Saturday, June 27, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE KESEHATAN

Mengapa Serangan Jantung di Malam Hari Lebih Mematikan? Ini Fakta dan Penyebabnya

cecil Editor cecil
13/05/2026 13:39
in KESEHATAN
A A
Mengapa Serangan Jantung di Malam Hari Lebih Mematikan? Ini Fakta dan Penyebabnya

Ilustrasi(Magnific)

Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID – Serangan jantung di malam hari ternyata memiliki risiko kematian lebih tinggi dibanding siang hari. Simak penyebab, hasil penelitian terbaru, dan faktor yang membuat kondisi ini lebih mematikan.

Serangan Jantung di Malam Hari Ternyata Lebih Berbahaya

Serangan jantung di malam hari menjadi perhatian serius setelah sebuah penelitian besar di Amerika Serikat mengungkap fakta mengejutkan. Risiko kematian akibat henti jantung pada malam hingga dini hari ternyata jauh lebih tinggi dibandingkan siang hari. Selama ini banyak orang mengira penyebab utamanya hanyalah ambulans yang datang lebih lambat atau minimnya orang yang bisa memberikan pertolongan. Namun penelitian terbaru menunjukkan masalahnya jauh lebih kompleks.

Studi yang dipimpin Joshua M. Kimbrell dari Albert Einstein College of Medicine, New York, menganalisis lebih dari 874 ribu kasus henti jantung di luar rumah sakit selama periode 2013 hingga 2024. Hasil penelitian tersebut menemukan adanya fenomena yang disebut sebagai “penalti waktu malam”, yakni penurunan peluang hidup pasien yang mengalami serangan jantung saat malam hari.

BacaJuga

Risiko dan Keamanan Konsumsi Sushi serta Sashimi Ikan Mentah yang Perlu Diketahui

Potensi Anggur Laut untuk Diabetes: Manfaat Caulerpa racemosa dalam Membantu Mengontrol Gula Darah

Risiko Kanker Rongga Mulut Akibat Konsumsi Sosis, Nugget, dan Kornet Berlebihan

Dampak Kurang Istirahat untuk Tubuh: 13 Risiko Kesehatan yang Tidak Boleh Diabaikan

Penelitian ini sekaligus memperlihatkan bahwa waktu kejadian sangat memengaruhi peluang keselamatan pasien, bahkan setelah memperhitungkan faktor usia, jenis kelamin, lokasi kejadian, hingga kondisi kesehatan lainnya.

Fakta Mengejutkan dari Penelitian Serangan Jantung di Malam Hari

Data penelitian menunjukkan peluang pasien untuk bertahan hidup dengan fungsi otak yang tetap baik turun drastis pada malam hari. Pada siang hari, tingkat keselamatan mencapai sekitar 9,3 persen. Namun saat malam hingga dini hari, terutama pukul 23.00 hingga 07.00, angka tersebut turun menjadi hanya 6,7 persen.

Kondisi paling kritis terjadi antara pukul 01.00 hingga 06.00 pagi. Pada jam-jam tersebut, pasien memiliki kemungkinan jauh lebih kecil untuk pulih sepenuhnya setelah mengalami henti jantung.

Bahkan setelah faktor-faktor lain dihitung secara statistik, pasien yang mengalami serangan jantung pada malam hari memiliki peluang 15 persen lebih rendah untuk keluar dari rumah sakit dalam kondisi sehat dibanding pasien yang mengalami kejadian serupa pada siang hari.

Temuan ini memperlihatkan bahwa malam hari menjadi waktu yang sangat rentan bagi pasien henti jantung.

Bukan Hanya Karena Ambulans Datang Terlambat

Selama ini banyak orang percaya bahwa keterlambatan ambulans menjadi penyebab utama tingginya angka kematian pada malam hari. Memang benar, layanan darurat biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk tiba pada malam hingga dini hari. Namun ternyata faktor tersebut hanya menyumbang sebagian kecil dari keseluruhan masalah.

Peneliti menemukan bahwa keterlambatan ambulans hanya menjelaskan sekitar 12,6 persen dari kesenjangan tingkat keselamatan pasien. Artinya, masih ada sekitar 87 persen faktor lain yang belum sepenuhnya terungkap.

Hal menarik lainnya, bahkan ketika petugas medis menyaksikan langsung kejadian henti jantung, pasien yang mengalami serangan di malam hari tetap memiliki hasil medis lebih buruk dibanding siang hari.

Temuan ini menunjukkan bahwa ada faktor lain yang memengaruhi kualitas penanganan pasien selama malam hari.

Perawatan Rumah Sakit di Malam Hari Diduga Berpengaruh

Para peneliti menduga salah satu penyebab terbesar berasal dari perbedaan kualitas pelayanan rumah sakit pada jam-jam malam. Saat dini hari, jumlah tenaga medis biasanya lebih sedikit dibanding siang hari. Selain itu, beberapa layanan penting kemungkinan tidak bekerja secara maksimal.

Pasien yang tiba di rumah sakit pada malam hari memiliki peluang tujuh persen lebih rendah untuk pulang dengan kondisi otak yang baik, meskipun denyut jantung mereka berhasil dipulihkan.

Hal ini memperlihatkan bahwa penanganan setelah pasien tiba di rumah sakit juga memegang peranan penting dalam menentukan keselamatan pasien.

Minimnya CPR dan AED di Rumah Menjadi Masalah

Sebagian besar kasus henti jantung malam hari ternyata terjadi di rumah. Data penelitian menyebutkan sekitar 88,8 persen kejadian berlangsung di lingkungan rumah tangga.

Masalahnya, alat kejut jantung otomatis atau AED sangat jarang tersedia di rumah. Padahal alat tersebut sangat penting untuk meningkatkan peluang hidup pasien sebelum ambulans datang.

Selain itu, tingkat pemberian CPR atau bantuan napas buatan oleh keluarga maupun orang sekitar juga lebih rendah pada malam hari. Pada siang hari, CPR dilakukan sekitar 35,7 persen kasus. Namun saat malam hari, angkanya turun menjadi 33,1 persen.

Kondisi ini kemungkinan terjadi karena anggota keluarga sedang tidur, panik, atau terlambat menyadari kondisi darurat yang terjadi.

Pentingnya Kesadaran dan Respons Cepat

Penelitian yang dipublikasikan di JAMA Network Open ini menunjukkan bahwa kesenjangan keselamatan antara siang dan malam belum mengalami perbaikan berarti sejak 2013, meskipun teknologi medis terus berkembang.

Karena itu, meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai tanda-tanda serangan jantung dan pentingnya CPR menjadi langkah yang sangat penting. Respons cepat dari keluarga atau orang terdekat dapat menjadi penentu hidup dan mati pasien sebelum bantuan medis tiba.

Para ahli juga menilai perlunya peningkatan layanan rumah sakit pada malam hari, termasuk kesiapan tenaga medis dan fasilitas penanganan darurat.
Dengan jumlah kasus henti jantung yang mencapai puluhan ribu setiap malam, peningkatan kecil dalam sistem pertolongan dapat menyelamatkan ribuan nyawa setiap tahun.

Serangan jantung di malam hari bukan hanya lebih berbahaya karena ambulans datang terlambat. Faktor lain seperti lambatnya deteksi keluarga, minimnya CPR, keterbatasan AED di rumah, hingga kualitas layanan rumah sakit pada dini hari turut memengaruhi tingginya angka kematian.
Penelitian ini menjadi pengingat penting bahwa edukasi pertolongan pertama dan kesiapan layanan kesehatan harus terus ditingkatkan. Semakin cepat pasien mendapatkan bantuan, semakin besar peluang mereka untuk bertahan hidup dengan kondisi yang baik.

 

Tags: HentiJantungKesehatanJantungSerangan JantungSeranganJantungDiMalamHari
Posting Sebelumnya

Deviate Route Jakarta Hadirkan Pengalaman Urban Crawl dan Definisi Baru Progres Lari

Posting berikutnya

Ambisi Elon Musk Kuasai OpenAI Dibongkar Sam Altman, Dari Perebutan Kendali hingga Rencana Warisan untuk Anak

cecil

cecil

BeritaTerkait

Angina Pektoris atau Angin Duduk: Kenali Gejala, Penyebab, dan Faktor Risikonya Sejak Dini

Angina Pektoris atau Angin Duduk: Kenali Gejala, Penyebab, dan Faktor Risikonya Sejak Dini

20/06/2026 09:43
Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan: 8 Khasiat Luar Biasa bagi Jantung, Otak, dan Tubuh

Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan: 8 Khasiat Luar Biasa bagi Jantung, Otak, dan Tubuh

20/06/2026 09:25
Hubungan Usus dan Jantung pada Sleep Apnea: Temuan Baru yang Berpotensi Menekan Risiko Penyakit Jantung

Hubungan Usus dan Jantung pada Sleep Apnea: Temuan Baru yang Berpotensi Menekan Risiko Penyakit Jantung

18/06/2026 12:57
Gejala Serangan Jantung pada Perempuan: Tanda Awal yang Sering Terabaikan dan Perlu Diwaspadai

Gejala Serangan Jantung pada Perempuan: Tanda Awal yang Sering Terabaikan dan Perlu Diwaspadai

18/06/2026 11:33
Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

06/06/2026 10:41
Posting berikutnya
Ambisi Elon Musk Kuasai OpenAI Dibongkar Sam Altman, Dari Perebutan Kendali hingga Rencana Warisan untuk Anak

Ambisi Elon Musk Kuasai OpenAI Dibongkar Sam Altman, Dari Perebutan Kendali hingga Rencana Warisan untuk Anak

Pesawat Luar Angkasa Psyche NASA Lakukan Flyby Mars Menuju Asteroid Logam 16 Psyche

Pesawat Luar Angkasa Psyche NASA Lakukan Flyby Mars Menuju Asteroid Logam 16 Psyche

8 Rekomendasi Film Streaming Terbaik Mei 2026, Dari Horor hingga Animasi Seru

8 Rekomendasi Film Streaming Terbaik Mei 2026, Dari Horor hingga Animasi Seru

Motorola Razr 2026 Resmi Rilis, Harga Naik Tapi Upgrade Dinilai Minim Meta Deskripsi

Motorola Razr 2026 Resmi Rilis, Harga Naik Tapi Upgrade Dinilai Minim Meta Deskripsi

HUAWEI WATCH FIT 5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Fitur Diabetes Risk Study

HUAWEI WATCH FIT 5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Fitur Diabetes Risk Study

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Terbakar, 9 Orang Tewas

01/10/2021 22:42
Pekerja HTI di Inhil Riau Tewas Diduga Diterkam Harimau

Pekerja HTI di Inhil Riau Tewas Diduga Diterkam Harimau

07/02/2022 15:45
37 Perusahaan Dapat Penghargaan Terapkan Gerakan Pekerja Perempuan Sehat

37 Perusahaan Dapat Penghargaan Terapkan Gerakan Pekerja Perempuan Sehat

18/11/2022 12:51
Pokémon Pokopia: Game Simulasi Kehidupan Hadir di Nintendo Switch 2 pada 2026

Pokémon Pokopia: Game Simulasi Kehidupan Hadir di Nintendo Switch 2 pada 2026

06/10/2025 12:00
Takara Tomy Luncurkan Poké-nade Monster Ball: Mainan Interaktif dengan 157 Pokémon Virtual

Takara Tomy Luncurkan Poké-nade Monster Ball: Mainan Interaktif dengan 157 Pokémon Virtual

02/10/2025 11:00
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist