin mengkhawatirkan perkembangan ini. Hal itu karena selain kasus bertambah banyak, lebih dari separuh jumlah penderitanya meninggal.

Pemprov pun sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan khusus untuk menanganinya. Salah satunya, setiap kabupaten dan kota di Sumut diminta memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit ini.

Terutama edukasi mengenai gejala-gejalanya sehingga tidak terlambat penanganan. Seperti demam, tidak bisa buang air kecil atau sedikit dan sulit. Pemprov Sumut juga meminta seluruh Dinas Kesehatab yang ada berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk melakukan pencegahan dini.

Koordinasi diminta dijalin antara lain dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Dinas Kesehatan Sumut juga akan melakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah sakit tempat pasien dirawat dan ke wilayah tempat tinggal pasien. Hal ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota.

Pemprov Sumut juga mengimbau seluruh warganya agar sesegera mungkin membawa anak-anak ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika terindikasi mengalami gejala-gejala tersebut.

Lebih jauh Ilyas mengungkapkan, hingga kini sudah muncul total 155 kasus di 18 Provinsi, termasuk Sumut. Peningkatan kasus terjadi sejak Juli dan yang tertinggi adalah pada September 2022 dengan jumlah 78 kasus.

“Dari jumlah itu, paling banyak kasus dialami balita atau anak pada usia 1-5 tahun,” ujarnya.

Pasien didiagnosis mengalami gangguan ginjal akut yang belum diketahui etiologinya. Padahal pasien belum pernah mengalami kelainan ginjal atau penyakit ginjal kronik. Selain itu terdapat juga tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi pada pasien.

Suma.id: Kasus penyakit gagal ginjal pada anak di Sumatra Utara semakin mengkhawatirkan. Lebih dari separuh jumlah pasien anak terjangkit ginjal akut meninggal.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, hingga kini penyakit gagal ginjal akut pada anak di provinsinya sudah mencapai 11 kasus.

“Dari jumlah kasus tersebut enam pasien di antaranya meninggal dunia,” kata Ilyas di Medan, Rabu, 19 Oktober 2022.

Dia memerinci, sebanyak 11 pasien di Sumut seluruhnya berada di  Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan menerima pasien terbanyak dengan tujuh kasus, sedangkan sisanya dirawat di rumah sakit lain.

Pemprov Sumut semakin mengkhawatirkan perkembangan ini. Hal itu karena selain kasus bertambah banyak, lebih dari separuh jumlah penderitanya meninggal.

Pemprov pun sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan khusus untuk menanganinya. Salah satunya, setiap kabupaten dan kota di Sumut diminta memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit ini.

Terutama edukasi mengenai gejala-gejalanya sehingga tidak terlambat penanganan. Seperti demam, tidak bisa buang air kecil atau sedikit dan sulit. Pemprov Sumut juga meminta seluruh Dinas Kesehatab yang ada berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk melakukan pencegahan dini.

Koordinasi diminta dijalin antara lain dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Dinas Kesehatan Sumut juga akan melakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah sakit tempat pasien dirawat dan ke wilayah tempat tinggal pasien. Hal ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota.

Pemprov Sumut juga mengimbau seluruh warganya agar sesegera mungkin membawa anak-anak ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika terindikasi mengalami gejala-gejala tersebut.

Lebih jauh Ilyas mengungkapkan, hingga kini sudah muncul total 155 kasus di 18 Provinsi, termasuk Sumut. Peningkatan kasus terjadi sejak Juli dan yang tertinggi adalah pada September 2022 dengan jumlah 78 kasus.

“Dari jumlah itu, paling banyak kasus dialami balita atau anak pada usia 1-5 tahun,” ujarnya.

Pasien didiagnosis mengalami gangguan ginjal akut yang belum diketahui etiologinya. Padahal pasien belum pernah mengalami kelainan ginjal atau penyakit ginjal kronik. Selain itu terdapat juga tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi pada pasien.

Suma.id: Kasus penyakit gagal ginjal pada anak di Sumatra Utara semakin mengkhawatirkan. Lebih dari separuh jumlah pasien anak terjangkit ginjal akut meninggal.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, hingga kini penyakit gagal ginjal akut pada anak di provinsinya sudah mencapai 11 kasus.

“Dari jumlah kasus tersebut enam pasien di antaranya meninggal dunia,” kata Ilyas di Medan, Rabu, 19 Oktober 2022.

Dia memerinci, sebanyak 11 pasien di Sumut seluruhnya berada di  Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan menerima pasien terbanyak dengan tujuh kasus, sedangkan sisanya dirawat di rumah sakit lain.

Pemprov Sumut semakin mengkhawatirkan perkembangan ini. Hal itu karena selain kasus bertambah banyak, lebih dari separuh jumlah penderitanya meninggal.

Pemprov pun sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan khusus untuk menanganinya. Salah satunya, setiap kabupaten dan kota di Sumut diminta memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit ini.

Terutama edukasi mengenai gejala-gejalanya sehingga tidak terlambat penanganan. Seperti demam, tidak bisa buang air kecil atau sedikit dan sulit. Pemprov Sumut juga meminta seluruh Dinas Kesehatab yang ada berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk melakukan pencegahan dini.

