SUMA.ID – Yayasan Indonesia Setara (YIS) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan dan ibu rumah tangga, melalui berbagai program pelatihan keterampilan. Program ini dirancang untuk membuka peluang kerja baru sekaligus mendorong kemandirian ekonomi di tingkat keluarga dan komunitas.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pelatihan yang digelar di dua lokasi berbeda. Kegiatan pertama berlangsung di RPTRA Hati Suci, Kelurahan Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (29/4). Pelatihan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Espas Indonesia dan diikuti oleh sekitar 80 ibu rumah tangga dari berbagai latar belakang.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta diberikan pembekalan mengenai pemasaran produk berbasis teknologi digital. Materi yang diberikan berfokus pada pengembangan produk kuliner, khususnya baking Butter-Tteok, dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat bantu dalam pemasaran dan pengembangan usaha. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu peserta memahami cara memasarkan produk secara lebih modern dan efektif di era digital.
Selain keterampilan produksi dan pemasaran, program ini juga dirancang lebih komprehensif. Peserta tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga mendapatkan materi mengenai strategi pemasaran digital, pengelolaan usaha kecil, hingga pengenalan konsep pengembangan bisnis jangka panjang. Lebih jauh, mereka juga akan mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan agar dapat benar-benar mengembangkan usaha secara mandiri.
Menurut Sandiaga Uno, program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan teknis, tetapi juga menekankan pentingnya proses pendampingan agar para peserta mampu berkembang secara bertahap. Ia menyampaikan bahwa peserta diharapkan dapat terus mengasah kemampuan yang telah diperoleh, sehingga pada akhirnya mampu menciptakan produk sendiri maupun membangun merek usaha yang berdiri secara mandiri.
Ia juga menegaskan bahwa program “Perempuan Berdaya” yang diinisiasi oleh YIS merupakan salah satu langkah strategis untuk mendorong pelaku usaha mikro agar naik kelas. Melalui program ini, perempuan yang sebelumnya hanya menjalankan usaha kecil diharapkan dapat berkembang menjadi pelaku usaha yang lebih profesional dan berdaya saing.
Lebih lanjut, peserta pelatihan juga memiliki kesempatan untuk mengikuti program inkubasi bisnis sebagai tahap lanjutan. Dalam tahap ini, mereka akan mendapatkan pendampingan intensif dari para mentor, akses terhadap informasi dan peluang permodalan, serta pembinaan dalam mengembangkan produk agar lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Puncak dari rangkaian program ini direncanakan akan ditampilkan dalam ajang “Demo Day Perempuan Berdaya” yang akan diselenggarakan pada akhir tahun 2026. Pada kesempatan tersebut, para peserta akan diberikan ruang untuk mempresentasikan produk dan hasil pengembangan usaha mereka di hadapan publik maupun pemangku kepentingan di tingkat nasional.
Selain aspek teknis dan bisnis, Sandiaga juga menekankan pentingnya membangun jejaring atau networking dalam dunia usaha. Menurutnya, silaturahmi dan hubungan yang baik antar pelaku usaha dapat membuka banyak peluang baru yang tidak terduga. Ia menyebut bahwa setiap pertemuan dalam dunia bisnis memiliki potensi untuk menjadi pintu rezeki dan kesempatan pengembangan usaha di masa depan.
Melalui pelatihan yang berkelanjutan ini, YIS bersama para mitranya berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mengalami peningkatan rasa percaya diri dalam memulai dan mengembangkan usaha mereka sendiri. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu menjadi individu yang lebih mandiri secara ekonomi.
Pada akhirnya, tujuan utama dari program ini adalah menciptakan lebih banyak perempuan yang berdaya, khususnya ibu rumah tangga, agar tidak hanya mampu menopang ekonomi keluarga, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja baru di lingkungan sekitar mereka.










