TANGERANG (Suma.id) – Kerinduan mendalam para Hammerhead (sebutan fans Hammersonic) selama satu setengah dekade akhirnya terobati. Unit metalcore kenamaan asal Australia, Parkway Drive, tampil beringas sebagai penutup hari pertama gelaran Hammersonic Festival 2026: Decade of Dominion di NICE PIK2, Sabtu (2/5) malam.
Aksi Panggung yang Teatrikal dan Panas
Tepat pukul 23.00 WIB, Winston McCall dkk langsung memacu adrenalin ribuan penonton lewat lagu pembuka “Glitch” yang disusul tanpa ampun oleh trek “Prey”. Tidak hanya mengandalkan kualitas audio yang solid, Parkway Drive juga menyuguhkan aksi panggung kelas dunia lengkap dengan efek kobaran api (pyrotechnics) yang menambah dramatis suasana malam itu.
Beberapa poin menarik dari penampilan mereka antara lain:
Interaksi Lokal: Winston McCall menyapa penonton menggunakan bahasa Indonesia, yang seketika memicu histeria massa.
Energi Tropis: Meski sempat mengeluhkan cuaca lembap yang membuatnya gerah, Winston memuji semangat gila penonton Indonesia yang menurutnya sangat luar biasa.
Antusiasme Moshpit: Lagu-lagu seperti “Cemetery Bloom”, “Vice Grip”, dan “Crushed” sukses menjaga tensi moshpit tetap membara meski penonton sudah berada di lokasi sejak siang hari.
Evolusi dari Senayan ke Panggung Utama PIK2
Kehadiran mereka di Hammersonic 2026 merupakan sebuah catatan sejarah. Mengingat kembali memori tahun 2011, Parkway Drive pertama kali menyambangi Jakarta dalam acara JakCloth di Senayan dengan skala panggung yang jauh lebih sederhana.
“Transformasi mereka dari band pendamping di festival fesyen lokal menjadi headliner festival metal internasional membuktikan posisi mereka sebagai penguasa baru di skena musik keras dunia.”
Konser ditutup dengan sangat megah lewat lagu “Wild Eyes”. Seluruh area NICE PIK2 bergetar saat ribuan orang melakukan koor massal mengikuti melodi gitar ikonik lagu tersebut, menandai berakhirnya malam pertama festival dengan klimaks yang sempurna.
caption : Parkway Drive di Hammersonic 2026 (Foto: Medcom/Basuki)















