SUMA.ID – Film The Devil Wears Prada 2 berhasil mencuri perhatian industri perfilman global dengan pencapaian box office yang sangat impresif, bahkan menembus angka US$180 juta secara keseluruhan. Kembalinya karakter legendaris Miranda Priestly menjadi salah satu faktor utama yang memicu antusiasme besar dari penonton di berbagai belahan dunia.
Berdasarkan laporan dari The Hollywood Reporter, sekuel ini langsung menunjukkan performa yang kuat sejak hari pertama penayangannya. Pada hari Jumat di kawasan Amerika Utara, film ini berhasil meraup pendapatan sebesar US$32,5 juta, termasuk kontribusi US$10 juta yang berasal dari penayangan pratinjau pada Kamis malam. Angka tersebut menjadi indikasi awal bahwa film ini memiliki daya tarik yang sangat besar di pasar domestik.
Jika dibandingkan dengan film pertamanya yang dirilis sekitar dua dekade lalu, capaian ini tergolong jauh lebih tinggi. Saat itu, The Devil Wears Prada hanya mampu mengumpulkan sekitar US$27,5 juta pada akhir pekan pembukaannya. Dengan tren yang terus menunjukkan peningkatan, para analis industri memprediksi bahwa pendapatan domestik film ini dapat mencapai kisaran US$75 hingga US$80 juta hanya dalam waktu satu akhir pekan.
Kesuksesan tersebut tidak hanya terbatas di Amerika Serikat, tetapi juga meluas ke pasar internasional. Film yang kembali mempertemukan Meryl Streep dan Anne Hathaway ini mencatat pendapatan sebesar US$82,1 juta dari luar negeri hingga hari Jumat. Secara global, total pendapatan film ini telah melampaui angka US$114 juta dalam waktu singkat, bahkan mencetak rekor pembukaan terbesar tahun ini di sejumlah negara seperti Brasil dan Italia. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik cerita dan karakternya tetap relevan di berbagai budaya dan pasar.
Dari sisi alur cerita, sekuel ini menghadirkan dinamika yang lebih kompleks antara Miranda Priestly dan Andy Sachs. Konflik yang diangkat tidak lagi sekadar tentang dunia mode, tetapi juga menyentuh perubahan besar dalam industri media akibat disrupsi digital. Tema ini membuat cerita terasa lebih aktual dan dekat dengan kondisi zaman sekarang, sehingga mampu menjangkau audiens yang lebih luas.
Selain itu, kehadiran kembali karakter-karakter ikonik juga menjadi nilai tambah yang signifikan. Tokoh Emily Charlton yang diperankan oleh Emily Blunt serta Nigel Kipling yang dimainkan oleh Stanley Tucci memberikan sentuhan nostalgia yang kuat bagi para penggemar lama. Di sisi lain, elemen ini juga membantu memperkenalkan dunia The Devil Wears Prada kepada generasi penonton yang baru.
Secara keseluruhan, pencapaian The Devil Wears Prada 2 menjadi bukti bahwa film dengan karakter yang kuat, cerita yang matang, dan relevansi terhadap perkembangan zaman masih memiliki daya saing tinggi di tengah dominasi film-film blockbuster bertema superhero maupun aksi. Kesuksesan ini juga menegaskan bahwa sekuel yang digarap dengan serius dan memperhatikan kualitas narasi mampu melampaui ekspektasi, bahkan menghidupkan kembali popularitas waralaba yang telah lama vakum.















