SUMA.ID – Jeong/Kim tampil dominan sejak awal pertandingan dan mampu mengontrol tempo permainan dengan baik. Mereka bahkan berhasil mencetak empat poin beruntun yang membuat mereka menjauh cukup signifikan dengan keunggulan 11-5, sehingga menekan pasangan lawan sejak pertengahan gim.
Memasuki gim kedua, Rachel/Febi mencoba mengubah strategi dengan bermain lebih agresif. Tekanan yang mereka berikan sempat membuahkan hasil positif karena mereka berhasil membalikkan keadaan dan unggul tipis 16-15. Momentum sempat berpihak kepada mereka, dan permainan terlihat lebih seimbang dibandingkan sebelumnya.
Sayangnya, keunggulan tersebut tidak dapat dipertahankan hingga akhir gim. Pada poin-poin krusial, Rachel/Febi kehilangan fokus dan beberapa kesalahan sendiri membuat lawan kembali mengambil alih kendali permainan. Situasi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Jeong/Kim hingga akhirnya Rachel/Febi harus mengakui kekalahan dengan skor 18-21.
Sebelum pertandingan tersebut, tim Indonesia sudah lebih dulu menghadapi situasi sulit setelah Putri Kusuma Wardani harus berhadapan dengan tunggal putri Korea Selatan, An Se Young. Dalam laga tersebut, Putri belum mampu mengimbangi permainan lawan dan harus menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 5-21.
Hasil kurang memuaskan juga dialami oleh pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi. Mereka harus menghadapi perlawanan ketat dari pasangan Korea Selatan Baek Ha Na/Lee So Hee dalam pertandingan yang berlangsung tiga gim. Setelah kalah di gim pertama 16-21, mereka sempat bangkit dengan memenangkan gim kedua 21-19, namun akhirnya kembali tertinggal di gim penentuan dengan skor 15-21.
Di tengah rangkaian hasil tersebut, satu-satunya kabar positif datang dari Thalita Ramadhani Wiryawan. Ia berhasil memberikan tambahan poin untuk Indonesia setelah menundukkan tunggal putri Korea Selatan Sim Yu Jin dalam pertandingan yang sangat ketat. Thalita menunjukkan ketenangan di poin-poin penting dan memenangkan kedua gim dengan skor identik 21-19, 21-19.
Namun secara keseluruhan, hasil akhir tidak berpihak kepada tim Uber Indonesia. Kekalahan ini memastikan bahwa Indonesia kembali gagal meraih gelar pada ajang Piala Thomas dan Piala Uber 2026.
Sebelumnya, tim Thomas Indonesia juga telah lebih dulu tersingkir dari persaingan setelah tidak mampu melewati ketatnya fase grup. Hasil tersebut membuat Indonesia harus kembali menunda harapan untuk membawa pulang gelar dari dua ajang beregu paling bergengsi di dunia bulu tangkis tersebut.










