Thursday, July 16, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE TEKNOLOGI

Galaksi Kerdil Sextans Tercabik Menjadi Dua, Astronom Ungkap Proses Kanibalisme Galaksi di Dekat Bima Sakti

Galaksi Kerdil Sextans Tercabik Menjadi Dua, Astronom Ungkap Proses Kanibalisme Galaksi di Dekat Bima Sakti

cecil Editor cecil
28/06/2026 10:53
in TEKNOLOGI
A A
Galaksi Kerdil Sextans Tercabik Menjadi Dua, Astronom Ungkap Proses Kanibalisme Galaksi di Dekat Bima Sakti

Sebuah studi baru menunjukkan bintang-bintang di dalam Awan Magellan Kecil ditarik terpisah oleh tarikan gravitasi dari saudaranya yang lebih besar, Awan Magellan Besar.(ESO/VISTA VMC/ AIP/ S. Vijayasree)

Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID – Galaksi Kerdil Sextans Tercabik Menjadi Dua menjadi salah satu temuan astronomi paling menarik yang berhasil diungkap para ilmuwan dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena kosmik ini terjadi di pinggiran Galaksi Bima Sakti dan memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana galaksi-galaksi kecil dapat hancur akibat pengaruh gravitasi dari objek lain yang berada di sekitarnya.

Penemuan tersebut tidak hanya memperlihatkan proses penghancuran sebuah galaksi kerdil, tetapi juga membantu para astronom memahami bagaimana galaksi besar seperti Bima Sakti tumbuh dan berkembang selama miliaran tahun. Dengan menggunakan teknologi pengamatan modern, para peneliti menemukan bahwa Galaksi Sextans saat ini sedang mengalami proses disintegrasi atau perpecahan yang sangat jelas.

Fenomena ini dianggap sebagai bukti langsung bahwa proses penggabungan dan “kanibalisme galaksi” masih terus berlangsung di alam semesta hingga saat ini.

BacaJuga

Robot Penjelajah NASA Semakin Canggih, Rover Baru Tempuh 26 Km dan Siap Jelajahi Mars serta Bulan

10 Game Poki Terpopuler 2026 yang Gratis dan Wajib Dicoba Pecinta Browser Gaming

Karantina di Bulan NASA Diusulkan Peneliti untuk Lindungi Bumi dari Kontaminasi Luar Angkasa

Fungsi Mode Pesawat di HP, Manfaat dan Waktu Terbaik untuk Mengaktifkannya

Galaksi Kerdil Sextans Tercabik Menjadi Dua Akibat Tarikan Gravitasi

Galaksi Sextans merupakan salah satu galaksi kerdil yang berada relatif dekat dengan Bima Sakti. Lokasinya diperkirakan berjarak sekitar 280.000 tahun cahaya dari Bumi. Meski terdengar sangat jauh, dalam skala kosmik jarak tersebut masih tergolong dekat.

Sebagai galaksi kerdil, Sextans memiliki massa yang jauh lebih kecil dibandingkan galaksi spiral besar seperti Bima Sakti. Karena ukurannya yang kecil, Sextans menjadi lebih rentan terhadap pengaruh gravitasi dari objek-objek di sekitarnya.

Berdasarkan hasil penelitian terbaru, para astronom menemukan bahwa Sextans sedang mengalami tekanan gravitasi yang sangat kuat dari galaksi pendamping di dekatnya, yaitu Sextans B. Tarikan gravitasi tersebut secara perlahan menarik material bintang dan gas dari dalam Sextans ke arah yang berbeda.

Akibatnya, struktur galaksi yang sebelumnya relatif stabil kini mulai terpecah menjadi dua bagian besar. Para peneliti bahkan menemukan adanya jembatan bintang dan aliran material yang membentang di antara kedua galaksi tersebut.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa Sextans sedang berada dalam tahap akhir proses kehancurannya.

Apa Itu Kanibalisme Galaksi?

Dalam dunia astronomi, istilah “kanibalisme galaksi” digunakan untuk menggambarkan proses ketika sebuah galaksi menyerap atau menghancurkan galaksi lain yang lebih kecil melalui pengaruh gravitasi.

