SUMA.ID – Robot Penjelajah NASA kembali menunjukkan perkembangan besar dalam dunia teknologi antariksa. Badan antariksa Amerika Serikat tersebut baru saja menguji rover prototipe terbaru bernama ERNEST atau Exploration Rover for Navigating Extreme Sloped Terrain yang berhasil mencatat performa luar biasa selama pengujian lapangan.
Dalam uji coba yang dilakukan di wilayah gurun Colorado, Amerika Serikat, rover terbaru ini sukses menempuh jarak sekitar 26 kilometer hanya dalam waktu tujuh hari pengujian. Pencapaian tersebut langsung menarik perhatian para ilmuwan karena menunjukkan lompatan besar dibanding generasi rover sebelumnya yang digunakan NASA di Mars.
Kemajuan ini memperlihatkan bahwa teknologi robot penjelajah semakin siap mendukung misi eksplorasi manusia ke Bulan, Mars, hingga wilayah tata surya yang lebih jauh di masa depan.
Robot Penjelajah NASA ERNEST Pecahkan Rekor Mobilitas dalam Uji Lapangan
Salah satu alasan rover ERNEST menjadi sorotan adalah kemampuan mobilitasnya yang jauh lebih cepat dibanding rover generasi sebelumnya.
Selama total 37 jam perjalanan aktif, rover ini mampu menempuh sekitar 26 kilometer di medan yang cukup sulit. Jika dibandingkan dengan rover Opportunity yang pernah menjelajahi Mars, pencapaian ERNEST terlihat sangat mengesankan.
Opportunity membutuhkan hampir 15 tahun untuk menempuh total perjalanan sekitar 45 kilometer di permukaan Mars. Sementara rover Curiosity yang mulai bertugas sejak 2012 baru mencatat perjalanan sekitar 37 kilometer.
Artinya, kemampuan jelajah ERNEST berkembang jauh lebih cepat dibanding teknologi rover terdahulu.
Hal ini menjadi bukti bahwa NASA sedang mengembangkan generasi robot penjelajah yang mampu bekerja lebih efisien dalam misi luar angkasa jangka panjang.
ERNEST Dirancang Hadapi Medan Ekstrem di Bulan dan Mars
Keunggulan ERNEST bukan hanya terletak pada kecepatannya.
Rover dengan panjang sekitar 1,2 meter ini dirancang khusus untuk menghadapi berbagai medan ekstrem yang sulit dilewati rover generasi sebelumnya.
NASA mengembangkan teknologi mobilitas baru agar rover mampu bergerak stabil di permukaan berbatu, lereng curam, medan berpasir, hingga kondisi pencahayaan yang sangat terbatas.
Teknolog utama di Jet Propulsion Laboratory (JPL), Issa Nesnas, menjelaskan bahwa pengujian ini membantu tim NASA menyempurnakan sistem perangkat keras dan perangkat lunak otonom yang akan digunakan pada misi eksplorasi Bulan di masa mendatang.
Kemampuan rover untuk menavigasi kondisi ekstrem menjadi faktor penting karena misi eksplorasi masa depan diperkirakan akan menghadapi medan yang jauh lebih kompleks dibanding lokasi pendaratan sebelumnya.
NASA Siapkan Versi ERNEST yang Lebih Besar untuk Misi Berikutnya
NASA tidak berhenti pada versi prototipe yang saat ini sedang diuji.
Tim peneliti diketahui sedang mengembangkan versi ERNEST generasi baru dengan ukuran hampir dua kali lebih besar dibanding model sekarang.
Versi terbaru tersebut diperkirakan memiliki jangkauan eksplorasi yang lebih luas sehingga dapat digunakan untuk perjalanan ilmiah jarak jauh di Bulan maupun Mars.
Ilmuwan planet dari JPL, James Keane, mengatakan kendaraan ini nantinya memungkinkan eksplorasi ilmiah lintas wilayah dalam skala yang belum pernah dicapai rover sebelumnya.
Dengan teknologi yang terus berkembang, NASA berharap rover masa depan bisa menjadi alat utama untuk mempersiapkan kedatangan manusia di planet lain.
Rover Perseverance di Mars Kini Hampir Pecahkan Rekor Opportunity
Selain mengembangkan rover baru, NASA juga terus mencatat kemajuan melalui rover Perseverance yang saat ini masih aktif di Mars.
Sejak mendarat pada tahun 2021, Perseverance telah menempuh lebih dari 42 kilometer di permukaan Planet Merah.
Angka tersebut hampir menyamai rekor Opportunity yang selama bertahun-tahun menjadi rover dengan perjalanan terjauh di Mars.
Keberhasilan Perseverance juga didukung peningkatan sistem navigasi otomatis yang jauh lebih pintar dibanding rover generasi sebelumnya.
Teknologi Otonom Jadi Masa Depan Eksplorasi Antariksa NASA
Menurut insinyur mobilitas JPL, Mark Maimone, lebih dari 90 persen perjalanan rover Perseverance saat ini dilakukan secara otonom.
Artinya rover mampu menganalisis kondisi medan, mendeteksi rintangan, memilih jalur terbaik, serta mengambil keputusan sendiri tanpa harus menunggu instruksi langsung dari pusat kendali di Bumi.
Kemampuan navigasi mandiri ini sangat penting karena komunikasi antara Bumi dan Mars memiliki jeda waktu yang cukup panjang.
Teknologi tersebut nantinya juga akan digunakan dalam misi besar NASA berikutnya bernama Dragonfly.
Dragonfly merupakan laboratorium terbang canggih yang dijadwalkan mendarat di Titan, satelit terbesar milik Saturnus, pada tahun 2034.
Keberhasilan pengembangan robot penjelajah terbaru menunjukkan bahwa eksplorasi luar angkasa kini memasuki era baru yang semakin maju.
Robot cerdas seperti ERNEST, Perseverance, dan Dragonfly diperkirakan akan menjadi ujung tombak manusia dalam membuka misteri tata surya sebelum akhirnya manusia benar-benar menapakkan kaki di dunia lain di luar Bumi.









