Saturday, June 20, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda Uncategorized

Inflasi April 2026 Tercatat 0,13 Persen, Dipengaruhi Kenaikan Tarif Angkutan Udara dan Harga Bahan Bakar

cecil Editor cecil
05/05/2026 16:12
in Uncategorized
A A
Inflasi April 2026 Tercatat 0,13 Persen, Dipengaruhi Kenaikan Tarif Angkutan Udara dan Harga Bahan Bakar

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono.(Dok. BPS)

Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID  – BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi April 2026 sebesar 0,13% secara bulanan (m-to-m). Dalam hal ini terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,95 pada Maret 2026 menjadi 111,09 pada April 2026. Sementara itu, inflasi tahun kalender (y-to-d) tercatat sebesar 1,06%.

Temukan lebih banyak
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar pada April 2026. Kelompok ini menyumbang andil inflasi sebesar 0,12% dan tingkat inflasi sebesar 0,99%.

Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,20% dengan andil deflasi sebesar 0,06 persen.

BacaJuga

Beban Mental Ibu dan Kurang Tidur: Fenomena “Revenge Bedtime Procrastination” yang Kian Marak

5 Alasan iPhone Bukan Smartphone Terbaik untuk Anda di 2026

HUAWEI WATCH FIT 5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Fitur Diabetes Risk Study

DC Universe Siapkan Film Horor Rating R Pertama: Clayface, Rilis 2026

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi antara lain tarif angkutan udara dan bensin. Tarif angkutan udara memberikan andil inflasi sebesar 0,11% sedangkan bensin memberikan andil inflasi sebesar 0,02%,” jelas Ateng pada konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5).

Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi antara lain adalah minyak goreng sebesar 0,05%, tomat sebesar 0,03%, beras serta nasi dengan lauk masing-masing sebesar 0,02%.

BPS juga mencatat beberapa komoditas yang menjadi peredam inflasi seperti daging ayam ras, emas perhiasan, cabai rawit dan telur ayam ras.

“Beberapa komoditas juga ada yang memberikan andil deflasi di antaranya daging ayam ras dengan andil deflasi 0,11%, emas perhiasan dengan andil deflasi 0,09%, cabai rawit serta telur ayam ras masing-masing 0,06% dan 0,04%,” ungkap Ateng.

Berdasarkan komponen, komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,23% dengan andil sebesar 0,15%. Komoditas yang memberikan andil terbesar pada komponen ini antara lain minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, ayam goreng, laptop/notebook, dan gula pasir.

Selain itu, komponen harga yang diatur pemerintah juga mengalami inflasi sebesar 0,69% dengan andil sebesar 0,13%. Inflasi pada komponen ini terutama dipicu oleh kenaikan tarif angkutan udara, harga bensin, bahan bakar rumah tangga, serta sigaret kretek mesin (SKM).

Sebaliknya, komponen bergejolak mencatat deflasi sebesar 0,88% dengan andil deflasi sebesar 0,15%. Deflasi ini didorong oleh penurunan harga komoditas seperti daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, dan cabai merah.

