Thursday, July 16, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE KESEHATAN

Diabetes Remaja Meningkat di Indonesia, Obesitas dan Gaya Hidup Tidak Sehat Jadi Pemicu Utama

Diabetes Remaja Meningkat di Indonesia, Obesitas dan Gaya Hidup Tidak Sehat Jadi Pemicu Utama

cecil Editor cecil
28/06/2026 09:23
in KESEHATAN
A A
Diabetes Remaja Meningkat di Indonesia, Obesitas dan Gaya Hidup Tidak Sehat Jadi Pemicu Utama

Kasus diabetes pada remaja di Indonesia melonjak signifikan.(Dok. Universitas Airlangga)

Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID – Diabetes remaja meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Jika dahulu diabetes lebih banyak ditemukan pada kelompok usia dewasa, kini penyakit tersebut semakin sering menyerang anak-anak dan remaja. Kondisi ini tidak hanya mengkhawatirkan karena jumlah kasus yang terus bertambah, tetapi juga karena risiko komplikasi yang dapat muncul sejak usia muda.

Peningkatan kasus diabetes pada generasi muda erat kaitannya dengan perubahan pola hidup masyarakat modern. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula, makanan cepat saji, serta kurangnya aktivitas fisik menjadi kombinasi yang mendorong meningkatnya angka obesitas pada anak dan remaja. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu resistensi insulin yang menjadi pintu masuk terjadinya diabetes tipe 2.

Berdasarkan data tahun 2025, jumlah anak yang menjalani perawatan akibat diabetes tipe 1 mencapai 1.948 kasus. Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup tajam dibandingkan periode 2017 hingga 2019 yang mencatat sebanyak 1.249 kasus. Dari keseluruhan pasien, sekitar 58 persen merupakan anak perempuan, sedangkan 42 persen lainnya adalah anak laki-laki.

BacaJuga

Chia Seeds vs Flaxseeds, Mana Superfood dengan Kandungan Serat Lebih Tinggi?

Apakah Uban Prematur Berbahaya? Kenali Penyebab dan Risiko Kesehatannya

Putusan MK UU Kesehatan Dukung Langkah Kemenkes Tangani Wabah dan KLB

Gejala Kebocoran Katup Jantung yang Harus Diwaspadai Sejak Dini

Meski diabetes tipe 1 masih menjadi perhatian, tenaga kesehatan kini juga mewaspadai lonjakan kasus diabetes tipe 2 yang mulai banyak ditemukan pada kelompok usia muda. Fenomena ini menjadi sinyal bahwa pola hidup modern telah memberikan dampak besar terhadap kesehatan anak-anak Indonesia.

Diabetes Remaja Meningkat Akibat Obesitas dan Pola Hidup Modern

Kementerian Kesehatan mencatat bahwa sekitar 50 hingga 80 persen kasus diabetes tipe 2 pada anak berkaitan langsung dengan obesitas. Kelebihan berat badan menyebabkan tubuh mengalami gangguan dalam menggunakan insulin secara efektif. Akibatnya, kadar gula dalam darah menjadi sulit dikendalikan dan berisiko berkembang menjadi diabetes.

Saat ini, pola konsumsi anak dan remaja telah banyak berubah. Makanan cepat saji, camilan tinggi kalori, minuman berpemanis, serta berbagai produk kemasan menjadi bagian dari menu harian yang sulit dihindari. Di sisi lain, aktivitas fisik semakin berkurang karena banyak waktu dihabiskan di depan layar gawai, komputer, maupun televisi.

Kondisi tersebut menciptakan ketidakseimbangan antara asupan energi dan pembakaran kalori. Akibatnya, berat badan meningkat secara bertahap hingga memicu obesitas. Jika tidak segera ditangani, obesitas dapat menyebabkan resistensi insulin yang menjadi faktor utama munculnya diabetes tipe 2.

Dokter Yulisnawati menegaskan bahwa meningkatnya angka obesitas pada remaja harus menjadi perhatian seluruh pihak. Menurutnya, prevalensi diabetes tipe 2 kini semakin mendekati jumlah kasus diabetes tipe 1. Hal ini menunjukkan bahwa risiko diabetes tidak lagi terbatas pada faktor genetik, tetapi juga dipengaruhi secara kuat oleh gaya hidup sehari-hari.

Gejala Diabetes pada Anak dan Remaja yang Sering Diabaikan

Salah satu tantangan terbesar dalam menangani diabetes pada anak adalah keterlambatan diagnosis. Banyak orang tua yang tidak menyadari gejala awal penyakit ini karena dianggap sebagai kondisi biasa.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Sering merasa haus meskipun sudah banyak minum.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat, terutama pada malam hari.
  • Mudah lapar namun berat badan justru menurun tanpa sebab yang jelas.
  • Tubuh mudah lelah dan kurang bertenaga.
  • Penglihatan menjadi kabur atau tidak fokus.
  • Muncul perubahan warna kulit menjadi lebih gelap pada area lipatan tubuh seperti leher dan ketiak yang dapat menjadi tanda resistensi insulin.
  • Pada diabetes tipe 1, anak dapat mengalami kebiasaan mengompol kembali meskipun sebelumnya sudah tidak mengalaminya.
  • Perubahan suasana hati yang lebih mudah marah atau sensitif.

Jika gejala-gejala tersebut muncul secara bersamaan dan berlangsung dalam waktu tertentu, orang tua sebaiknya segera membawa anak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Faktor Genetik dan Lingkungan Sama-Sama Berpengaruh

Selain pola hidup yang tidak sehat, faktor genetik juga memiliki peran dalam meningkatkan risiko diabetes pada anak dan remaja. Anak yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat diabetes cenderung memiliki peluang lebih besar untuk mengalami kondisi serupa.

Namun demikian, para ahli menilai bahwa faktor lingkungan tetap menjadi kunci utama yang dapat dikendalikan. Pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, serta pengawasan orang tua terhadap kebiasaan anak dapat membantu mengurangi risiko meskipun terdapat faktor keturunan.

Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Edukasi mengenai pentingnya menjaga berat badan ideal dan mengurangi konsumsi gula perlu diterapkan secara konsisten dalam lingkungan keluarga.

Peran Orang Tua Menjadi Kunci Pencegahan

Keluarga memiliki peran penting dalam mencegah meningkatnya kasus diabetes pada anak dan remaja. Orang tua dapat memulai langkah sederhana dengan membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, memperbanyak asupan buah dan sayuran, serta memastikan anak memiliki waktu yang cukup untuk beraktivitas fisik setiap hari.

Selain itu, membangun kebiasaan olahraga bersama keluarga juga dapat menjadi cara efektif untuk menjaga kesehatan anak sekaligus mempererat hubungan antaranggota keluarga. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, atau bermain di luar rumah dapat membantu menjaga berat badan tetap ideal.

Pemantauan rutin terhadap pertumbuhan dan berat badan anak juga penting dilakukan agar risiko obesitas dapat diketahui lebih awal. Dengan deteksi dini dan perubahan pola hidup yang tepat, risiko diabetes pada usia muda dapat ditekan secara signifikan.

Kesimpulan

Meningkatnya kasus diabetes pada anak dan remaja menjadi peringatan serius bagi masyarakat Indonesia. Lonjakan angka obesitas, konsumsi makanan tinggi gula, serta minimnya aktivitas fisik menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan kasus tersebut. Meski faktor genetik turut berperan, gaya hidup sehat tetap menjadi langkah pencegahan paling efektif.

Kesadaran orang tua dalam mengawasi pola makan, aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan anak menjadi kunci penting untuk menekan tren peningkatan diabetes pada generasi muda. Dengan upaya pencegahan yang dilakukan sejak dini, anak-anak Indonesia dapat tumbuh lebih sehat dan terhindar dari risiko komplikasi diabetes di masa depan.

Tags: DiabetesAnakDiabetesRemajaMeningkatDiabetesTipe2KesehatanAnakKesehatanKeluargaObesitasRemajaPencegahanDiabetesPolaHidupSehat
Posting Sebelumnya

Pesta Timuran 2026: Festival Musik Indonesia Timur di Jakarta Hadirkan Perayaan Budaya dan Musik Kolaboratif

Posting berikutnya

5 HP Samsung Terlaris di Dunia Q1 2026, Galaxy A-Series Kuasai Pasar Global

cecil

cecil

BeritaTerkait

Manfaat Aktivitas Fisik Anak Saat Liburan, Bau Matahari Ternyata Punya Dampak Positif

Manfaat Aktivitas Fisik Anak Saat Liburan, Bau Matahari Ternyata Punya Dampak Positif

11/07/2026 11:29
Risiko Demensia Akibat Sering Melewatkan Sarapan, Ini Temuan Studi Terbaru

Risiko Demensia Akibat Sering Melewatkan Sarapan, Ini Temuan Studi Terbaru

10/07/2026 15:57
Dampak Sering Minum Kopi Kekinian: Kenali Risiko bagi Kesehatan Sebelum Terlambat

Dampak Sering Minum Kopi Kekinian: Kenali Risiko bagi Kesehatan Sebelum Terlambat

02/07/2026 13:17
Manfaat Aktivitas Luar Ruangan untuk Kesehatan Mata Anak, Cukup 2 Jam Sehari

Manfaat Aktivitas Luar Ruangan untuk Kesehatan Mata Anak, Cukup 2 Jam Sehari

22/06/2026 10:32
Bahaya Tikus di Rumah: Ancaman Penyakit Mematikan dan Pentingnya Pest Control Profesional

Bahaya Tikus di Rumah: Ancaman Penyakit Mematikan dan Pentingnya Pest Control Profesional

18/06/2026 13:22
Posting berikutnya
5 HP Samsung Terlaris di Dunia Q1 2026, Galaxy A-Series Kuasai Pasar Global

5 HP Samsung Terlaris di Dunia Q1 2026, Galaxy A-Series Kuasai Pasar Global

Lirik Lagu DNA (More Than A Game): Makna Lagu Resmi Piala Dunia 2026 yang Penuh Semangat dan Persatuan

Lirik Lagu DNA (More Than A Game): Makna Lagu Resmi Piala Dunia 2026 yang Penuh Semangat dan Persatuan

Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Bukti Pembinaan Atlet Muda Indonesia Semakin Berkualitas

Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Bukti Pembinaan Atlet Muda Indonesia Semakin Berkualitas

Galaksi Kerdil Sextans Tercabik Menjadi Dua, Astronom Ungkap Proses Kanibalisme Galaksi di Dekat Bima Sakti

Galaksi Kerdil Sextans Tercabik Menjadi Dua, Astronom Ungkap Proses Kanibalisme Galaksi di Dekat Bima Sakti

Mimisan saat Flu: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Harus ke Dokter

Mimisan saat Flu: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Harus ke Dokter

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Polres Aceh Timur Awasi Jalur Tikus di Sepanjang Pesisir

Polres Aceh Timur Awasi Jalur Tikus di Sepanjang Pesisir

26/04/2021 21:33
Bengkulu Upayakan Bandara Fatmawati Soekarno Menuju Internasional

Bengkulu Upayakan Bandara Fatmawati Soekarno Menuju Internasional

15/01/2023 21:21
Positif Covid-19, Gubernur Aceh Nova Iriansyah Bekerja Daring

Positif Covid-19, Gubernur Aceh Nova Iriansyah Bekerja Daring

02/06/2021 15:49
Dinsos Mukomuko Bengkulu Larang ODGJ Dipasung

Dinsos Mukomuko Bengkulu Larang ODGJ Dipasung

25/11/2022 22:11
Melambat, Simpanan Dana Masyarakat di Bank Capai Rp6.708,3 Triliun

UMP 2022 Bangka Belitung NaikTipis Jadi Rp3.230.022 

18/11/2021 11:56
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist