Suma.id: PARA ilmuwan telah menemukan bahwa makanan tertentu, termasuk beberapa herba dan rempah-rempah, mengandung fitokimia yang dapat memengaruhi tubuh kita secara biologis. Melalui kemampuannya untuk merangsang sistem kekebalan, fitokimia dapat membantu mencegah kanker.
Seorang ahli diet Ohio State Candice Schreiber siap membantu, menyajikan detail tentang hubungan yang terkadang rumit antara makanan dan kanker.
Ya, herbal dapat mengurangi risiko kanker. “Saya pikir orang bisa lupa, atau tidak menyadari, bahwa jamu adalah tumbuhan dan mengandung berbagai fitokimia, vitamin, mineral, dan antioksidan,” ujar Candice Schreiber, RD, CSO, LD, ahli gizi klinis rawat jalan JamesCare for Life, dikutip dari Medcom.id.
Saat menggunakan herba untuk menambah rasa pada hidangan, kamu juga dapat mengurangi penggunaan lemak, gula, dan natrium. Berikut penjelasan herbal beserta beberapa info tentang manfaat antikankernya.
- Kemangi
Penuh dengan flavonoid, kemangi mungkin memiliki efek perlindungan terhadap kanker, menurut American Institute for Cancer Research (AICR). Ramuan ini digunakan dalam banyak hidangan populer, termasuk tumis, kari, saus berbasis tomat, salad, saus, dan bumbu perendam.
- Rosemary
Kaya akan carnosol, fitokimia yang dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker, memperkuat fungsi kekebalan tubuh, membatasi produksi hormon terkait kanker dan bekerja sebagai antioksidan, menurut AICR.
Rosemary memiliki rasa pinus yang manis dan dapat digunakan dalam berbagai macam hidangan. “Saya suka menambahkan rosemary ke kentang potong dadu dan kemudian memanggangnya,” aku Schreiber, seperti yang dilansir dari OSUCCC – James Blog.
- Thyme
Thyme mengandung terpenoid, sekelompok fitokimia yang dapat bekerja sebagai antioksidan dan dapat melindungi sel dari kanker. Ramuan aromatik ini dapat digunakan dalam saus, sup dan semur, hidangan sayur, bumbu perendam, dan roti buatan sendiri. “Saya sangat suka lemon thyme. Rasanya sangat enak dan batangnya lebih lembut, jadi kamu tidak perlu membuangnya saat memasak dengannya,” jelas Schreiber.
- Daun mint
Mengandung alkohol perillyl, yang telah ditunjukkan dalam penelitian laboratorium untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Mint juga dapat membantu mengurangi masalah pencernaan, sesuatu yang dihadapi banyak pasien kanker di tengah pengobatan.
“Teh mint atau permen mint dapat membantu beberapa pasien kanker mengurangi rasa mual mereka,” pungkas Schreiber. Dua bentuk yang paling umum — spearmint dan peppermint — digunakan untuk membumbui hidangan manis dan gurih, dan dengan makanan penutup, salad, buah, smoothie, dan saus berbasis yoghurt.
- Peterseli
Lebih dari sekadar hiasan, peterseli mengandung apigenine, flavonoid lain yang mungkin berperan dalam mencegah kanker. Peterseli keriting lebih umum sebagai hiasan, sedangkan varietas daun datar lebih sering digunakan dalam sup dan semur, serta hidangan sayuran.
- Oregano
Mengandung carvacrol, sebuah molekul yang dapat membantu mengimbangi penyebaran sel kanker dengan bekerja sebagai desinfektan alami. Mengasinkan makanan dengan oregano juga dapat mengurangi pembentukan heterosiklik amina (HCA) — bahan kimia yang tercipta saat daging dimasak pada suhu tinggi.
HCA telah ditemukan untuk meningkatkan risiko kanker pada hewan. Oregano dapat ditambahkan ke marinade, pizza, pasta, dan salad tuna, hanya untuk beberapa hidangan.