Menurut wilayah, secara bulanan sebanyak 30 provinsi mengalami inflasi, sedangkan 8 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Papua Barat sebesar 2,00%, sementara deflasi terdalam terjadi di Provinsi Maluku sebesar 0,17%. (H-3)Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa tingkat inflasi pada April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m). Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan pada Indeks Harga Konsumen (IHK), dari sebelumnya 110,95 pada Maret 2026 menjadi 111,09 pada April 2026. Sementara itu, inflasi secara kumulatif sejak awal tahun atau tahun kalender (year-to-date/y-to-d) berada di level 1,06 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa pada bulan April 2026, kelompok transportasi menjadi penyumbang utama inflasi. Kelompok ini tidak hanya mencatat kenaikan harga, tetapi juga memberikan andil inflasi terbesar dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya, yaitu sebesar 0,12 persen dengan tingkat inflasi mencapai 0,99 persen.
Menurut Ateng, tekanan inflasi pada kelompok transportasi terutama berasal dari kenaikan tarif angkutan udara serta harga bensin. Tarif angkutan udara menjadi komoditas yang paling dominan memberikan dorongan inflasi dengan andil sebesar 0,11 persen, sedangkan bensin turut menyumbang sebesar 0,02 persen. Kenaikan pada dua komoditas ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk penyesuaian harga energi dan meningkatnya permintaan mobilitas masyarakat.
Di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mencatat penurunan harga atau deflasi sebesar 0,20 persen dengan andil deflasi 0,06 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian komoditas pangan mengalami penurunan harga yang cukup signifikan sehingga mampu menahan laju inflasi yang lebih tinggi.
Selain transportasi, beberapa komoditas lain juga tercatat memberikan kontribusi terhadap inflasi nasional. Minyak goreng misalnya, menyumbang andil sebesar 0,05 persen, diikuti oleh tomat sebesar 0,03 persen. Sementara itu, beras serta nasi dengan lauk masing-masing memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,02 persen. Komoditas-komoditas ini umumnya berkaitan langsung dengan kebutuhan harian masyarakat sehingga perubahannya cukup memengaruhi indeks harga.
Namun demikian, BPS juga mencatat adanya sejumlah komoditas yang berperan sebagai penahan laju inflasi. Beberapa di antaranya bahkan memberikan andil deflasi yang cukup signifikan. Daging ayam ras tercatat sebagai komoditas dengan andil deflasi terbesar, yaitu sebesar 0,11 persen. Selain itu, emas perhiasan juga mengalami penurunan harga dengan andil deflasi sebesar 0,09 persen. Komoditas lain seperti cabai rawit dan telur ayam ras masing-masing turut memberikan andil deflasi sebesar 0,06 persen dan 0,04 persen.
Ateng menjelaskan lebih lanjut bahwa jika dilihat berdasarkan komponen pembentuk inflasi, komponen inti (core inflation) pada April 2026 mengalami kenaikan sebesar 0,23 persen dengan andil terhadap inflasi umum sebesar 0,15 persen. Komponen ini mencerminkan perubahan harga yang cenderung stabil dalam jangka panjang dan tidak terlalu dipengaruhi oleh faktor musiman. Beberapa komoditas yang memberikan kontribusi pada komponen inti antara lain minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, ayam goreng, laptop atau notebook, serta gula pasir.
Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices) juga tercatat mengalami inflasi sebesar 0,69 persen dengan andil sebesar 0,13 persen. Kenaikan pada komponen ini terutama dipicu oleh penyesuaian harga pada tarif angkutan udara, bensin, bahan bakar rumah tangga, serta sigaret kretek mesin (SKM). Perubahan harga pada komoditas-komoditas tersebut umumnya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah serta kondisi pasar energi.
Berbeda dengan dua komponen lainnya, komponen harga bergejolak (volatile food) justru mengalami deflasi sebesar 0,88 persen dengan andil penurunan sebesar 0,15 persen. Deflasi pada komponen ini terutama disebabkan oleh turunnya harga sejumlah bahan pangan seperti daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, serta cabai merah. Komoditas pada kelompok ini umumnya sangat dipengaruhi oleh faktor musiman, cuaca, serta pasokan di pasar.
Dari sisi wilayah, BPS mencatat bahwa secara bulanan terdapat 30 provinsi di Indonesia yang mengalami inflasi pada April 2026. Sementara itu, 8 provinsi lainnya justru mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Papua Barat dengan tingkat inflasi mencapai 2,00 persen, yang menunjukkan adanya tekanan harga yang cukup kuat di wilayah tersebut. Sebaliknya, deflasi terdalam tercatat di Provinsi Maluku dengan penurunan sebesar 0,17 persen, yang menandakan adanya penurunan harga cukup signifikan di beberapa kelompok pengeluaran di wilayah tersebut.
Secara keseluruhan, data ini menggambarkan bahwa inflasi April 2026 masih relatif terkendali, meskipun terdapat tekanan pada sektor transportasi dan energi. Namun, deflasi pada kelompok pangan serta beberapa komoditas lainnya berhasil menahan laju inflasi agar tidak meningkat lebih tinggi.

Posting Sebelumnya

Nasib Pemilu 2029 Tanpa Kepastian, TePi Indonesia Desak DPR dan Pemerintah Bahas RUU Pemilu

Posting berikutnya

Workshop Kuliner dan Digital Marketing Dorong Penguatan UMKM Perempuan dan Kemandirian Ekonomi Ibu Rumah Tangga

cecil

cecil

BeritaTerkait

Paus Leo XIV dan Bad Bunny Jadi Sorotan, Pertemuan Tak Terduga yang Menghebohkan Madrid

Paus Leo XIV dan Bad Bunny Jadi Sorotan, Pertemuan Tak Terduga yang Menghebohkan Madrid

19/06/2026 10:04
Serial Elle Siap Tayang di Prime Video, Kisah Masa Muda Elle Woods Akhirnya Terungkap

Serial Elle Siap Tayang di Prime Video, Kisah Masa Muda Elle Woods Akhirnya Terungkap

19/06/2026 09:55
Muhammad Kiandra Ramadhipa Siap Bersaing di Moto3 Junior World Championship Estoril 2026

Muhammad Kiandra Ramadhipa Siap Bersaing di Moto3 Junior World Championship Estoril 2026

19/06/2026 09:47
Acer Predator Helios 18 AI Resmi Meluncur di Computex 2026, Hadirkan Era Baru Gaming Berbasis AI

Acer Predator Helios 18 AI Resmi Meluncur di Computex 2026, Hadirkan Era Baru Gaming Berbasis AI

19/06/2026 09:38
Taylor Swift di Final NBA 2026: Kehadiran Mendadak Sang Bintang Hebohkan Madison Square Garden

Taylor Swift di Final NBA 2026: Kehadiran Mendadak Sang Bintang Hebohkan Madison Square Garden

19/06/2026 09:30
Posting berikutnya
Workshop Kuliner dan Digital Marketing Dorong Penguatan UMKM Perempuan dan Kemandirian Ekonomi Ibu Rumah Tangga

Workshop Kuliner dan Digital Marketing Dorong Penguatan UMKM Perempuan dan Kemandirian Ekonomi Ibu Rumah Tangga

Waspada Penipuan Digital: BNI Ingatkan Pentingnya Menjaga Data Sensitif Nasabah

Waspada Penipuan Digital: BNI Ingatkan Pentingnya Menjaga Data Sensitif Nasabah

Harga Emas Antam Hari Ini 6 Mei 2026 Naik Tajam ke Rp2,79 Juta per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini 6 Mei 2026 Naik Tajam ke Rp2,79 Juta per Gram

Persiapan Atlet Loncat Indah Indonesia Menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya

Persiapan Atlet Loncat Indah Indonesia Menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya

Carlos Pena: Sulit Lawan Borneo FC dengan 9 Pemain

Carlos Pena: Sulit Lawan Borneo FC dengan 9 Pemain

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Remisi Idulfitri

9 Napi di Lapas Palembang Dipindahkan ke Kalianda

18/03/2022 15:05
Pavit Tangkamolprasert Memimpin Klasemen JAKIC 2025 Setelah Putaran Kedua

Pavit Tangkamolprasert Memimpin Klasemen JAKIC 2025 Setelah Putaran Kedua

24/10/2025 15:00
AI: Garda Terdepan Keamanan Siber di Asia Pasifik Tahun 2025

AI: Garda Terdepan Keamanan Siber di Asia Pasifik Tahun 2025

15/10/2025 09:00
Patuhi Arahan Presiden, Pemkab Tulangbawang Batalkan Giat Safari Ramadan

Patuhi Arahan Presiden, Pemkab Tulangbawang Batalkan Giat Safari Ramadan

24/03/2023 15:37
Remisi Idulfitri

Penimbun 22 Ton BBM Ilegal di Pangkalpinang Ditangkap

10/03/2023 21:15
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist