Wednesday, May 13, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE KESEHATAN

Penderita Penyakit Jantung Rentan Komplikasi Hantavirus, Dokter Minta Waspada

Risiko Komplikasi Hantavirus pada Penderita Penyakit Jantung Perlu Diwaspadai

cecil Editor cecil
13/05/2026 12:40
in KESEHATAN
A A
Penderita Penyakit Jantung Rentan Komplikasi Hantavirus, Dokter Minta Waspada

Ilustrasi(magnific)

Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID – Risiko komplikasi hantavirus pada penderita penyakit jantung menjadi perhatian para tenaga medis menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat tersebut. Dokter mengingatkan bahwa pasien dengan riwayat penyakit jantung memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kondisi berat apabila terinfeksi hantavirus dibandingkan orang dengan kondisi kesehatan normal.

Peringatan itu disampaikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia RS Pondok Indah–Pondok Indah, dr. Dony Yugo Hermanto, Sp.JP, Subsp.Ar(K), FIHA. Menurutnya, pasien dengan penyakit jantung pada dasarnya memiliki kondisi tubuh yang lebih rentan ketika menghadapi infeksi, termasuk infeksi akibat hantavirus.

Ia menjelaskan penyakit jantung yang sudah menjadi kondisi dasar atau komorbid dapat memperberat respons tubuh terhadap infeksi. Akibatnya, pasien berpotensi mengalami komplikasi yang lebih serius dibandingkan individu tanpa gangguan jantung.

BacaJuga

Mengapa Serangan Jantung di Malam Hari Lebih Mematikan? Ini Fakta dan Penyebabnya

Sering Mengantuk karena Kelelahan, Pakar FKUI Ingatkan Bahaya Konsumsi Kopi Berlebih

Antisipasi Hantavirus, Dinkes Bali Minta Warga Waspada Kontak Langsung dengan Tikus

Tidur Berkualitas Bisa Bersihkan Otak: Temuan Riset Terbaru 2026

“Kalau pasien memiliki penyakit jantung sebagai kondisi dasar, maka risiko komplikasinya tentu lebih tinggi ketika terkena infeksi,” ujarnya.

Hantavirus sendiri merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Penularan biasanya terjadi melalui paparan urine, air liur, maupun kotoran tikus yang telah terinfeksi virus. Selain itu, debu yang terkontaminasi partikel kotoran tikus juga dapat menjadi media penularan apabila terhirup manusia.

Gejala awal hantavirus umumnya menyerupai flu biasa. Penderita dapat mengalami demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, tubuh lemas, hingga gangguan pernapasan. Dalam kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan serius pada paru-paru dan sistem pernapasan.

Menurut dr. Dony, pasien dengan gangguan jantung tertentu harus lebih waspada karena tubuh mereka cenderung lebih sensitif terhadap perubahan kadar oksigen dan gangguan sistem pernapasan.

Ia menjelaskan bahwa pada pasien yang sudah memiliki penyakit jantung bawaan, gangguan irama jantung, atau kondisi yang memengaruhi saturasi oksigen, infeksi dapat memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Ketika tubuh mengalami infeksi berat, kebutuhan oksigen meningkat sementara kemampuan organ tubuh dalam bekerja bisa menurun. Kondisi tersebut berisiko memicu komplikasi serius pada pasien jantung.

“Pasien yang memiliki masalah jantung dan kadar oksigen tidak optimal memang lebih rentan mengalami kondisi berat saat terkena infeksi,” jelasnya.

Meski demikian, dr. Dony menyebut penelitian mengenai hubungan langsung antara hantavirus dengan gangguan irama jantung maupun gagal jantung masih terus berkembang. Hingga kini, para peneliti masih mempelajari dampak spesifik virus tersebut terhadap sistem kardiovaskular manusia.

Namun secara umum, semua jenis infeksi memang dapat memberikan tekanan tambahan terhadap organ jantung, terutama pada pasien dengan riwayat penyakit kronis.

Karena itu, pasien jantung diimbau lebih disiplin menjaga kondisi kesehatan tubuh dan menghindari faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko paparan virus, termasuk menjaga kebersihan lingkungan dari hewan pengerat.

Selain menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, masyarakat juga diminta lebih berhati-hati ketika membersihkan gudang, ruangan tertutup, atau area yang berpotensi menjadi sarang tikus.

Penggunaan masker dan sarung tangan dianjurkan saat membersihkan area yang terdapat kotoran tikus untuk mengurangi risiko paparan virus melalui udara.

Sementara itu, dokter spesialis neurologi dr. Andre, Sp.N turut mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat untuk mengontrol faktor risiko penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.

Menurutnya, pencegahan tetap menjadi langkah paling penting untuk menghindari komplikasi kesehatan akibat infeksi.

Ia menjelaskan kondisi tubuh yang sehat akan membantu sistem imun bekerja lebih optimal dalam melawan berbagai penyakit, termasuk infeksi virus.

Karena itu, masyarakat disarankan menjalani pola hidup sehat melalui olahraga rutin, menjaga kualitas tidur, mengontrol tekanan darah, serta menghindari kebiasaan merokok.

“Ketika faktor risiko dan kondisi tubuh lebih terkontrol, maka kemungkinan terjadinya komplikasi berat juga dapat ditekan,” ujarnya.

Dokter juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala infeksi yang muncul, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung atau penyakit kronis lainnya.

Apabila mengalami demam tinggi, nyeri otot, gangguan pernapasan, atau kondisi tubuh yang memburuk setelah kontak dengan lingkungan yang banyak tikus, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Kewaspadaan dini dinilai penting agar penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap hantavirus, para ahli kesehatan menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat tetap menjadi langkah utama untuk mencegah penularan dan menekan risiko komplikasi, terutama pada kelompok rentan seperti penderita penyakit jantung.

Tags: HantavirusHidupSehatInfoKesehatanKesehatanJantungKesehatanMasyarakatPenyakitJantungRisikoKomplikasiHantavirusWaspadaHantavirus
Posting Sebelumnya

Sering Mengantuk karena Kelelahan, Pakar FKUI Ingatkan Bahaya Konsumsi Kopi Berlebih

Posting berikutnya

AI dan Energi Gelap: Cara Ilmuwan Memanfaatkan “Bintang Kanibal” untuk Mengungkap Misteri Alam Semesta

cecil

cecil

BeritaTerkait

Mengapa Serangan Jantung di Malam Hari Lebih Mematikan? Ini Fakta dan Penyebabnya

Mengapa Serangan Jantung di Malam Hari Lebih Mematikan? Ini Fakta dan Penyebabnya

13/05/2026 13:39
Sering Mengantuk karena Kelelahan, Pakar FKUI Ingatkan Bahaya Konsumsi Kopi Berlebih

Sering Mengantuk karena Kelelahan, Pakar FKUI Ingatkan Bahaya Konsumsi Kopi Berlebih

13/05/2026 10:29
Antisipasi Hantavirus, Dinkes Bali Minta Warga Waspada Kontak Langsung dengan Tikus

Antisipasi Hantavirus, Dinkes Bali Minta Warga Waspada Kontak Langsung dengan Tikus

13/05/2026 10:14
Posting berikutnya
AI dan Energi Gelap: Cara Ilmuwan Memanfaatkan “Bintang Kanibal” untuk Mengungkap Misteri Alam Semesta

AI dan Energi Gelap: Cara Ilmuwan Memanfaatkan “Bintang Kanibal” untuk Mengungkap Misteri Alam Semesta

Eric Clapton Akhiri Konser di Madrid setelah Kena Lemparan Piringan Hitam

Eric Clapton Akhiri Konser di Madrid setelah Kena Lemparan Piringan Hitam

Update iOS 26.5 Segera Hadir: Fitur Baru, Keamanan Lebih Canggih, dan Daftar iPhone yang Mendukung

Update iOS 26.5 Segera Hadir: Fitur Baru, Keamanan Lebih Canggih, dan Daftar iPhone yang Mendukung

Deviate Route Jakarta Hadirkan Pengalaman Urban Crawl dan Definisi Baru Progres Lari

Deviate Route Jakarta Hadirkan Pengalaman Urban Crawl dan Definisi Baru Progres Lari

Mengapa Serangan Jantung di Malam Hari Lebih Mematikan? Ini Fakta dan Penyebabnya

Mengapa Serangan Jantung di Malam Hari Lebih Mematikan? Ini Fakta dan Penyebabnya

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Mobil Seruduk Minimarket di Pekanbaru Viral di Medsos

Mobil Seruduk Minimarket di Pekanbaru Viral di Medsos

10/01/2022 16:44
Sambut Hari Ibu, Raisa Rilis Video Musik “Jangan Cepat Berlalu”

Sambut Hari Ibu, Raisa Rilis Video Musik “Jangan Cepat Berlalu”

22/12/2022 17:58
Nokia 7610 5G: Memadukan Nostalgia Klasik dengan Teknologi Modern

Nokia 7610 5G: Memadukan Nostalgia Klasik dengan Teknologi Modern

13/10/2025 15:00
Akademisi Unila Tekankan Pentingnya SOP Adaptif untuk Layanan Publik yang Berkualitas

Akademisi Unila Tekankan Pentingnya SOP Adaptif untuk Layanan Publik yang Berkualitas

04/09/2025 10:00
Pencarian ABK Hilang di Perairan Lampung Selatan Dihentikan

Pencarian ABK Hilang di Perairan Lampung Selatan Dihentikan

23/03/2023 12:12
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist