SUMA.ID – Atlet panjat tebing kebanggaan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, kembali menorehkan prestasi membanggakan di level internasional. Pada ajang IFSC World Climbing Wujiang 2026 yang berlangsung di Wujiang, Tiongkok, Sabtu (9/5), Desak berhasil meraih medali perunggu pada nomor speed individu putri.
Meski sukses naik podium dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang membawa pulang medali dari sektor speed, Desak mengaku belum sepenuhnya puas dengan hasil yang diraihnya. Atlet asal Bali tersebut menilai pencapaian ini masih menjadi bahan evaluasi untuk tampil lebih baik pada kompetisi berikutnya.
Perjalanan Desak menuju podium tidaklah mudah. Ia harus melewati sejumlah pertandingan ketat melawan atlet-atlet terbaik dunia di cabang panjat tebing nomor speed.
Pada babak 16 besar, Desak menghadapi sesama atlet Indonesia, Rajiah Salsabillah. Dalam duel tersebut, Desak tampil lebih cepat dengan catatan waktu 6,36 detik, sementara Rajiah mencatatkan waktu 6,53 detik.
Keberhasilan itu membawa Desak melaju ke babak perempat final. Di fase ini, ia bertemu atlet asal Amerika Serikat, Isis Rothfork. Dengan performa konsisten, Desak berhasil mengamankan kemenangan dan memastikan tempat di semifinal.
Namun langkah menuju final harus terhenti setelah Desak kalah tipis dari atlet Polandia, Aleksandra Kalucka. Dalam pertandingan semifinal tersebut, Desak membukukan waktu 6,33 detik, sedangkan Aleksandra tampil lebih cepat dengan catatan 6,09 detik.
Meski gagal melangkah ke final, Desak mampu bangkit pada perebutan tempat ketiga. Ia tampil impresif saat menghadapi Natalia Kalucka dan berhasil menang dengan waktu 6,17 detik. Sementara lawannya mencatatkan waktu 6,38 detik. Kemenangan itu memastikan medali perunggu untuk Indonesia.
Desak Akui Masih Belum Puas dengan Hasil yang Diraih
Setelah pertandingan usai, Desak mengungkapkan rasa syukurnya atas medali yang berhasil diraih. Namun, ia juga menegaskan bahwa hasil tersebut belum menjadi pencapaian terbaik dalam kariernya.
Menurut Desak, setiap kompetisi menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kualitas latihan dan mental bertanding. Ia berkomitmen untuk memperbaiki performa demi menghadapi turnamen internasional berikutnya.
Sikap rendah hati dan semangat evaluasi yang ditunjukkan Desak menjadi bukti bahwa atlet Indonesia terus berusaha berkembang untuk bersaing di level dunia.
Hasil Nomor Speed Putri dan Putra di IFSC Wujiang 2026
Pada nomor speed putri, medali emas berhasil diraih oleh Aleksandra Kalucka dari Polandia. Sementara medali perak menjadi milik Elizaveta Ivanova yang tampil sebagai Atlet Netral Perorangan (AIN).
Di sektor putra, Indonesia belum berhasil menyumbangkan medali. Dari lima atlet yang diturunkan, pencapaian terbaik diraih oleh Raharjati Nursamsa dan Veddriq Leonardo yang berhasil mencapai babak perempat final atau delapan besar.
Meski belum berhasil meraih podium di kategori putra, performa para atlet Indonesia tetap menunjukkan potensi besar untuk bersaing dalam kompetisi panjat tebing internasional di masa mendatang.
Keberhasilan Desak Made Rita membawa pulang medali perunggu menjadi kabar positif bagi perkembangan olahraga panjat tebing Indonesia. Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa atlet Indonesia masih mampu bersaing dengan para pemanjat terbaik dunia.
Dengan persiapan dan latihan yang lebih matang, peluang Indonesia untuk meraih hasil lebih besar pada ajang-ajang internasional berikutnya tentu masih terbuka lebar. Dukungan masyarakat juga menjadi faktor penting agar para atlet semakin termotivasi mengharumkan nama bangsa di pentas dunia.











