Saturday, May 23, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda BERITA UTAMA

Kurang Pasokan, Pabrik Karet Sumsel Terpaksa Impor dari Vietnam

Sri Agustina Editor Sri Agustina
17/01/2022 18:27
in BERITA UTAMA, PALEMBANG, TRANS SUMATRA
A A
Kurang Pasokan, Pabrik Karet Sumsel Terpaksa Impor dari Vietnam

Petani sedang menyadap karet. Harga yang tak stabil bahkan cenderung murah membuat petani tak bergairah menyadap getah karet. (Foto:Dok)

Share on FacebookShare on Twitter

Suma.id: Sebagai daerah dengan perkebunan karet, ternyata sejumlah pabrik karet di Sumatra Selatan (Sumsel) mengalami kekurangan bahan baku berupa bahan olahan karet (bokar), sehingga terpaksa mengimpor dari negara tetangga seperti Vietnam dan Myanmar hingga negara dari Afrika.

Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatra Selatan, Alex K Eddy, mengatakan, kondisi ini sudah terjadi sejak pertengahan 2021 karena pabrik kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku dari petani.

“Ini terpaksa mereka (pengusaha pabrik karet) lakukan demi menjaga kelangsungan bisnis, supaya tidak tutup,” kata Alex, Senin, 17 Januari 2022.

BacaJuga

Harga Emas Antam Hari Ini 6 Mei 2026 Naik Tajam ke Rp2,79 Juta per Gram

Nasib Pemilu 2029 Tanpa Kepastian, TePi Indonesia Desak DPR dan Pemerintah Bahas RUU Pemilu

Polsek Waru Amankan 4 Remaja Pembuat Konten Pocong yang Resahkan Warga

Waspada Cuaca Ekstrem dan Potensi Banjir di Jakarta Awal Mei 2026

Alex mengatakan untuk tetap bertahan, pabrik karet harus mendapatkan pasokan bahan baku yang cukup sesuai dengan kapasitas terpasang dari mesin bahan bakarnya. Sejauh ini, rata-rata pabrik karet di Sumsel hanya mampu memanfaatkan 50-60 kapasitas terpasang.

“Pabrik dengan kapasitas sedang yakni 10 ribu ton per bulan, bisa dikatakan sudah bagus jika mereka bisa mengolah 6.000 ton per bulan. Yang sulit ini pabrik dengan kapasitas 15 ribu ton per bulan, terkadang hanya bisa 9.000 ton per bulan,” kata dia.

Kondisi ini membuat tak banyak pabrik yang mampu bertahan, bahkan Gapkindo Sumsel mencatat terdapat dua pabrik berkapasitas 6.000 ton per bulan sudah gulung tikar. Padahal dua pabrik itu masing-masing memiliki tenaga kerja sekitar 200 orang. Sebagian perusahaan terpaksa memutar otak, mulai dari mengimpor pasokan bahan baku dari luar negeri, efisiensi pabrik, sehingga mengurangi shift kerja karyawan.

Untuk impor bokar ini, negara tidak melarang perusahaan pemilik pabrik karet melakukannya asalkan ketika diekspor sudah dalam bentuk karet spesifikasi teknis (TSR). “Dengan begini saja masih sulit untuk bertahan. Bisa dikatakan untung sangat tipis sekali,” ujar dia.

Tapi ini menjadi pilihan pengusaha demi menghindari kerugian yang lebih besar yakni penalti atas kontrak kerja dari pihak pembeli lantaran tak mampu memenuhi kewajiban.

Jika ini terjadi maka dipastikan buyer (pembeli) akan berpindah ke perusahaan lain, yang mungkin ada di negara lain karena saat ini bukan Indonesia saja yang mengandalkan komoditas karet.

Terkait ini, Gapkindo telah menyampaikan ke pemerintah untuk meminta solusi atas permasalahan ini demi menjaga keberlangsungan sektor perkebunan karet.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan Rudi Arpian mengatakan produksi karet Sumsel mengalami penurunan dari 1,1 juta ton pada 2020 menjadi hanya 900 ribu ton pada 2021.

Penurunan ini diperkirakan disebabkan tiga faktor yakni menurunnya produktivitas kebun karena sudah berusia tua (belum diremajakan), menurunnya gairah petani untuk memanen karena harga yang rendah, hingga pengalihfungsian lahan karet menjadi lahan sawit.

Saat ini harga karet di tingkat petani yang dijual melalui Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar Rp12 ribu per Kilogram (Kg) untuk masa pengeringan satu minggu atau KKK 60 persen. Sementara jika menjual ke tengkulak, petani hanya mendapatkan harga sekitar Rp10 ribu per Kg hingga Rp8.000 per Kg.

“Kami melihat persoalan harga ini yang membuat petani malas menyadap (memanen), karena umumnya mereka juga hanya buruh yang menerapkan sistem bagi hasil dengan pemilik lahan,” kata Rudi. (ANT)

 

Tags: ImporKaretSumsel
Posting Sebelumnya

Harga Minyak Goreng di Palembang Masih Tinggi

Posting berikutnya

Nusantara Jadi Nama Calon Ibu Kota Negara Baru yang Dipilih

Sri Agustina

Sri Agustina

BeritaTerkait

Kasus Narkoba di Sumsel Turun Selama September 2021

Sumsel Peringkat Kedua Pemakai Narkoba Terbanyak di Indonesia

11/08/2023 19:07
Hujan Deras Sebabkan Tanah Longsor di Kabupaten OKU Selatan

Hujan Deras Sebabkan Tanah Longsor di Kabupaten OKU Selatan

18/07/2023 19:52
PUPR Bangun Rusun Santri di Ponpes Banyuasin Dirancang Tipe Barak Mini

PUPR Bangun Rusun Santri di Ponpes Banyuasin Dirancang Tipe Barak Mini

07/07/2023 15:09
Pelajar Tewas dengan 45 Luka Tusuk, Polisi Temukan Pisau Bergagang Kepala Harimau

Pelajar Tewas dengan 45 Luka Tusuk, Polisi Temukan Pisau Bergagang Kepala Harimau

12/06/2023 11:49
Seluruh Penumpang KMP Jembatan Musi Selamat dari Kebanjiran

Seluruh Penumpang KMP Jembatan Musi Selamat dari Kebanjiran

03/06/2023 09:00
Posting berikutnya
Nusantara Jadi Nama Calon Ibu Kota Negara Baru yang Dipilih

Nusantara Jadi Nama Calon Ibu Kota Negara Baru yang Dipilih

Jelang Imlek, Sejumlah Kota di Tiongkok Perketat Pengawasan Covid-19

Jelang Imlek, Sejumlah Kota di Tiongkok Perketat Pengawasan Covid-19

Nama-nama Pemenang Beasiswa OSC Medcom.id Diumumkan 22 Januari

Nama-nama Pemenang Beasiswa OSC Medcom.id Diumumkan 22 Januari

Vaksin Sinovac Diprioritaskan untuk Anak 6-11 Tahun Mulai 2022

76.525 Anak di Babel Telah Divaksinasi Covid-19

RUU Ibu Kota Negara Sah Jadi Undang-Undang

RUU Ibu Kota Negara Sah Jadi Undang-Undang

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Korban Suntik Vaksin Kosong di Kota Medan Lebih dari 1 Anak

932 Nakes di Mukomuko Terima Booster Pertama

09/08/2022 09:47
Basarnas Nias Cari Dua Nelayan yang hilang di laut

Empat Nelayan Aceh yang Ditahan di Thailand Berhasil Dipulangkan

07/08/2022 22:50
Ustaz di Batam Tiba-tiba Diserang saat Berceramah di Masjid

Pemuda Penyerang Ustaz di Batam Diduga Mengidap Gangguan Jiwa

22/09/2021 18:38
Universitas Sriwijaya Gelar KKN saat Pandemi, 2 Mahasiswa Terpapar Covid-19

Universitas Sriwijaya Gelar KKN saat Pandemi, 2 Mahasiswa Terpapar Covid-19

29/06/2021 13:53
Harga Redmi Note 14 5G: Spesifikasi, Fitur Unggulan, dan Penawaran Terbaik

Harga Redmi Note 14 5G: Spesifikasi, Fitur Unggulan, dan Penawaran Terbaik

21/08/2025 11:00
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist