Sunday, June 21, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda BERITA UTAMA

Afghanistan Disebut Menteri Swedia Sedang Menuju Kehancuran

Sri Agustina Editor Sri Agustina
24/10/2021 10:49
in BERITA UTAMA, GLOBAL
A A
Afghanistan Disebut Menteri Swedia Sedang Menuju Kehancuran

Bantuanluar negeri ke Afganistan dihentikan danini menyulut krisis. (Foto:Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

Suma.id: Afghanistan sedang menuju keruntuhan ekonomi yang berisiko membawa negara itu ke dalam krisis politik baru, kata Menteri Kerja Sama Pembangunan Internasional Swedia Per Olsson Fridh.

Afghanistan telah terjerumus ke dalam krisis menyusul jatuhnya pemerintah yang didukung Barat dan Taliban mengambil alih kekuasaan pada Agustus.

Peristiwa itu memicu dihentikannya aliran miliaran dolar untuk ekonomi negara itu yang bergantung pada bantuan internasional.

BacaJuga

Harga Emas Antam Hari Ini 6 Mei 2026 Naik Tajam ke Rp2,79 Juta per Gram

Nasib Pemilu 2029 Tanpa Kepastian, TePi Indonesia Desak DPR dan Pemerintah Bahas RUU Pemilu

Polsek Waru Amankan 4 Remaja Pembuat Konten Pocong yang Resahkan Warga

Waspada Cuaca Ekstrem dan Potensi Banjir di Jakarta Awal Mei 2026

“Kekhawatiran saya adalah bahwa negara ini berada di ambang kehancuran dan keruntuhan itu datang lebih cepat dari yang kita duga,” kata Per Olsson Fridh kepada Reuters di Dubai, Sabtu, 23 Oktober 2021.

Ia mengingatkan bahwa ekonomi Afghanistan yang terjun bebas dapat menyediakan lingkungan bagi kelompok teror untuk berkembang.

Sebanyak 27 negara Uni Eropa, termasuk Swedia, meningkatkan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan sejak Taliban kembali berkuasa.

Namun, banyak negara dan Bank Dunia telah menghentikan bantuan pembangunan bagi Afghanistan.

Swedia sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan upaya melalui kelompok masyarakat sipil Afghanistan untuk mengamankan layanan dasar, kata Fridh, tetapi negara-negara lain perlu diyakinkan bahwa ini mungkin dilakukan tanpa melegitimasi penguasa baru Taliban.

Namun, Fridh menegaskan bahwa Swedia tidak akan menyalurkan uang pembangunan melalui Taliban. Gerakan tersebut telah menghadapi kritik internasional karena kegagalannya untuk menegakkan hak-hak warga Afghanistan sejak kembali berkuasa, termasuk mengizinkan anak perempuan mengakses pendidikan.

Sebagian besar negara telah menutup kedutaan mereka di Kabul dan memindahkan kedutaannya ke Qatar, negara Teluk yang adalah lawan bicara utama antara Barat dan Taliban.

Negara-negara Eropa belum siap untuk membuka kembali kedutaan mereka di Kabul, kata Fridh. Ia menambahkan bahwa lebih banyak misi diplomatik akan dibuka di Qatar sebelum kembali ke Afghanistan.

Tags: KrisisTaliban
Posting Sebelumnya

Akses Medan-Brastagi Ditutup Akibat Longsor

Posting berikutnya

Empat Kabupaten di Babel Nihil Penambahan Kasus Covid-19

Sri Agustina

Sri Agustina

BeritaTerkait

Jutaan Warga Inggris Kelaparan karena Krisis Biaya Hidup

Jutaan Warga Inggris Kelaparan karena Krisis Biaya Hidup

20/10/2022 19:42
Dikabarkan Meninggal, Pendiri Taliban Rilis Pernyataan Audio

Palang Merah Desak Dunia Bantu Krisis di Afganistan

23/10/2021 14:32
Dewan HAM PBB Bentuk Penyelidik Khusus Situasi di Afghanistan

Dewan HAM PBB Bentuk Penyelidik Khusus Situasi di Afghanistan

08/10/2021 18:16
Afganiskan Buka Kembali Penerbangan Komersil

Taliban Nyatakan Bandara Penerbangan Siap Beroperasi Kembali

27/09/2021 12:30
Dikabarkan Meninggal, Pendiri Taliban Rilis Pernyataan Audio

Dikabarkan Meninggal, Pendiri Taliban Rilis Pernyataan Audio

14/09/2021 18:28
Posting berikutnya
Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Babel Baru 25,88 Persen

Empat Kabupaten di Babel Nihil Penambahan Kasus Covid-19

Vaksinasi Covid-19 di Bangka Tengah Capai 63 Persen

43 Lokasi Isoter di Babel Kosong

Penurunan Kepatuhan Prokes di Sejumlah Daerah Perlu Dicermati

Penurunan Kepatuhan Prokes di Sejumlah Daerah Perlu Dicermati

Kecelakaan Minibus Vs Truk di Jambi, 5 Orang Tewas

Kecelakaan Minibus Vs Truk di Jambi, 5 Orang Tewas

Pemprov Kepri Perpanjang Relaksasi Pajak Kendaraan Selama Pandemi Covid-19

Pemprov Kepri Perpanjang Relaksasi Pajak Kendaraan Selama Pandemi Covid-19

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Pemadaman Kebakaran Lahan di Nangan Raya Terkendala Air

BMKG Minta Pemda Antisipasi Karhutla pada April-Mei

28/01/2023 12:40
7 Handheld Gaming PC Terbaik di 2025: Dari ROG Ally X hingga Steam Deck OLED

7 Handheld Gaming PC Terbaik di 2025: Dari ROG Ally X hingga Steam Deck OLED

12/10/2025 08:00
Hong Kong Temukan Covid-19 dalam Sampel dari Daging Kemasan Impor

Hong Kong Temukan Covid-19 dalam Sampel dari Daging Kemasan Impor

22/02/2022 15:37
Google Luncurkan Search Live Berbasis AI: Fitur dan Cara Kerjanya

Google Luncurkan Search Live Berbasis AI: Fitur dan Cara Kerjanya

25/09/2025 10:00
Pemkot Palembang Galakkan Pelestarian Ikan di Sungai Musi

Pemkot Palembang Galakkan Pelestarian Ikan di Sungai Musi

21/04/2021 10:18
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist