SUMA.ID – Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, menegaskan bahwa timnya berada dalam kondisi siap tempur untuk menjalani pertandingan pertama Grup B Piala Asia U-17 2026. Pada laga pembuka tersebut, Garuda Muda akan langsung menghadapi tantangan berat melawan Tiongkok, salah satu tim yang dikenal memiliki kualitas dan disiplin permainan tinggi di level Asia.
Menurut Kurniawan, pertandingan perdana ini memiliki arti yang sangat penting karena akan memengaruhi kepercayaan diri tim dalam menjalani laga-laga berikutnya. Oleh karena itu, ia bersama jajaran pelatih menaruh perhatian besar pada persiapan teknis maupun mental para pemain agar mampu tampil maksimal sejak menit awal.
Ia mengungkapkan bahwa seluruh tim telah melakukan evaluasi secara menyeluruh setelah menjalani serangkaian program persiapan dan uji coba. Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar untuk memperbaiki berbagai kekurangan, baik dari segi organisasi permainan, transisi antar lini, hingga efektivitas dalam memanfaatkan peluang. Fokus utama saat ini adalah mematangkan taktik khusus yang dirancang untuk meredam kekuatan Tiongkok sekaligus memaksimalkan potensi yang dimiliki para pemain Indonesia.
Kurniawan juga menekankan pentingnya pemahaman pemain terhadap instruksi strategi. Ia menilai perkembangan anak asuhnya cukup menggembirakan, terutama setelah menjalani laga uji coba melawan Arab Saudi. Dalam pertandingan tersebut, para pemain dinilai mulai mampu menerapkan skema permainan yang diinginkan tim pelatih, baik dalam situasi menyerang maupun bertahan. Hal ini menjadi modal positif yang diharapkan bisa terus ditingkatkan menjelang laga resmi.
Pertandingan melawan Tiongkok sendiri dijadwalkan berlangsung pada 5 Mei di King Abdullah Sports City Training Stadium. Bermain di stadion tersebut, Indonesia diperkirakan akan menghadapi tekanan besar, baik dari kualitas lawan maupun atmosfer pertandingan. Meski demikian, Kurniawan tetap optimistis timnya mampu memberikan perlawanan terbaik jika para pemain dapat menjaga fokus dan disiplin sepanjang laga.
Grup B dalam turnamen ini memang disebut sebagai salah satu grup paling kompetitif. Selain Tiongkok, Indonesia juga harus bersaing dengan Jepang dan Qatar, dua tim yang memiliki reputasi kuat di kancah sepak bola Asia. Kondisi ini membuat setiap pertandingan menjadi sangat krusial, karena kesalahan kecil saja bisa berdampak besar terhadap peluang lolos ke fase berikutnya.
Kurniawan menyadari bahwa persaingan yang ketat ini menuntut konsistensi tinggi dari para pemain. Ia menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk lengah, terutama pada laga pembuka. Konsentrasi penuh, kerja sama tim, serta keberanian dalam mengambil keputusan di lapangan menjadi faktor kunci yang harus dimiliki oleh seluruh pemain.
Setelah menghadapi Tiongkok, perjalanan Indonesia di fase grup akan berlanjut dengan menghadapi Qatar pada 9 Mei. Laga tersebut diprediksi tidak kalah sulit, mengingat Qatar dikenal memiliki permainan yang cepat dan terorganisir. Selanjutnya, Indonesia akan menutup fase grup dengan menghadapi Jepang pada 12 Mei, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia di berbagai kelompok usia.
Dengan jadwal yang padat dan lawan-lawan tangguh, Kurniawan berharap para pemain dapat menjaga kondisi fisik sekaligus mental agar tetap stabil sepanjang turnamen. Ia juga menaruh harapan besar pada dukungan masyarakat Indonesia, yang diyakini dapat menjadi sumber motivasi tambahan bagi para pemain muda untuk tampil lebih percaya diri.
Melalui persiapan yang matang, evaluasi yang berkelanjutan, serta semangat juang yang tinggi, Timnas U-17 Indonesia diharapkan mampu memberikan penampilan terbaiknya dan mencatatkan hasil positif di Piala Asia U-17 2026. Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian kemampuan, tetapi juga kesempatan bagi para pemain muda untuk menunjukkan potensi mereka di level internasional.