Koordinasi diminta dijalin antara lain dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Dinas Kesehatan Sumut juga akan melakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah sakit tempat pasien dirawat dan ke wilayah tempat tinggal pasien. Hal ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota.

Pemprov Sumut juga mengimbau seluruh warganya agar sesegera mungkin membawa anak-anak ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika terindikasi mengalami gejala-gejala tersebut.

Lebih jauh Ilyas mengungkapkan, hingga kini sudah muncul total 155 kasus di 18 Provinsi, termasuk Sumut. Peningkatan kasus terjadi sejak Juli dan yang tertinggi adalah pada September 2022 dengan jumlah 78 kasus.

“Dari jumlah itu, paling banyak kasus dialami balita atau anak pada usia 1-5 tahun,” ujarnya.

Pasien didiagnosis mengalami gangguan ginjal akut yang belum diketahui etiologinya. Padahal pasien belum pernah mengalami kelainan ginjal atau penyakit ginjal kronik. Selain itu terdapat juga tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi pada pasien.

Tags: Ginjal akutkesehatansumut
Posting Sebelumnya

Propam Polda Sumsel Selidiki Kapolres Muara Enim yang Diduga Selingkuh

Posting berikutnya

271 Hewan Ternak di Sumsel Terpapar PMK Selama 6 Bulan

Sri Agustina

Sri Agustina

BeritaTerkait

Rajin Makan Buah dan Sayur Bantu Turunkan Risiko Asam Urat, Ini Penjelasan dari Sejumlah Studi

Rajin Makan Buah dan Sayur Bantu Turunkan Risiko Asam Urat, Ini Penjelasan dari Sejumlah Studi

28/07/2026 09:53
Waspada Konsumsi Fruktosa Berlebih, Kenali Risiko Asam Urat dan Hipertensi Menurut Pakar

Waspada Konsumsi Fruktosa Berlebih, Kenali Risiko Asam Urat dan Hipertensi Menurut Pakar

27/07/2026 09:58
Sering Lelah Tanpa Sebab? Waspada Gejala Gangguan Jantung yang Kerap Diabaikan

Sering Lelah Tanpa Sebab? Waspada Gejala Gangguan Jantung yang Kerap Diabaikan

25/07/2026 09:39
TehHijau, SindromMetabolik, TehHijauUntukSindromMetabolik, Kesehatan, GayaHidupSehat, DiabetesTipe2,

TehHijau, SindromMetabolik, TehHijauUntukSindromMetabolik, Kesehatan, GayaHidupSehat, DiabetesTipe2,

21/07/2026 10:12
Kebiasaan Minum Kopi yang Bisa Memicu Migrain: Jangan Abaikan Pola Konsumsi Kafein

Kebiasaan Minum Kopi yang Bisa Memicu Migrain: Jangan Abaikan Pola Konsumsi Kafein

03/07/2026 09:43
Posting berikutnya
Aceh Timur Temukan 179 Sapi Diduga Terserang PMK

271 Hewan Ternak di Sumsel Terpapar PMK Selama 6 Bulan

Dinkes Kepri Sarankan Konsumsi Obat Anak dengan Resep Dokter

RSUP Dr M Djamil Padang Tangani 4 Kasus Ginjal Akut

Apotek di Tanjungpinang Dilarang Jual Obat Sirop Secara Bebas

Apotek di Tanjungpinang Dilarang Jual Obat Sirop Secara Bebas

Jutaan Warga Inggris Kelaparan karena Krisis Biaya Hidup

Jutaan Warga Inggris Kelaparan karena Krisis Biaya Hidup

Korupsi Dana Desa, Empat Perangkat Desa Seluma Jadi Tersangka

Korupsi Dana Desa, Empat Perangkat Desa Seluma Jadi Tersangka

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Dugaan Suap Urus HGU Perusahaan Sawit, Kepala BPN Riau Diperiksa KPK

KPK Tetapkan Terbit Rencana Perangin Angin Tersangka Gratifikasi

16/09/2022 14:49
Gara-gara Tuntutan 1 Tahun Penjara, Psikis Istri Omeli Suami Jadi Labil

Gara-gara Tuntutan 1 Tahun Penjara, Psikis Istri Omeli Suami Jadi Labil

17/11/2021 08:02
Semburan Lumpur di Ogan Ilir, Pertamina Sebut Tak Ada Kandungan Gas

Semburan Lumpur di Ogan Ilir, Pertamina Sebut Tak Ada Kandungan Gas

26/09/2022 17:34
12 Orang Hilang Tertimbun Longsor di Tapanuli Selatan

12 Orang Hilang Tertimbun Longsor di Tapanuli Selatan

30/04/2021 14:59
Thalita Ramadhani Bersinar, Indonesia Perkecil Ketertinggalan di Semifinal Piala Uber 2026

Thalita Ramadhani Bersinar, Indonesia Perkecil Ketertinggalan di Semifinal Piala Uber 2026

04/05/2026 10:50
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist