Suma.id – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui Sekretaris Jenderalnya, Yunus Nusi, akhirnya memberikan persetujuan kepada Persija Jakarta untuk menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai venue saat menjamu Persib Bandung. Pertandingan sarat gengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10 Mei 2026 dalam lanjutan kompetisi BRI Super League.
Keputusan ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi dan kekhawatiran yang sebelumnya muncul terkait kondisi stadion, khususnya soal rencana pengangkatan atau perbaikan rumput lapangan. Sebelumnya sempat beredar informasi bahwa proses perbaikan rumput akan dimulai pada awal Mei sebagai bagian dari persiapan menyambut agenda FIFA Matchday Tim Nasional Indonesia yang direncanakan berlangsung pada Juni mendatang. Namun, PSSI menegaskan bahwa hingga saat ini mereka belum menerima pemberitahuan resmi dari pihak pengelola SUGBK terkait rencana renovasi besar tersebut.
Yunus Nusi menjelaskan bahwa berdasarkan penilaian terakhir, kondisi rumput di stadion utama kebanggaan Indonesia itu masih berada dalam keadaan yang sangat baik dan layak digunakan untuk pertandingan kelas atas. Penilaian ini didasarkan pada pengalaman penggunaan stadion oleh Timnas Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, yang menunjukkan bahwa kualitas lapangan masih memenuhi standar.
Ia juga mengungkapkan keterkejutannya saat pertama kali mendengar kabar mengenai rencana perbaikan rumput, yang justru ia peroleh dari pemberitaan media serta informasi dari pihak Persija. Menurut Yunus, jika melihat dari sisi teknis, pelaksanaan pengangkatan atau penggantian rumput dalam waktu yang sangat terbatas sebelum agenda internasional di bulan Juni merupakan hal yang sulit untuk direalisasikan secara optimal.
Lebih lanjut, Yunus menduga bahwa telah terjadi kesalahpahaman komunikasi antara pengelola stadion dan pihak klub terkait jadwal dan rencana perawatan lapangan tersebut. Ia menegaskan bahwa PSSI pada dasarnya tidak memiliki keberatan terhadap penggunaan SUGBK untuk pertandingan Persija kontra Persib. Bahkan, federasi mendukung penuh agar laga klasik yang selalu menyedot perhatian besar itu tetap digelar di stadion utama, mengingat masih tersedia jeda waktu yang cukup panjang sebelum digunakan kembali untuk kepentingan internasional.
Dengan adanya kepastian ini, PSSI menilai tidak ada alasan untuk memindahkan lokasi pertandingan. Yunus juga menegaskan bahwa penggunaan stadion pada 10 Mei tidak akan mengganggu persiapan lapangan untuk agenda Timnas Indonesia di bulan berikutnya.
Sebelumnya, pihak Panitia Pelaksana (Panpel) Persija Jakarta sempat diliputi rasa khawatir setelah menerima informasi secara lisan dari pengelola stadion yang menyebutkan bahwa perbaikan rumput akan mulai dilakukan pada 5 Mei. Informasi tersebut sempat memunculkan kemungkinan bahwa pertandingan harus dipindahkan ke lokasi lain.
Ketua Panpel Persija, Ferry Indrasjarief, sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya sangat memprioritaskan penggunaan SUGBK sebagai kandang utama, dibandingkan alternatif lain seperti Jakarta International Stadium (JIS) atau bahkan stadion di luar kota. Hal ini tidak lepas dari pertimbangan atmosfer pertandingan serta kemudahan akses bagi para suporter setia Persija yang mayoritas berada di Jakarta.
Kini, dengan adanya lampu hijau dari PSSI, manajemen Persija memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam proses negosiasi akhir dengan pihak pengelola stadion. Persetujuan tersebut juga sekaligus meredam isu yang berkembang terkait kemungkinan pemindahan venue pertandingan.
Selain itu, keputusan ini dinilai penting dalam menjaga nuansa klasik dan gengsi tinggi dalam laga Persija melawan Persib, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pertandingan paling bergengsi di sepak bola Indonesia. Bermain di SUGBK diharapkan mampu menghadirkan atmosfer yang maksimal, sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi para pemain maupun penonton yang hadir langsung di stadion.
Dengan demikian, pertandingan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung dipastikan tetap dapat berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno sesuai jadwal, tanpa terganggu oleh isu renovasi lapangan yang sebelumnya sempat menimbulkan ketidakpastian.











