Friday, January 16, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE TEKNOLOGI

Astronom Temukan Sumber Sinyal Misterius FRB dari 200 Juta Tahun Cahaya

cecil Editor cecil
15/09/2025 16:00
in TEKNOLOGI
A A
Astronom Temukan Sumber Sinyal Misterius FRB dari 200 Juta Tahun Cahaya
Share on FacebookShare on Twitter

suma.id – Jakarta, 9 September 2025 – Para astronom berhasil mengungkap asal-usul Fast Radio Burst (FRB) 20221022A, sebuah sinyal misterius yang menempuh perjalanan 200 juta tahun cahaya untuk sampai ke Bumi. Dengan memanfaatkan teknik sintilasi, ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) melacak sinyal ini hingga ke magnetosfer bintang neutron, membuka wawasan baru tentang fenomena kosmik yang selama ini menjadi teka-teki. Artikel ini akan mengulas penemuan ini, teknologi di baliknya, dan implikasinya bagi penelitian astronomi, dengan optimasi SEO untuk memudahkan pencarian.

Apa Itu Fast Radio Burst (FRB)?

Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 2007, Fast Radio Burst (FRB) telah memikat perhatian komunitas ilmiah. FRB adalah ledakan gelombang radio berdurasi sangat singkat—hanya beberapa milidetik—namun mampu memancarkan energi setara dengan ratusan juta matahari. Sinyal ini sering dikaitkan dengan objek kosmik ekstrem, seperti bintang neutron atau lubang hitam, tetapi penyebab pastinya masih menjadi misteri.

FRB dapat terdeteksi dari jarak hingga 8 miliar tahun cahaya, menjadikannya alat penting untuk mempelajari struktur alam semesta. Meski ribuan FRB telah terdeteksi, asal-usul dan mekanisme pembentukannya masih sulit dipahami, mendorong para ilmuwan untuk terus mengembangkan teknologi dan metode analisis baru.

BacaJuga

Harga dan Spesifikasi Xiaomi 17 Series: Varian Terbaru dengan Teknologi Canggih

Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Tab S11 serta Tab S11 Ultra di Indonesia

AMD dan Cohere Perkuat Kemitraan Global untuk Akselerasi Inovasi AI Enterprise

AMD Perkuat Kemitraan Global dengan Cohere untuk Mendorong Inovasi AI Perusahaan

Baca Juga: Galaksi Kerdil dengan Rotasi Unik Ditemukan Astronom

Penemuan FRB 20221022A

Menurut laporan dari ScienceDaily, tim peneliti MIT berhasil melacak asal-usul FRB 20221022A, sebuah sinyal yang terdeteksi pada tahun 2022. Sinyal ini berasal dari galaksi yang berjarak sekitar 200 juta tahun cahaya dari Bumi, tergolong dekat dalam skala kosmik. Dengan menggunakan teknik sintilasi, para ilmuwan menganalisis fluktuasi kecerahan sinyal untuk menentukan lokasi sumbernya, yang ternyata berada sangat dekat dengan sebuah bintang neutron.

Penemuan ini menjadi terobosan karena memberikan bukti kuat bahwa FRB dapat berasal dari magnetosfer, yaitu wilayah dengan medan magnet superkuat di sekitar bintang neutron. Magnetosfer ini begitu ekstrem hingga mampu menghancurkan atom dan menghasilkan energi yang dilepaskan sebagai gelombang radio yang terdeteksi di Bumi.

“Kami menemukan bahwa energi yang tersimpan dalam medan magnet bintang neutron, yang berputar dan mengalami rekonfigurasi, dapat dilepaskan sebagai gelombang radio yang terlihat dari jarak jauh,” kata Kiyoshi Masui, profesor fisika MIT.

Teknik Sintilasi: Kunci Penemuan

Untuk menentukan asal-usul FRB 20221022A, tim MIT menggunakan teknik sintilasi, sebuah metode yang mirip dengan cara bintang tampak berkelap-kelip di langit malam. Sintilasi terjadi ketika gelombang radio dari sumber kecil dan terang melewati awan gas atau elektron di galaksi, menyebabkan sinyal tersebar dan menciptakan pola kecerahan yang khas. Dengan menganalisis pola ini, ilmuwan dapat menentukan ukuran dan lokasi sumber sinyal.

Hasil analisis menunjukkan bahwa FRB 20221022A berasal dari wilayah kecil, hanya sekitar 10.000 kilometer—sekitar dua kali jarak antara Jakarta dan Tokyo. Ini mengindikasikan bahwa sinyal tersebut berasal dari area yang sangat dekat dengan bintang neutron, kemungkinan besar di dalam atau tepat di luar magnetosfernya.

“Ukuran sumber yang sangat kecil ini menunjukkan bahwa FRB berasal dari lingkungan magnetik ekstrem, kemungkinan besar di sekitar bintang neutron,” jelas Kenzie Nimmo, penulis utama studi yang dipublikasikan di Nature.

Peran Magnetosfer Bintang Neutron

Bintang neutron adalah sisa inti bintang masif yang runtuh setelah ledakan supernova, memiliki kepadatan ekstrem dan medan magnet yang sangat kuat. Dalam kasus FRB 20221022A, para ilmuwan menyimpulkan bahwa energi dari magnetosfer—wilayah di sekitar bintang neutron yang didominasi medan magnet—menghasilkan ledakan gelombang radio. Medan magnet ini begitu kuat sehingga dapat mengganggu struktur atom, menciptakan kondisi ekstrem yang memicu FRB.

Penemuan ini memperkuat hipotesis bahwa magnetar (bintang neutron dengan medan magnet ultra-kuat) adalah salah satu sumber utama FRB. Energi yang tersimpan dalam medan magnet yang berputar dan berubah konfigurasi dilepaskan dalam bentuk gelombang radio yang mampu menempuh jarak ratusan juta tahun cahaya.

Peran Teknologi CHIME dalam Deteksi FRB

Penemuan ini tidak lepas dari peran Canadian Hydrogen Intensity Mapping Experiment (CHIME), sebuah teleskop radio di British Columbia yang telah mendeteksi ribuan FRB sejak 2020. CHIME, bersama jaringan Outrigger di California, Virginia Barat, dan British Columbia, memungkinkan pelacakan sinyal dengan presisi tinggi. Dalam kasus FRB 20221022A, CHIME berhasil menangkap sinyal dan memberikan data awal untuk analisis sintilasi.

Teknologi ini memungkinkan para astronom untuk memetakan lokasi FRB dengan akurasi hingga 42 tahun cahaya, sebuah pencapaian luar biasa dalam astronomi modern. Dengan kemajuan ini, ilmuwan semakin dekat untuk memahami keragaman dan mekanisme di balik FRB.

Implikasi Penemuan untuk Astronomi

Penemuan sumber FRB 20221022A memiliki dampak besar bagi penelitian kosmologi:

  1. Pemahaman Magnetar: Bukti bahwa FRB berasal dari magnetosfer bintang neutron memperkuat teori bahwa magnetar adalah salah satu sumber utama fenomena ini.
  2. Pemetaan Alam Semesta: FRB dapat digunakan untuk mempelajari distribusi materi antargalaksi, membantu ilmuwan memetakan struktur kosmos.
  3. Teknologi Observasi: Teknik sintilasi membuka jalan bagi analisis sinyal kosmik lainnya, meningkatkan kemampuan untuk melacak fenomena langka.

Meski begitu, banyak pertanyaan masih belum terjawab, seperti apakah semua FRB berasal dari magnetar atau ada mekanisme lain yang terlibat. Penelitian lanjutan dengan teleskop seperti SKA (Square Kilometre Array) di Australia dan Afrika Selatan diharapkan dapat mendeteksi lebih banyak FRB dan memberikan jawaban lebih jelas.

Kesimpulan

Penemuan asal-usul FRB 20221022A oleh tim MIT adalah langkah besar dalam memecahkan misteri Fast Radio Burst. Dengan teknik sintilasi, ilmuwan berhasil melacak sinyal ini ke magnetosfer bintang neutron di galaksi berjarak 200 juta tahun cahaya. Didukung oleh teknologi CHIME, temuan ini tidak hanya memperjelas sumber FRB, tetapi juga membuka wawasan baru tentang alam semesta. Bagi penggemar astronomi, penemuan ini menegaskan bahwa kita semakin dekat untuk memahami fenomena kosmik yang selama ini penuh teka-teki.

 

Tags: Bintang NeutronCHIMEFast Radio BurstFRB 20221022AMagnetosferPenemuan AstronomiTeknik Sintilasi
Posting Sebelumnya

10 Aplikasi Kecerdasan Buatan (AI) Terpopuler di Indonesia Tahun 2025

Posting berikutnya

3 Fitur Terbaru WhatsApp di 2025: Tingkatkan Pengalaman Pengguna

cecil

cecil

BeritaTerkait

Tidak Ada Konten Tersedia
Posting berikutnya
3 Fitur Terbaru WhatsApp di 2025: Tingkatkan Pengalaman Pengguna

3 Fitur Terbaru WhatsApp di 2025: Tingkatkan Pengalaman Pengguna

Galaxy Unpacked 2025: Spesifikasi Samsung Galaxy S25 Series, Fitur AI Generatif, dan Jadwal Peluncuran

Galaxy Unpacked 2025: Spesifikasi Samsung Galaxy S25 Series, Fitur AI Generatif, dan Jadwal Peluncuran

Xiaomi SU7: Produksi Mobil Listrik Super Cepat dengan Teknologi Canggih

Xiaomi SU7: Produksi Mobil Listrik Super Cepat dengan Teknologi Canggih

Cara Mudah Ganti Nomor HP di BRImo Tanpa ke Bank: Praktis dan Hemat Waktu

Cara Mudah Ganti Nomor HP di BRImo Tanpa ke Bank: Praktis dan Hemat Waktu

Cara Mencairkan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan melalui Aplikasi JMO dengan Mudah

Cara Mencairkan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan melalui Aplikasi JMO dengan Mudah

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Selundupkan 3,3 Juta Batang Rokok ke Aceh, Tiga Warga Diamankan

Selundupkan 3,3 Juta Batang Rokok ke Aceh, Tiga Warga Diamankan

24/01/2022 16:33
Good Boy: Film Horor Rumah Berhantu dari Perspektif Anjing yang Unik

Good Boy: Film Horor Rumah Berhantu dari Perspektif Anjing yang Unik

19/10/2025 13:00
Profil Riduan, Direktur Utama Baru Bank Mandiri 2025: Perjalanan Karier dan Visi Kepemimpinan

Profil Riduan, Direktur Utama Baru Bank Mandiri 2025: Perjalanan Karier dan Visi Kepemimpinan

16/08/2025 12:00
Beredar Daftar Nama Bohir FPI? Ini Faktanya

Beredar Daftar Nama Bohir FPI? Ini Faktanya

25/01/2021 16:00
Aceh Timur Temukan 179 Sapi Diduga Terserang PMK

Aceh Fokus Tekan Laju Penyebaran Virus PMK

24/07/2022 09:44
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist