Tuesday, June 23, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda NASIONAL

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Penumpang Tewas dan WHO Turun Tangan

cecil Editor cecil
04/05/2026 11:37
in NASIONAL
A A
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Penumpang Tewas dan WHO Turun Tangan

Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius tewas akibat wabah hantavirus di Atlantik. (AFP)

Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID – Wabah penyakit yang terjadi di atas kapal pesiar MV Hondius saat melintasi Samudra Atlantik dilaporkan menewaskan tiga penumpang. World Health Organization (WHO) mengonfirmasi bahwa salah satu korban telah dipastikan terinfeksi Hantavirus, yaitu virus yang umumnya ditularkan melalui paparan hewan pengerat, seperti tikus.

Kapal tersebut tengah menjalani pelayaran jarak jauh dari Ushuaia, Argentina, menuju Tanjung Verde. Hingga Minggu (3/5), otoritas kesehatan mencatat satu kasus yang telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium, serta lima kasus lain yang masih dikategorikan sebagai suspek. Artinya, terdapat sejumlah penumpang yang menunjukkan gejala serupa dan masih dalam proses pemantauan lebih lanjut.

Dalam pernyataannya kepada AFP, WHO menjelaskan bahwa dari enam individu yang terdampak wabah ini, tiga di antaranya meninggal dunia. Sementara itu, satu pasien lainnya dilaporkan berada dalam kondisi serius dan tengah menjalani perawatan intensif di Afrika Selatan.

BacaJuga

Penggagalan Penyelundupan Besar di Atlantik, Spanyol Amankan 45 Ton Kokain

Begini Sikap TNI AD terhadap Anggotanya yang Bertindak ‘Koboi’ di Kemang

Wapres Gibran Membuka Layanan Pengaduan WhatsApp dan Kunjungan Istana

PDIP akan Usung Pramono-Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024

Kasus ini bermula dari seorang pria berusia 70 tahun yang pertama kali mengalami gejala saat berada di atas kapal. Kondisinya memburuk dengan cepat hingga akhirnya meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan penanganan lanjutan di darat. Jenazah korban saat ini disimpan di Pulau Saint Helena. Istrinya yang berusia 69 tahun kemudian turut menunjukkan gejala serupa dan segera dievakuasi ke Johannesburg, namun nyawanya juga tidak berhasil diselamatkan. Meski belum ada konfirmasi resmi terkait kewarganegaraan, pasangan tersebut diduga berasal dari Belanda.

Korban lainnya adalah seorang pria berusia 69 tahun berkewarganegaraan Inggris yang juga dievakuasi ke Johannesburg. Hingga kini, ia masih dirawat secara intensif di rumah sakit dan berada dalam pengawasan ketat tim medis.

Pada tahap awal, Kementerian Kesehatan Afrika Selatan sempat mengklasifikasikan kejadian ini sebagai wabah penyakit pernapasan akut yang parah. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dipastikan bahwa pasien yang dirawat positif terinfeksi hantavirus. Virus ini diketahui dapat menyebabkan gejala berat, mulai dari demam berdarah hingga gangguan pernapasan serius yang berpotensi mengancam jiwa.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan bahwa organisasinya kini bekerja sama secara intensif dengan operator kapal serta negara-negara yang terlibat dalam rute pelayaran tersebut. Upaya yang dilakukan meliputi fasilitasi evakuasi medis bagi penumpang yang bergejala, pelaksanaan penilaian risiko secara menyeluruh, serta pemberian dukungan kepada seluruh penumpang dan awak kapal yang terdampak.

WHO juga menegaskan bahwa penularan hantavirus umumnya terjadi akibat kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi, seperti melalui urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Walaupun kasus penularan antarmanusia tergolong jarang, situasi seperti ini tetap memerlukan pengawasan ketat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, terutama di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar.

Kapal MV Hondius sendiri dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions, sebuah perusahaan pelayaran ekspedisi asal Belanda. Kapal ini memiliki kapasitas sekitar 170 penumpang dan 70 awak. Saat ini, kapal dilaporkan berada di perairan dekat Praia, ibu kota Tanjung Verde, sebelum direncanakan melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Canary, Spanyol.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan global, mengingat potensi penyebaran penyakit di ruang terbatas seperti kapal pesiar. Selain itu, kejadian ini juga menyoroti pentingnya deteksi dini, respons cepat, serta koordinasi lintas negara dalam menangani wabah penyakit menular di era mobilitas global yang tinggi.

Tags: WHO
Posting Sebelumnya

Sidang Putusan Korupsi LNG Pertamina: Hari Karyuliarto dan Yenni Andayani Divonis Hari Ini

Posting berikutnya

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur karena Kegagalan Sistemik

cecil

cecil

BeritaTerkait

Ebola Jadi Darurat Internasional, Risiko Penularan dari Jemaah Haji dan Umrah Jadi Sorotan

Ebola Jadi Darurat Internasional, Risiko Penularan dari Jemaah Haji dan Umrah Jadi Sorotan

18/05/2026 13:01
Potensi Sebaran Ebola di Indonesia Sangat Rendah, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Potensi Sebaran Ebola di Indonesia Sangat Rendah, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

18/05/2026 11:48
Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Babel Baru 25,88 Persen

WHO Resmi Mencabut Darurat Covid-19 Global

06/05/2023 16:56
BPOM Dorong Vaksin Merah Putih Didaftarkan ke WHO

BPOM Dorong Vaksin Merah Putih Didaftarkan ke WHO

27/06/2022 21:13
WHO Sebut Omicron Telah Sumbang 500 Ribu Kematian

WHO Sebut Omicron Telah Sumbang 500 Ribu Kematian

09/02/2022 15:38
Posting berikutnya
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur karena Kegagalan Sistemik

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur karena Kegagalan Sistemik

Indonesia Peringkat 2 Ketahanan Energi Dunia, Bahlil Ungkap Jurusnya

Indonesia Peringkat 2 Ketahanan Energi Dunia, Bahlil Ungkap Jurusnya

PSSI Resmikan SUGBK Jadi Venue Persija vs Persib 10 Mei 2026

PSSI Resmikan SUGBK Jadi Venue Persija vs Persib 10 Mei 2026

10 Spot Foto Gunung Lawu Terbaik 2026: Dari Puncak hingga Kaki Gunung

10 Spot Foto Gunung Lawu Terbaik 2026: Dari Puncak hingga Kaki Gunung

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Main Film Tentang Reformasi 98, Jefri Nichol & Chicco Bersyukur 

Main Film Tentang Reformasi 98, Jefri Nichol & Chicco Bersyukur 

30/09/2021 16:59
Free Fire Resmi Berkolaborasi dengan Anime Soul Land (Douluo Dalu) untuk Pengalaman Bermain yang Lebih Seru

Free Fire Resmi Berkolaborasi dengan Anime Soul Land (Douluo Dalu) untuk Pengalaman Bermain yang Lebih Seru

19/10/2025 08:00
GUSDURian Peduli Serahkan Bantuan untuk Korban Terorisme di Sigi

GUSDURian Peduli Serahkan Bantuan untuk Korban Terorisme di Sigi

04/02/2021 13:28
Pengguna Internet Indonesia Tembus 221 Juta, Keamanan Siber Jadi Sorotan

Pengguna Internet Indonesia Tembus 221 Juta, Keamanan Siber Jadi Sorotan

20/08/2025 15:00
Xiaomi SU7: Produksi Mobil Listrik Super Cepat dengan Teknologi Canggih

Xiaomi SU7: Produksi Mobil Listrik Super Cepat dengan Teknologi Canggih

16/09/2025 09:00
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist