Thursday, May 7, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda NASIONAL

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Penumpang Tewas dan WHO Turun Tangan

cecil Editor cecil
04/05/2026 11:37
in NASIONAL
A A
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Penumpang Tewas dan WHO Turun Tangan

Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius tewas akibat wabah hantavirus di Atlantik. (AFP)

Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID – Wabah penyakit yang terjadi di atas kapal pesiar MV Hondius saat melintasi Samudra Atlantik dilaporkan menewaskan tiga penumpang. World Health Organization (WHO) mengonfirmasi bahwa salah satu korban telah dipastikan terinfeksi Hantavirus, yaitu virus yang umumnya ditularkan melalui paparan hewan pengerat, seperti tikus.

Kapal tersebut tengah menjalani pelayaran jarak jauh dari Ushuaia, Argentina, menuju Tanjung Verde. Hingga Minggu (3/5), otoritas kesehatan mencatat satu kasus yang telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium, serta lima kasus lain yang masih dikategorikan sebagai suspek. Artinya, terdapat sejumlah penumpang yang menunjukkan gejala serupa dan masih dalam proses pemantauan lebih lanjut.

Dalam pernyataannya kepada AFP, WHO menjelaskan bahwa dari enam individu yang terdampak wabah ini, tiga di antaranya meninggal dunia. Sementara itu, satu pasien lainnya dilaporkan berada dalam kondisi serius dan tengah menjalani perawatan intensif di Afrika Selatan.

BacaJuga

Penggagalan Penyelundupan Besar di Atlantik, Spanyol Amankan 45 Ton Kokain

Begini Sikap TNI AD terhadap Anggotanya yang Bertindak ‘Koboi’ di Kemang

Wapres Gibran Membuka Layanan Pengaduan WhatsApp dan Kunjungan Istana

PDIP akan Usung Pramono-Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024

Kasus ini bermula dari seorang pria berusia 70 tahun yang pertama kali mengalami gejala saat berada di atas kapal. Kondisinya memburuk dengan cepat hingga akhirnya meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan penanganan lanjutan di darat. Jenazah korban saat ini disimpan di Pulau Saint Helena. Istrinya yang berusia 69 tahun kemudian turut menunjukkan gejala serupa dan segera dievakuasi ke Johannesburg, namun nyawanya juga tidak berhasil diselamatkan. Meski belum ada konfirmasi resmi terkait kewarganegaraan, pasangan tersebut diduga berasal dari Belanda.

Korban lainnya adalah seorang pria berusia 69 tahun berkewarganegaraan Inggris yang juga dievakuasi ke Johannesburg. Hingga kini, ia masih dirawat secara intensif di rumah sakit dan berada dalam pengawasan ketat tim medis.

Pada tahap awal, Kementerian Kesehatan Afrika Selatan sempat mengklasifikasikan kejadian ini sebagai wabah penyakit pernapasan akut yang parah. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dipastikan bahwa pasien yang dirawat positif terinfeksi hantavirus. Virus ini diketahui dapat menyebabkan gejala berat, mulai dari demam berdarah hingga gangguan pernapasan serius yang berpotensi mengancam jiwa.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan bahwa organisasinya kini bekerja sama secara intensif dengan operator kapal serta negara-negara yang terlibat dalam rute pelayaran tersebut. Upaya yang dilakukan meliputi fasilitasi evakuasi medis bagi penumpang yang bergejala, pelaksanaan penilaian risiko secara menyeluruh, serta pemberian dukungan kepada seluruh penumpang dan awak kapal yang terdampak.

WHO juga menegaskan bahwa penularan hantavirus umumnya terjadi akibat kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi, seperti melalui urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Walaupun kasus penularan antarmanusia tergolong jarang, situasi seperti ini tetap memerlukan pengawasan ketat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, terutama di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar.

Kapal MV Hondius sendiri dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions, sebuah perusahaan pelayaran ekspedisi asal Belanda. Kapal ini memiliki kapasitas sekitar 170 penumpang dan 70 awak. Saat ini, kapal dilaporkan berada di perairan dekat Praia, ibu kota Tanjung Verde, sebelum direncanakan melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Canary, Spanyol.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan global, mengingat potensi penyebaran penyakit di ruang terbatas seperti kapal pesiar. Selain itu, kejadian ini juga menyoroti pentingnya deteksi dini, respons cepat, serta koordinasi lintas negara dalam menangani wabah penyakit menular di era mobilitas global yang tinggi.

Tags: WHO
Posting Sebelumnya

Sidang Putusan Korupsi LNG Pertamina: Hari Karyuliarto dan Yenni Andayani Divonis Hari Ini

Posting berikutnya

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur karena Kegagalan Sistemik

cecil

cecil

BeritaTerkait

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Babel Baru 25,88 Persen

WHO Resmi Mencabut Darurat Covid-19 Global

06/05/2023 16:56
BPOM Dorong Vaksin Merah Putih Didaftarkan ke WHO

BPOM Dorong Vaksin Merah Putih Didaftarkan ke WHO

27/06/2022 21:13
WHO Sebut Omicron Telah Sumbang 500 Ribu Kematian

WHO Sebut Omicron Telah Sumbang 500 Ribu Kematian

09/02/2022 15:38
Kasu Covid-19

Ini Fakta Ilmiah Terbaru Omicron dari WHO

26/01/2022 19:00
WHO  Patok Harga Obat Covid-19 Molnupiravir 10 Dolar AS

WHO  Patok Harga Obat Covid-19 Molnupiravir 10 Dolar AS

19/10/2021 21:05
Posting berikutnya
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur karena Kegagalan Sistemik

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur karena Kegagalan Sistemik

Indonesia Peringkat 2 Ketahanan Energi Dunia, Bahlil Ungkap Jurusnya

Indonesia Peringkat 2 Ketahanan Energi Dunia, Bahlil Ungkap Jurusnya

PSSI Resmikan SUGBK Jadi Venue Persija vs Persib 10 Mei 2026

PSSI Resmikan SUGBK Jadi Venue Persija vs Persib 10 Mei 2026

10 Spot Foto Gunung Lawu Terbaik 2026: Dari Puncak hingga Kaki Gunung

10 Spot Foto Gunung Lawu Terbaik 2026: Dari Puncak hingga Kaki Gunung

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Rapat Koordinasi Gubernur Se-Sumatra Sepakati 14 Maklumat

Rapat Koordinasi Gubernur Se-Sumatra Sepakati 14 Maklumat

30/06/2022 20:54
Tanpa Surat Covid-19, Pengendara Dilarang Masuk Bandar Lampung

Tanpa Surat Covid-19, Pengendara Dilarang Masuk Bandar Lampung

09/05/2021 14:12
Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Babel Baru 25,88 Persen

Covid-19 Varian XBB Belum Ditemukan di Palembang

11/11/2022 18:35
Remisi Idulfitri

Kawanan Pencuri Besi Jembatan di Pidie Diamankan

02/10/2022 21:57
iPhone 17 dan iPhone Air Baru Rilis, Langsung Tuai Kritik dari Pengguna

iPhone 17 dan iPhone Air Baru Rilis, Langsung Tuai Kritik dari Pengguna

18/10/2025 13:00
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist