Friday, June 19, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE KESEHATAN

Mengenal ROP, Gangguan Penglihatan yang Putri Ariani Idap

Putri Ariani belakangan ini menjadi perbincangan warganet karena penampilannya dalam membawakan lagu ‘Loneliness’ di America's Got Talent yang sangat memukau hingga mendapatkan Golden Buzzer.

Effran Editor Effran
12/06/2023 14:47
in KESEHATAN, LIFESTYLE
A A
Mengenal ROP, Gangguan Penglihatan yang Putri Ariani Idap

Mengenal Retinopathy of Prematurity, Gangguan Penglihatan yang Putri Ariani Idap. Putri Ariani. DOK Instagram

Share on FacebookShare on Twitter

Suma.id: Retinopathy of prematurity (ROP) merupakan penyakit mata yang bisa menyerang bayi lahir prematur. Salah satu penderita penyakit ini Putri Ariani, penyanyi asal Indonesia yang meraih Golden Buzzer di America’s Got Talent (AGT).

Putri Ariani belakangan ini menjadi perbincangan warganet karena penampilannya dalam membawakan lagu ‘Loneliness’ di America’s Got Talent yang sangat memukau hingga mendapatkan Golden Buzzer. Di balik kemampuan bernyanyi yang luar biasa, Putri ternyata mengidap ROP.

Apa itu penyakit ROP? Berikut bisa kita simak ulasan tentang ROP, gejala, hingga pengobatannya.

BacaJuga

Cara Melatih Anak Mandiri Sejak Dini dengan Kebiasaan Sederhana di Rumah

Bahaya Tikus di Rumah: Ancaman Penyakit Mematikan dan Pentingnya Pest Control Profesional

Manfaat Kopi untuk Kesehatan Hati: Benarkah Minum Setiap Hari Bisa Melindungi Liver?

Hubungan Usus dan Jantung pada Sleep Apnea: Temuan Baru yang Berpotensi Menekan Risiko Penyakit Jantung

BACA JUGA: 4 Efek Berbahaya Tidur Hanya 6 Jam untuk Kesehatan

Retinopathy of Prematurity (ROP)

ROP sebagai penyakit mata yang kerap menyerang bayi lahir prematur (lahir dini) atau bayi dengan berat badan kurang dari 1,5 kilogram saat lahir.

Melansir National Eye Institute, kondisi itu terjadi karena pembuluh darah abnormal tumbuh di retina, lapisan jaringan peka cahaya yang ada di bagian belakang mata seseorang. Dalam beberapa kasus, penyakit ini bisa sembuh. Namun, tidak sedikit pula yang berakhir pada kebutaan.

BACA JUGA: 8 Cara Cegah Depresi yang Bisa Diterapkan dari Rumah

Faktor Risiko ROP

Selain itu, ada juga sejumlah faktor risiko lain yang menjadi penyebab bayi lebih rentan terkena ROP. Di antaranya pertumbuhan janin terhambat, hipoksemia atau kekurangan oksigen selama di dalam kandungan, dan infeksi dalam rahim.

Tahapan ROP

Ada lima tahapan ROP yang berbeda, mulai dari ringan (tahap 1) hingga parah (tahap 5).

BACA JUGA: Pemerintah Kepulauan Bangka Belitung Gencarkan Penanganan Stunting

  1. Stadium 1 dan 2

Bayi pada tahap ini bisa membaik tanpa pengobatan dan terus memiliki penglihatan yang sehat. Dokter akan mengawasi bayi dengan ROP tahap ini secara hati-hati untuk melihat perkembangan kondisinya.

  1. Stadium 3

ROP stadium 3, pembuluh darah abnormal di sekitar retina sangat banyak sehingga menutupi retina. Akibatnya, kemampuan retina dalam menunjang penglihatan dapat terganggu.

Sejumlah bayi dengan ROP stadium 3 dapat membaik tanpa pengobatan dan memiliki penglihatan yang normal. Namun, dalam beberapa kasus, ROP di tahap ini membutuhkan perawatan untuk menghentikan pembuluh darah abnormal merusak retina.

  1. Stadium 4

Pada stadium ini, tumbuhnya pembuluh darah abnormal dapat menarik retina menjauh dari dinding bola mata sehingga retina mata bayi terpisah dari bola mata. Bayi dengan tahapan stadium 4 harus mendapatkan penanganan supaya terhindar dari kebutaan.

  1. Stadium 5

Stadium 5 menjadi kondisi paling parah karena retina mata terlepas sepenuhnya dari bola mata. Bahkan dengan perawatan dan pengobatan, bayi dengan ROP stadium 5 mengalami kehilangan penglihatan atau kebutaan.

Gejala Retinopathy of Prematurity

Sebenarnya tidak ada tanda-tanda dari penyakit ini. Namun, biasanya orang tua menyadari bayinya menderita penyakit tersebut. Orang tua mengenali adanya gangguan, seperti mata bayi bergetar atau melakukan gerakan tidak biasa dan mata bayi tidak mengikuti objek. Kemudian pupil bayi terlihat putih, penderita kesulitan mengenali wajah, dan bayi cenderung mengalami masalah mata lain seiring bertambahnya usia, seperti ablasi retina, rabun jauh, ambliopia, atau mata juling. Untuk itu, penting untuk mereka melakukan pemeriksaan rutin.

Metode Pengobatan

Bayi dengan ROP membutuhkan perawatan agar tidak bertambah parah. Sejumlah pengobatan yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Terapi Laser

Terapi laser sebagai pengobatan paling umum untuk pengidapnya. Perawatan ini dapat membantu mencegah ROP menjadi lebih buruk, serta membantu melindungi penglihatan anak.

  1. Injeksi

Selain terapi laser, dokter juga dapat menyuntikkan obat anti-VEGF ke dalam bola mata bayi. Obat tersebut bekerja dengan menghalangi pertumbuhan pembuluh darah abnormal.

  1. Krioterapi

Metode ini dengan cara membekukan jaringan di sekitar retina untuk menghancurkan tepi retina guna menghentikan pertumbuhan pembuluh darah abnormal.

  1. Sleral Buckling

Sleral buckling dengan menempatkan pita fleksibel berbahan silikon di sekitar lingkar mata untuk mendorong retina yang robek agar menempel kembali ke dinding mata. Metode ini hanya untuk kasus yang parah.

  1. Vitrektomi

Vitrektomi, prosedur pembedahan pada mata untuk mengembalikan posisi retina kembali ke dinding mata. Seperti sleral buckling, metode ini juga untuk tahapan yang berat.

Tags: kesehatanPutri ArianiRetinopathy of prematurityROP
Posting Sebelumnya

Pelajar Tewas dengan 45 Luka Tusuk, Polisi Temukan Pisau Bergagang Kepala Harimau

Posting berikutnya

Gubernur BI Sampaikan Percepatan Pembangunan Ekonomi Aceh

Effran

Effran

BeritaTerkait

4 Buah untuk Penderita Diabetes yang Membantu Menjaga Gula Darah Tetap Stabil

4 Buah untuk Penderita Diabetes yang Membantu Menjaga Gula Darah Tetap Stabil

10/06/2026 09:45
Kanker Limfoma: Penyakit Serius yang Gejalanya Sering Disangka Masuk Angin

Kanker Limfoma: Penyakit Serius yang Gejalanya Sering Disangka Masuk Angin

04/06/2026 14:18
Residu Pestisida pada Sayur dan Buah: Benarkah Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Paru?

Residu Pestisida pada Sayur dan Buah: Benarkah Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Paru?

31/05/2026 09:26
Waspadai Hantavirus: Pentingnya Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Kebersihan Lingkungan

Waspadai Hantavirus: Pentingnya Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Kebersihan Lingkungan

26/05/2026 09:29
Hantavirus di Jakarta 2026: Gejala, Penularan, dan Cara Pencegahannya

Hantavirus di Jakarta 2026: Gejala, Penularan, dan Cara Pencegahannya

19/05/2026 13:38
Posting berikutnya
Gubernur BI Sampaikan Percepatan Pembangunan Ekonomi Aceh

Gubernur BI Sampaikan Percepatan Pembangunan Ekonomi Aceh

Satgas TPPO Jambi Ungkap 11 Kasus Dugaan Perdagangan Orang

Satgas TPPO Jambi Ungkap 11 Kasus Dugaan Perdagangan Orang

Propam Selidiki Kasus Polisi Tewas dengan Luka Tembak di Kepala

Propam Selidiki Kasus Polisi Tewas dengan Luka Tembak di Kepala

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Mencapai Ketinggian 1,5 Kilometer

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Mencapai Ketinggian 1,5 Kilometer

Kabupaten Aceh Barat Terendam Banjir

Kota Jambi Dikepung Banjir

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Pengajar Ponpes di Lampung Ditangkap Terkait Kasus Terorisme

Densus 88 Tangkan Empat Terduga Teroris di Batam

17/03/2022 08:14
Duet Spektakuler Siti Nurhaliza dan Lesti Kejora dalam “Kumbang Bunga”: Harmoni Dua Budaya

Duet Spektakuler Siti Nurhaliza dan Lesti Kejora dalam “Kumbang Bunga”: Harmoni Dua Budaya

25/12/2025 14:00
Microsoft Lens Berhenti Beroperasi September 2025, Pengguna Didorong ke Copilot

Microsoft Lens Berhenti Beroperasi September 2025, Pengguna Didorong ke Copilot

18/08/2025 16:00
Polda Jambi Evakuasi Korban Banjir di Sejumlah Wilayah Kota

3.543 Warga Aceh Utara Mengungsi Akibat Banjir

22/01/2023 22:41
Gubernur Sumsel Menghadiahi Lahat Bangubsus Rp94,3 Miliar

Gubernur Sumsel Menghadiahi Lahat Bangubsus Rp94,3 Miliar

20/05/2021 23:06
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist