SUMA.ID – Bahaya konsumsi kopi berlebih saat sering mengantuk menjadi perhatian serius para ahli kesehatan. Banyak orang menganggap rasa kantuk di tengah aktivitas sehari-hari sebagai hal biasa, sehingga memilih mengonsumsi kopi, minuman energi, atau produk berkafein lainnya untuk tetap terjaga. Padahal, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan jika dilakukan terus-menerus tanpa memberikan tubuh waktu istirahat yang cukup.
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., mengingatkan bahwa rasa kantuk sebenarnya merupakan sinyal alami dari tubuh yang menandakan kondisi kelelahan. Menurutnya, tubuh manusia memiliki batas kemampuan dan membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar seluruh organ dapat bekerja optimal.
Prof. Ari menjelaskan banyak orang saat ini justru memilih cara instan untuk menghilangkan kantuk, terutama dengan mengonsumsi kopi atau minuman energi berkafein tinggi. Padahal, solusi utama ketika tubuh lelah bukanlah stimulasi kafein, melainkan tidur dan istirahat yang berkualitas.
“Sering mengantuk sebenarnya adalah alarm dari tubuh bahwa kondisi fisik sedang kelelahan,” ujarnya saat memberikan keterangan di Jakarta.
Kebiasaan memaksakan tubuh tetap aktif dengan bantuan kafein dinilai berbahaya apabila dilakukan secara berlebihan. Kafein memang dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan membuat tubuh terasa lebih segar dalam waktu singkat. Namun efek tersebut hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan sumber masalah utama, yaitu kurangnya waktu istirahat.
Dalam jangka panjang, konsumsi kafein berlebihan justru dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Prof. Ari menyebut beberapa dampak yang umum terjadi antara lain jantung berdebar, peningkatan asam lambung, gangguan tidur, hingga penurunan kualitas kesehatan secara keseluruhan.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsi kopi maupun minuman energi. Menurutnya, batas aman konsumsi kafein untuk orang dewasa sebaiknya tidak melebihi 150 miligram per hari, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan lambung atau penyakit jantung.
Selain konsumsi kafein, pola tidur masyarakat modern juga menjadi sorotan. Banyak orang terbiasa tidur larut malam karena pekerjaan, aktivitas digital, atau gaya hidup yang tidak teratur. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup setiap hari.
Prof. Ari menegaskan kebutuhan tidur minimal orang dewasa adalah sekitar enam jam per malam. Tidur malam yang cukup sangat penting untuk memulihkan fungsi organ tubuh, menjaga konsentrasi, memperbaiki metabolisme, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Menurutnya, kualitas tidur malam tidak bisa digantikan dengan tidur panjang di akhir pekan. Fenomena “balas dendam tidur” saat hari libur justru bukan solusi ideal untuk memperbaiki kondisi tubuh yang sudah lelah selama berhari-hari.
“Kurang tidur tidak bisa dibayar sekaligus saat akhir pekan. Tidur yang berkualitas adalah tidur yang dilakukan secara rutin pada malam hari,” jelasnya.
Ia menyarankan masyarakat segera beristirahat setelah aktivitas selesai dibandingkan memaksakan tubuh terus bekerja dengan bantuan stimulan. Kebiasaan tidur yang teratur jauh lebih efektif menjaga kesehatan dibandingkan mengandalkan kopi dalam jumlah berlebihan.
Selain memperbaiki pola tidur, menjaga pola makan sehat juga menjadi bagian penting dalam mengatasi rasa lelah dan kantuk. Tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup agar energi dapat diproduksi secara alami tanpa bergantung pada zat stimulan.
Prof. Ari menjelaskan tubuh memerlukan makronutrisi seperti protein, karbohidrat, dan lemak sehat untuk menjaga stamina. Sumber protein dapat diperoleh dari daging sapi, ayam, telur, dan susu. Sementara vitamin serta mineral penting bisa didapatkan melalui konsumsi buah dan sayuran secara rutin.
Asupan nutrisi yang seimbang membantu tubuh bekerja lebih optimal dan mempercepat proses pemulihan ketika kelelahan. Sebaliknya, pola makan tidak teratur justru dapat memperburuk kondisi tubuh dan membuat seseorang lebih mudah merasa lemas serta mengantuk.
Di tengah tingginya aktivitas masyarakat modern, kebiasaan mengonsumsi kopi memang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun para ahli mengingatkan bahwa kopi sebaiknya dikonsumsi dalam batas wajar dan bukan dijadikan solusi utama untuk mengatasi kelelahan.
Mengabaikan sinyal tubuh dan terus memaksakan diri bekerja tanpa istirahat berisiko menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang. Karena itu, menjaga keseimbangan antara aktivitas, waktu tidur, dan pola makan sehat menjadi langkah penting agar tubuh tetap bugar dan produktif.
Dengan memberikan tubuh waktu istirahat yang cukup serta memenuhi kebutuhan nutrisi harian, seseorang dapat menjaga kesehatan fisik dan mental tanpa harus bergantung pada konsumsi kafein berlebihan.




