SUMA.ID – Persija takluk dari Persib dengan skor 1-2 dalam laga El Clasico Indonesia. Mauricio Souza menilai Persija tampil dominan meski gagal memanfaatkan banyak peluang.
Persija Takluk dari Persib, Mauricio Souza Nilai Macan Kemayoran Lebih Layak Menang
Persija takluk dari Persib Bandung dalam pertandingan panas bertajuk El Clasico Indonesia pada lanjutan Super League 2025/26. Duel yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5), berakhir dengan kemenangan Persib Bandung dengan skor tipis 2-1.
Hasil ini sekaligus memastikan langkah Persija Jakarta dalam perburuan gelar juara musim ini resmi terhenti. Kekalahan tersebut menjadi pukulan besar bagi Macan Kemayoran yang sebelumnya masih menjaga asa untuk bersaing di papan atas klasemen.
Meski gagal meraih poin, pelatih Persija Mauricio Souza tetap memberikan pembelaan terhadap penampilan anak asuhnya. Menurut pelatih asal Brasil tersebut, Persija sebenarnya tampil lebih dominan dibandingkan Persib sepanjang pertandingan.
Ia menilai timnya mampu menguasai jalannya laga dan menciptakan jauh lebih banyak peluang. Namun, lemahnya penyelesaian akhir menjadi faktor utama yang membuat Persija harus menerima kekalahan pahit dari rival abadinya tersebut.
Persija Takluk dari Persib Meski Kuasai Jalannya Laga
Sejak awal pertandingan, Persija tampil agresif dan langsung mengambil inisiatif serangan. Macan Kemayoran terlihat percaya diri dalam membangun permainan dan beberapa kali berhasil menekan lini pertahanan Persib Bandung.
Usaha Persija akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-19 melalui gol yang dicetak Alaaeddine Ajaraie. Gol tersebut membuat Persija sempat unggul lebih dulu dan mengendalikan tempo permainan.
Namun keunggulan itu tidak berlangsung lama. Persib Bandung menunjukkan efektivitas tinggi saat mendapatkan peluang menyerang.
Adam Alis menjadi pemain kunci kemenangan Maung Bandung setelah berhasil mencetak dua gol masing-masing pada menit ke-28 dan menit ke-37. Dua gol tersebut membalikkan keadaan sekaligus membuat Persib unggul 2-1 hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Persija terus mencoba menekan demi mencari gol penyeimbang. Sejumlah peluang berhasil tercipta, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
Mauricio Souza Soroti Dominasi Persija
Usai pertandingan, Mauricio Souza mengungkapkan rasa kecewanya terhadap hasil akhir laga. Meski kalah, ia tetap mengapresiasi kerja keras para pemain Persija yang dinilai sudah tampil sesuai instruksi.
Souza menegaskan bahwa secara statistik Persija jauh lebih unggul dibandingkan Persib Bandung. Ia menyebut timnya berhasil menciptakan 19 peluang sepanjang pertandingan, sedangkan Persib hanya memiliki tujuh peluang.
Menurutnya, dominasi tersebut seharusnya bisa membawa Persija meraih kemenangan dalam laga sebesar El Clasico Indonesia.
“Kami bermain lebih baik dibandingkan Persib. Statistik menunjukkan kami lebih dominan dan punya banyak peluang. Seharusnya kami bisa memenangkan pertandingan ini,” ujar Souza dalam konferensi pers usai laga.
Meski demikian, pelatih asal Brasil itu juga mengakui adanya kesalahan di lini belakang yang menjadi penyebab utama kekalahan timnya. Ia menilai para pemain kehilangan fokus pada momen-momen penting sehingga Persib mampu memanfaatkan peluang dengan baik.
“Kami membuat kesalahan yang tidak seharusnya terjadi. Dalam pertandingan besar seperti ini, detail kecil sangat menentukan hasil akhir,” tambahnya.
Penyelesaian Akhir Jadi Pekerjaan Rumah Persija
Selain masalah pertahanan, buruknya penyelesaian akhir juga menjadi sorotan dalam pertandingan tersebut. Gelandang Persija Fabio Calonego mengakui bahwa timnya kesulitan mengonversi peluang menjadi gol.
Menurut Fabio, dominasi permainan tidak akan berarti jika sebuah tim gagal memaksimalkan kesempatan yang ada di depan gawang lawan.
“Kami menciptakan banyak peluang, tetapi kurang efektif dalam penyelesaian akhir. Itu yang membuat kami kalah hari ini,” kata Fabio.
Masalah finishing memang beberapa kali menjadi kendala bagi Persija sepanjang musim ini. Meski mampu bermain agresif dan menguasai pertandingan, Macan Kemayoran kerap gagal memanfaatkan peluang emas yang didapatkan.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Persija kesulitan bersaing secara konsisten dalam perebutan gelar juara musim ini.
Persib Semakin Kokoh di Puncak Klasemen
Kemenangan atas Persija membuat Persib Bandung semakin nyaman di posisi puncak klasemen Super League 2025/26. Tambahan tiga poin menjadi modal penting bagi Maung Bandung untuk semakin dekat dengan trofi juara musim ini.
Di sisi lain, kekalahan membuat Persija Jakarta tertahan di peringkat ketiga dengan koleksi 65 poin. Selisih angka yang semakin jauh membuat peluang Persija mengejar gelar juara resmi tertutup.
Meski gagal meraih kemenangan, laga El Clasico Indonesia kali ini tetap menyajikan pertandingan berkualitas tinggi dengan tensi panas khas rivalitas Persija dan Persib.
Pertandingan ini kembali membuktikan bahwa duel dua tim besar Indonesia tersebut selalu menjadi perhatian utama pecinta sepak bola nasional.
Dengan kompetisi yang semakin mendekati akhir musim, Persib kini berada di jalur terbaik menuju gelar juara, sementara Persija harus segera bangkit demi mengamankan posisi terbaik di klasemen akhir.









