Monday, May 4, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda BERITA UTAMA

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur karena Kegagalan Sistemik

cecil Editor cecil
04/05/2026 11:50
in BERITA UTAMA
A A
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur karena Kegagalan Sistemik

Kecelakaan kereta di Bekasi Timur

Share on FacebookShare on Twitter

Suma.id – Mantan Komisaris PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), Riza Primadi, memberikan pandangan teknis terkait insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Ia menilai bahwa peristiwa tersebut tidak dapat langsung disimpulkan sebagai kesalahan individu atau sekadar human error.

Menurut Riza, menyalahkan masinis atas dugaan kesalahan pengereman merupakan bentuk penyederhanaan masalah yang terlalu jauh. Ia menegaskan bahwa proses pengereman kereta memiliki tingkat kerumitan tinggi, terutama karena faktor kecepatan dan bobot rangkaian yang besar.

Ia menjelaskan bahwa pada kecepatan sekitar 60 km/jam, kereta membutuhkan jarak pengereman yang cukup panjang, yakni setidaknya sekitar 500 meter. Karena itu, kemampuan masinis dalam mengambil tindakan cepat sangat terbatas oleh kondisi teknis tersebut.

BacaJuga

Sidang Putusan Korupsi LNG Pertamina: Hari Karyuliarto dan Yenni Andayani Divonis Hari Ini

Boraks dan Kontaminasi Bakteri Jadi Penyebab Keracunan MBG Anambas

PDIP akan Usung Pramono-Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024

Harga Emas Antam Naik Pesat Pagi Ini

Dalam keterangannya di Jakarta pada Senin (04/05/2026), Riza juga mempertanyakan istilah “human error” yang kerap digunakan dalam insiden semacam ini. Menurutnya, tanggung jawab tidak bisa hanya dibebankan kepada masinis tanpa melihat faktor sistem yang lebih luas.

Dari sisi teknis, Riza menilai masinis sebenarnya telah berupaya melakukan pengereman darurat secara maksimal. Hal ini terlihat dari kondisi kerusakan yang tidak sampai menghancurkan seluruh rangkaian kereta. Ia menambahkan bahwa kereta jarak jauh memiliki massa yang besar sehingga membutuhkan ruang yang panjang untuk berhenti sepenuhnya. Jika pengereman tidak dilakukan sejak awal, dampak tabrakan bisa jauh lebih parah, bahkan berpotensi melibatkan beberapa rangkaian KRL lainnya.

Riza juga menyoroti persoalan utama pada sistem operasional, yakni masih adanya pencampuran jalur antara Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dan Kereta Rel Listrik (KRL) dalam satu lintasan. Menurutnya, pola operasi kedua jenis kereta yang sangat berbeda—KAJJ dengan kecepatan tinggi dan minim pemberhentian, serta KRL yang berhenti di banyak stasiun—menimbulkan risiko kecelakaan yang tinggi apabila tidak diimbangi sistem pengamanan yang memadai.

Ia mencontohkan perjalanan kereta cepat seperti Argo Bromo Anggrek yang melaju dari Gambir menuju Cirebon, yang memiliki karakteristik sangat berbeda dengan KRL yang berhenti secara intens di berbagai stasiun. Perbedaan kecepatan dan pola operasi ini dinilai dapat menjadi potensi bahaya serius dalam sistem perkeretaapian.

Berdasarkan analisis tersebut, Riza menyimpulkan bahwa kecelakaan di Bekasi Timur merupakan bentuk kegagalan sistem secara keseluruhan, bukan hanya kesalahan operator di lapangan. Ia menegaskan perlunya solusi jangka panjang berupa pemisahan jalur operasional untuk mengurangi risiko tabrakan antara dua jenis layanan kereta yang berbeda.

Ia juga menyebut bahwa penerapan jalur ganda atau Double-Double Track (DDT) kembali menjadi kebutuhan mendesak, terutama di lintasan padat seperti Bekasi Timur, guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Tags: Kecelakaan keretaPT KAIStasiun Bekasi Timur
Posting Sebelumnya

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Penumpang Tewas dan WHO Turun Tangan

Posting berikutnya

cecil

cecil

BeritaTerkait

Dua Kereta Babaranjang Tabrakan di Stasiun Rengas Lamteng

Dua Kereta Babaranjang Tabrakan di Stasiun Rengas Lamteng

07/11/2022 13:44
KAI Divre III Palembang Terapkan Syarat Vaksin Bagi Calon Penumpang

PT KAI Palembang Sediakan Vaksinasi bagi Penumpang

23/09/2021 15:54
Posting berikutnya

Indonesia Peringkat 2 Ketahanan Energi Dunia, Bahlil Ungkap Jurusnya

Indonesia Peringkat 2 Ketahanan Energi Dunia, Bahlil Ungkap Jurusnya

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Waspada, Kasus Kematian Akibat Covid-19 Meningkat

Redam Lonjakan Covid-19, Izin Konser Perlu Diperketat

17/11/2022 20:37
Memilih MicroSD Terbaik untuk Dashcam: Panduan Lengkap untuk Rekaman Berkualitas Tinggi

Memilih MicroSD Terbaik untuk Dashcam: Panduan Lengkap untuk Rekaman Berkualitas Tinggi

15/08/2025 13:00
Surati Menkominfo, Gubernur Aceh Minta Blokir Gim PUBG

Surati Menkominfo, Gubernur Aceh Minta Blokir Gim PUBG

21/10/2021 21:00
FMCBG G20 Tambah Penghimpunan Dana Perantara Pandemi

G20 Analisis Kesenjangan Manufaktur Perkuat Pusat Penelitian Vaksin

29/10/2022 13:11
Peserta Seminar ISMEI di Babel Jalani Tes Swab Antigen

Peserta Seminar ISMEI di Babel Jalani Tes Swab Antigen

04/06/2021 17:03
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist