SUMA.ID – Victoria Beckham Ungkap Pengalaman Emosional saat Membuat Dokumenter Netflix
Victoria Beckham dokumenter Netflix menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan publik setelah mantan anggota Spice Girls tersebut membagikan pengalaman pribadinya selama proses produksi serial dokumenter yang tayang di platform streaming itu. Dalam sebuah forum bergengsi, Victoria secara terbuka mengaku proses syuting tersebut terasa seperti terapi emosional yang berlangsung selama satu tahun penuh.
Pengakuan itu disampaikan Victoria Beckham saat tampil dalam acara Time100 Summit di New York City. Di hadapan publik, perempuan berusia 52 tahun tersebut membahas bagaimana dokumenter tentang kehidupannya justru membuat dirinya lebih terbuka dan mampu melihat perjalanan hidupnya dari sudut pandang yang berbeda.
Victoria mengatakan sejak awal dirinya dikenal sebagai sosok yang sangat menyukai kendali terhadap berbagai hal dalam hidup maupun pekerjaannya. Namun selama proses produksi dokumenter, ia merasa harus menyerahkan banyak sisi pribadinya kepada kamera dan tim produksi.
Menurut Victoria, pengalaman tersebut pada akhirnya mengubah dirinya secara perlahan. Ia mengaku mulai belajar menerima keadaan tanpa harus selalu mengontrol segalanya.
“Sejujurnya saya menikmati proses itu. Saya masuk sebagai orang yang sangat ingin mengendalikan semuanya, tetapi keluar dengan perasaan lebih bebas,” ujarnya dalam sesi wawancara tersebut.
Dokumenter yang terdiri dari tiga bagian itu tidak hanya menampilkan kehidupan glamor keluarga Beckham, tetapi juga mengangkat berbagai tantangan pribadi dan profesional yang pernah dialami Victoria selama membangun karier di industri mode.
Selama ini publik mengenal Victoria Beckham sebagai ikon fesyen sukses dan mantan penyanyi populer. Namun di balik citra mewah tersebut, ia ternyata pernah mengalami masa-masa sulit ketika membangun merek fesyennya sendiri.
Dalam wawancara sebelumnya bersama majalah Elle, Victoria mengakui bisnis fesyennya sempat menghadapi banyak tantangan. Bahkan, muncul berbagai rumor yang mempertanyakan keseriusannya dalam menjalankan bisnis tersebut.
Beberapa pihak sempat menganggap label fesyen miliknya hanya proyek pencitraan semata. Ada pula anggapan bahwa sang suami, David Beckham, membantu menyelamatkan kondisi bisnisnya yang tengah terpuruk.
Victoria memilih untuk tidak menutupi kenyataan tersebut. Ia mengaku bisnisnya memang pernah berada dalam kondisi sulit dan penuh tekanan.
Menurutnya, dokumenter Netflix itu menjadi momen pertama dirinya benar-benar menunjukkan sisi rapuh kepada publik. Selama bertahun-tahun, Victoria dikenal selalu tampil kuat dan percaya diri di depan kamera. Namun kali ini, ia mencoba lebih jujur terhadap pengalaman hidupnya sendiri.
Ia menggambarkan proses melihat kembali perjalanan hidupnya sebagai pengalaman yang sangat emosional. Victoria bahkan menyamakan seluruh proses produksi dokumenter tersebut seperti menjalani terapi intensif.
“Rasanya seperti terapi intensif selama satu tahun. Saya selalu fokus ke depan dan jarang melihat kembali masa lalu,” katanya.
Pengalaman itu juga membuat Victoria menyadari betapa kuat dirinya menghadapi berbagai tekanan hidup. Ia mengungkapkan bahwa sejak kecil dirinya sudah sering menghadapi kritik dan diremehkan oleh lingkungan sekitar.
Namun berbagai pengalaman pahit tersebut justru membentuk mentalnya menjadi lebih tangguh. Victoria mengatakan dirinya selalu berusaha bangkit setiap kali mengalami kegagalan atau kritik dari publik.
Sorotan media terhadap kehidupan pribadinya bersama David Beckham juga menjadi bagian yang dibahas dalam dokumenter tersebut. Selama puluhan tahun, pasangan selebritas itu memang hampir tidak pernah lepas dari perhatian media internasional.
Meski begitu, Victoria mengaku dirinya sudah terbiasa menghadapi tekanan dan rumor yang terus bermunculan. Ia menyebut dukungan David Beckham menjadi faktor penting yang membuat hubungan mereka tetap kuat hingga sekarang.
Menurut Victoria, sang suami selalu memberikan dukungan penuh dalam berbagai situasi sulit, baik dalam urusan keluarga maupun karier.
“Saya memiliki suami yang luar biasa dan selalu mendukung saya. Kami selalu saling mendampingi,” ungkapnya.
Ia juga mengaku telah belajar untuk tidak terlalu memedulikan komentar negatif atau rumor yang berkembang di media sosial maupun pemberitaan hiburan.
Di tengah citra harmonis keluarga Beckham, hubungan mereka belakangan memang sempat menjadi sorotan setelah muncul kabar keretakan dengan putra sulung mereka, Brooklyn Beckham.
Perselisihan tersebut semakin ramai diperbincangkan publik setelah Brooklyn disebut melontarkan sindiran kepada kedua orang tuanya terkait hubungannya dengan sang istri, Nicola Peltz Beckham.
Meski demikian, Victoria tampaknya memilih untuk tetap fokus pada keluarganya dan perjalanan karier yang sedang ia jalani. Dokumenter Netflix tersebut menjadi ruang bagi dirinya untuk berbicara lebih terbuka mengenai kehidupan pribadi, tantangan bisnis, hingga perjalanan emosional yang selama ini jarang diketahui publik.
Melalui dokumenter itu, Victoria Beckham tidak hanya tampil sebagai figur publik terkenal, tetapi juga sebagai seorang perempuan yang pernah mengalami kegagalan, tekanan, dan keraguan dalam hidupnya. Sikap terbuka tersebut justru membuat banyak penggemarnya merasa lebih dekat dan memahami sisi manusiawi dari seorang Victoria Beckham.











