SUMA.ID – Mimisan saat flu merupakan kondisi yang cukup sering dialami oleh banyak orang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Meski terlihat mengkhawatirkan, sebagian besar kasus mimisan ketika sedang flu bukanlah kondisi yang berbahaya dan dapat ditangani sendiri di rumah dengan langkah pertolongan pertama yang tepat.
Saat seseorang mengalami flu atau pilek, lapisan dalam hidung menjadi lebih sensitif akibat infeksi virus. Kondisi ini membuat pembuluh darah kecil di dalam hidung lebih mudah pecah, terutama jika sering bersin, membuang ingus terlalu keras, atau mengorek hidung.
Namun, penting untuk mengetahui kapan mimisan masih tergolong normal dan kapan kondisi tersebut menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang memerlukan pemeriksaan dokter.
Mimisan saat Flu Terjadi karena Pembuluh Darah di Hidung Mudah Pecah
Bagian dalam hidung memiliki banyak pembuluh darah kecil yang letaknya sangat dekat dengan permukaan jaringan. Pembuluh darah ini berfungsi menghangatkan udara yang masuk ke saluran pernapasan.
Ketika tubuh terserang virus flu, lapisan mukosa hidung mengalami peradangan sehingga menjadi lebih tipis dan sensitif. Akibatnya, pembuluh darah lebih mudah pecah meskipun hanya terkena tekanan ringan.
Selain infeksi virus, udara yang kering juga dapat memperparah kondisi tersebut. Lapisan hidung yang kehilangan kelembapan menjadi mudah retak sehingga meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
Inilah alasan mengapa mimisan sering muncul bersamaan dengan gejala flu atau pilek.
Penyebab Mimisan saat Flu yang Perlu Diketahui
Ada beberapa faktor yang dapat memicu mimisan ketika seseorang sedang mengalami flu.
1. Hidung Tersumbat
Saat flu, hidung biasanya mengalami pembengkakan sehingga terasa tersumbat. Kondisi ini membuat jaringan di dalam hidung lebih sensitif terhadap gesekan maupun tekanan.
2. Terlalu Sering Bersin
Bersin yang terjadi berulang kali menghasilkan tekanan cukup besar di dalam rongga hidung. Jika pembuluh darah sudah rapuh akibat peradangan, tekanan tersebut dapat memicu pecahnya pembuluh darah.
3. Membuang Ingus Terlalu Kuat
Banyak orang berusaha membersihkan hidung dengan cara menghembuskan ingus sekuat mungkin.
Padahal, tekanan yang terlalu besar justru dapat melukai pembuluh darah kecil sehingga memicu mimisan.
4. Kebiasaan Mengorek Hidung
Saat flu, hidung sering terasa gatal atau dipenuhi lendir yang mengering.
Kebiasaan mengorek hidung dapat menggores lapisan mukosa dan menyebabkan perdarahan.
5. Udara Kering dan Kurang Cairan
Ruangan ber-AC atau cuaca yang kering dapat membuat bagian dalam hidung kehilangan kelembapan.
Selain itu, kurang minum selama sakit juga menyebabkan mukosa hidung menjadi lebih mudah pecah.
Cara Mengatasi Mimisan saat Flu di Rumah
Apabila mimisan terjadi ketika sedang flu, jangan panik. Sebagian besar kasus dapat berhenti dengan penanganan sederhana.
Duduk Tegak
Segera duduk dengan posisi tubuh tegak. Hindari berbaring karena posisi tersebut dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di hidung.
Condongkan Kepala ke Depan
Kesalahan yang masih sering dilakukan adalah mendongakkan kepala saat mimisan.
Padahal, posisi tersebut justru membuat darah mengalir ke tenggorokan dan berisiko tertelan atau masuk ke saluran napas.
Sebaiknya condongkan tubuh sedikit ke depan agar darah keluar melalui hidung.
Jepit Bagian Lunak Hidung
Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk menekan bagian lunak hidung selama 10 hingga 15 menit tanpa dilepas.
Tekanan yang konsisten membantu pembuluh darah berhenti mengeluarkan darah.
Bernapas Melalui Mulut
Selama hidung ditekan, bernapaslah secara perlahan melalui mulut hingga perdarahan berhenti.
Hindari Mengorek atau Membuang Ingus
Setelah mimisan berhenti, jangan langsung membersihkan hidung dengan keras.
Biarkan pembuluh darah pulih terlebih dahulu agar perdarahan tidak kembali terjadi.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mimisan
Masih banyak masyarakat yang melakukan cara penanganan yang kurang tepat ketika mengalami mimisan.
Beberapa di antaranya adalah:
- Mendongakkan kepala ke belakang.
- Memasukkan tisu terlalu dalam ke dalam hidung.
- Langsung berbaring setelah mimisan.
- Menghembuskan ingus terlalu kuat setelah darah berhenti.
Kebiasaan tersebut justru dapat memperparah perdarahan atau membuat darah masuk ke saluran pencernaan.
Kapan Mimisan Harus Segera Diperiksa Dokter?
Walaupun umumnya tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang memerlukan penanganan medis.
Segera datang ke fasilitas kesehatan apabila:
- Mimisan tidak berhenti setelah ditekan selama 20–30 menit.
- Darah yang keluar sangat banyak.
- Disertai rasa pusing, lemas, sesak napas, atau tubuh tampak pucat.
- Mimisan terjadi setelah benturan keras pada kepala atau wajah.
- Sedang mengonsumsi obat pengencer darah.
- Mimisan berulang lebih dari satu kali dalam seminggu.
Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah terdapat gangguan pembekuan darah, infeksi yang lebih serius, atau kelainan pada rongga hidung.
Cara Mencegah Mimisan saat Flu
Pencegahan menjadi langkah terbaik agar mimisan tidak mudah terjadi selama flu.
Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
- Minum air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi.
- Jangan membuang ingus terlalu keras.
- Gunakan semprotan saline untuk menjaga kelembapan rongga hidung.
- Manfaatkan humidifier jika udara di dalam ruangan terasa kering.
- Hindari kebiasaan mengorek hidung.
- Konsumsi makanan bergizi agar proses penyembuhan flu berlangsung lebih cepat.
Dengan menjaga kelembapan hidung dan mengurangi tekanan berlebih pada pembuluh darah, risiko mimisan dapat ditekan secara signifikan.
Mimisan saat Flu Umumnya Tidak Berbahaya
Sebagian besar kasus mimisan saat flu merupakan kondisi ringan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah kecil akibat iritasi, peradangan, atau udara yang terlalu kering.
Meski demikian, penting untuk mengetahui cara penanganan yang benar agar perdarahan cepat berhenti dan tidak kambuh kembali.
Apabila mimisan berlangsung lama, terjadi berulang kali, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Dengan mengenali penyebab, menerapkan langkah pertolongan pertama, serta menjaga kesehatan saluran pernapasan selama flu, risiko mimisan dapat diminimalkan sehingga proses pemulihan berlangsung lebih nyaman.