Meskipun terdengar menyeramkan, proses ini sebenarnya merupakan bagian normal dari evolusi alam semesta. Banyak galaksi besar terbentuk melalui serangkaian tabrakan dan penggabungan dengan galaksi yang lebih kecil selama miliaran tahun.

Ketika dua galaksi saling mendekat, gaya gravitasi dapat menarik bintang, gas, dan materi lainnya keluar dari galaksi yang lebih kecil. Seiring waktu, galaksi yang lebih kecil kehilangan bentuk aslinya hingga akhirnya menyatu dengan galaksi yang lebih besar.

Proses serupa diyakini telah berulang kali terjadi dalam sejarah pembentukan Bima Sakti. Oleh karena itu, pengamatan terhadap Sextans memberikan kesempatan langka bagi ilmuwan untuk menyaksikan salah satu tahapan proses tersebut secara langsung.

Mengapa Galaksi Kerdil Sangat Penting bagi Ilmu Astronomi?

Galaksi kerdil seperti Sextans memiliki nilai ilmiah yang sangat tinggi. Para astronom sering menyebutnya sebagai “fosil hidup” alam semesta karena galaksi-galaksi ini menyimpan jejak kondisi kosmik pada masa awal pembentukan galaksi.

Sebagian besar galaksi kerdil terdiri atas bintang-bintang tua yang memiliki kandungan unsur berat relatif rendah. Selain itu, objek ini juga diyakini mengandung materi gelap atau dark matter dalam jumlah besar.

Materi gelap merupakan salah satu misteri terbesar dalam dunia astronomi modern. Walaupun tidak dapat dilihat secara langsung, keberadaannya dapat diketahui melalui pengaruh gravitasi yang ditimbulkannya terhadap objek lain.

Dengan mempelajari galaksi kerdil yang sedang mengalami penghancuran seperti Sextans, ilmuwan dapat memperoleh informasi baru mengenai distribusi materi gelap dan perannya dalam evolusi galaksi.

Membantu Mengungkap Sejarah Bima Sakti

Temuan terbaru ini juga berperan penting dalam memahami bagaimana Bima Sakti berkembang menjadi galaksi besar yang kita kenal saat ini.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa galaksi besar tidak terbentuk secara instan. Sebaliknya, mereka tumbuh secara bertahap melalui penggabungan dengan berbagai galaksi kecil yang berada di sekitarnya.

Sisa-sisa penggabungan tersebut masih dapat ditemukan dalam bentuk gugusan bintang, aliran materi, maupun struktur unik yang tersebar di halo Bima Sakti.

Dengan mengamati proses kehancuran Sextans secara rinci, para ilmuwan dapat menyusun kembali sejarah pembentukan galaksi kita dan memahami mekanisme yang membentuk struktur alam semesta modern.

Penemuan yang Membuka Jendela Baru Alam Semesta

Pengamatan terhadap Galaksi Sextans memberikan bukti nyata bahwa alam semesta masih terus berubah dan berevolusi hingga saat ini. Meskipun berlangsung dalam rentang waktu yang sangat panjang, proses penghancuran dan penggabungan galaksi merupakan bagian penting dari siklus kehidupan kosmik.

Teknologi observasi yang semakin canggih memungkinkan para astronom melihat fenomena-fenomena yang sebelumnya sulit terdeteksi. Temuan ini juga menunjukkan bahwa masih banyak misteri di sekitar Bima Sakti yang menunggu untuk diungkap.

Kesimpulan

Galaksi Kerdil Sextans yang tercabik menjadi dua memberikan gambaran langsung mengenai proses kanibalisme galaksi yang masih berlangsung di alam semesta. Tarikan gravitasi dari galaksi tetangganya menyebabkan struktur Sextans perlahan hancur dan kehilangan bentuk aslinya.

Selain menjadi fenomena astronomi yang spektakuler, penemuan ini juga membantu para ilmuwan memahami sejarah pembentukan Bima Sakti, peran materi gelap, serta mekanisme evolusi galaksi selama miliaran tahun. Dengan terus berkembangnya teknologi pengamatan luar angkasa, berbagai rahasia alam semesta yang selama ini tersembunyi berpotensi terungkap lebih jelas di masa mendatang.

Tags: AstronomiBimaSaktiGalaksiKerdilSextansKanibalismeGalaksiLuarAngkasaMateriGelapPenemuanAstronomiTerbaruSainsAntariksa
Posting Sebelumnya

Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Bukti Pembinaan Atlet Muda Indonesia Semakin Berkualitas

Posting berikutnya

Mimisan saat Flu: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Harus ke Dokter

cecil

cecil

BeritaTerkait

Angin Pembunuh Galaksi Terungkap oleh Teleskop James Webb, Benarkah Jadi Masa Depan Bima Sakti?

Angin Pembunuh Galaksi Terungkap oleh Teleskop James Webb, Benarkah Jadi Masa Depan Bima Sakti?

05/07/2026 10:11
Jutaan Planet di Dekat Lubang Hitam Supermasif: Penemuan Baru yang Mengubah Teori Pembentukan Planet

Jutaan Planet di Dekat Lubang Hitam Supermasif: Penemuan Baru yang Mengubah Teori Pembentukan Planet

30/06/2026 14:34
Penelitian Ungkap Tata Surya Pernah Memiliki Dua Planet Tambahan yang Kini Menghilang

Penelitian Ungkap Tata Surya Pernah Memiliki Dua Planet Tambahan yang Kini Menghilang

23/06/2026 09:45
Foto Galaksi Spiral NGC 1566 oleh Teleskop Hubble: Keindahan Kosmik yang Memukau

Foto Galaksi Spiral NGC 1566 oleh Teleskop Hubble: Keindahan Kosmik yang Memukau

22/06/2026 13:02
Konjungsi Venus dan Jupiter 8-9 Juni 2026: Fenomena Langit Langka yang Wajib Disaksikan

Konjungsi Venus dan Jupiter 8-9 Juni 2026: Fenomena Langit Langka yang Wajib Disaksikan

13/06/2026 14:28
Posting berikutnya
Mimisan saat Flu: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Harus ke Dokter

Mimisan saat Flu: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Harus ke Dokter

DNA (More Than A Game), Lagu Tema Piala Dunia 2026 yang Satukan Musik dan Semangat Sepak Bola

DNA (More Than A Game), Lagu Tema Piala Dunia 2026 yang Satukan Musik dan Semangat Sepak Bola

Lenovo ThinkBook 16p 2026 Resmi Hadir, Andalkan Intel Core Ultra 7 dan RTX 5060

Lenovo ThinkBook 16p 2026 Resmi Hadir, Andalkan Intel Core Ultra 7 dan RTX 5060

Profil Oliver Tree, Musisi Eksentrik California yang Dikabarkan Meninggal di Usia 32 Tahun

Profil Oliver Tree, Musisi Eksentrik California yang Dikabarkan Meninggal di Usia 32 Tahun

7 Manfaat Lengkuas untuk Kesehatan dan Cara Aman Mengonsumsinya

7 Manfaat Lengkuas untuk Kesehatan dan Cara Aman Mengonsumsinya

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Jambi Larang Open House saat Idulfitri

Jambi Larang Open House saat Idulfitri

03/05/2021 13:55
86 Titik Panas Terdeteksi di Babel

86 Titik Panas Terdeteksi di Babel

02/12/2021 21:53
Pemprov Sumsel Fasilitasi UMKM Jualan di Mal Selama Pekan Fornas VI

Pemprov Sumsel Fasilitasi UMKM Jualan di Mal Selama Pekan Fornas VI

29/06/2022 13:06
Asosiasi Wisata Sambut Baik Pembatalan Tiket Masuk Komodo Rp3,75 Juta

Asosiasi Wisata Sambut Baik Pembatalan Tiket Masuk Komodo Rp3,75 Juta

16/12/2022 18:48
Banjir dan Longsor Brasil Telan 104 Korban Jiwa

Banjir dan Longsor Brasil Telan 104 Korban Jiwa

18/02/2022 15:48
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist