SUMA.ID – Perimenopause dan masalah jantung kini menjadi topik kesehatan yang semakin mendapat perhatian para ahli. Banyak perempuan belum menyadari bahwa risiko penyakit jantung ternyata dapat mulai meningkat sejak memasuki fase perimenopause, yaitu masa transisi sebelum menopause terjadi.
Selama ini, penyakit jantung sering dianggap lebih banyak menyerang laki-laki. Padahal, data kesehatan global menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian nomor satu pada perempuan di seluruh dunia.
Perubahan hormon yang terjadi selama perimenopause diduga memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan jantung perempuan. Karena itu, memahami perubahan tubuh pada fase ini menjadi langkah penting untuk mencegah risiko penyakit serius di kemudian hari.
Perimenopause dan Masalah Jantung Berkaitan dengan Perubahan Hormon
Perimenopause adalah fase transisi menuju menopause yang umumnya terjadi pada perempuan usia akhir 40-an hingga awal 50-an. Pada masa ini, tubuh mulai mengalami penurunan hormon estrogen secara bertahap.
Estrogen memiliki banyak fungsi penting dalam tubuh perempuan, termasuk membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung. Ketika kadar hormon ini menurun, risiko gangguan kardiovaskular dapat ikut meningkat.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association menemukan bahwa perempuan pada fase perimenopause memiliki risiko dua kali lebih tinggi mengalami kesehatan jantung yang buruk dibanding perempuan pramenopause.
Studi tersebut melibatkan lebih dari 9.200 perempuan dan menilai kesehatan jantung berdasarkan indikator Life’s Essential 8 dari American Heart Association.
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kualitas kesehatan jantung, terutama terkait pola makan dan gaya hidup selama masa perimenopause.
Mengapa Risiko Penyakit Jantung Meningkat Saat Perimenopause?
Penurunan hormon estrogen tidak hanya memengaruhi sistem reproduksi, tetapi juga berdampak pada metabolisme tubuh dan kesehatan pembuluh darah.
Saat memasuki fase perimenopause, perempuan biasanya mulai mengalami beberapa perubahan seperti:
- Peningkatan kadar kolesterol
- Tekanan darah yang lebih tinggi
- Penambahan berat badan
- Gangguan tidur
- Penurunan metabolisme
Meningkatnya stres dan kecemasan
Kondisi tersebut dapat memperbesar risiko penyakit jantung apabila tidak dikendalikan dengan baik.
Selain itu, perubahan hormon juga dapat memengaruhi distribusi lemak tubuh. Lemak cenderung lebih banyak menumpuk di area perut yang diketahui berkaitan erat dengan peningkatan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah.
Karena prosesnya berlangsung perlahan, banyak perempuan tidak menyadari bahwa kesehatan jantung mereka mulai mengalami penurunan sejak fase perimenopause.
Penyakit Jantung pada Perempuan Sering Terlambat Disadari
Profesor penyakit kardiovaskular dari University of Alabama at Birmingham, dr. Garima Arora, menyebut bahwa risiko penyakit jantung pada perempuan selama ini masih sering kurang mendapat perhatian.
Menurutnya, banyak penelitian kesehatan jantung sebelumnya lebih berfokus pada laki-laki sehingga karakteristik risiko pada perempuan belum sepenuhnya dipahami.
Padahal, perempuan memiliki faktor risiko unik yang berbeda dari laki-laki, seperti:
- Perubahan hormon
- Kehamilan
- Menopause
- Perimenopause
- Kondisi autoimun tertentu
Hal ini membuat pendekatan kesehatan jantung pada perempuan seharusnya dilakukan secara lebih spesifik sesuai fase kehidupan mereka.
Sayangnya, gejala penyakit jantung pada perempuan juga sering berbeda dibanding laki-laki sehingga kerap terlambat dikenali.
Jika laki-laki umumnya mengalami nyeri dada yang jelas, perempuan bisa mengalami gejala yang lebih samar seperti:
- Mudah lelah
- Sesak napas
- Gangguan tidur
- Nyeri punggung
- Mual
Rasa tidak nyaman di dadaKarena gejalanya tidak khas, banyak perempuan baru mengetahui adanya masalah jantung ketika kondisinya sudah cukup serius.
Cara Menjaga Kesehatan Jantung Saat Perimenopause
Meski risiko penyakit jantung meningkat saat perimenopause, kondisi tersebut tetap dapat dicegah dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin.
Beberapa langkah yang disarankan untuk menjaga kesehatan jantung selama masa perimenopause antara lain:
Menjaga Pola Makan Sehat
Perbanyak konsumsi sayur, buah, biji-bijian, ikan, dan makanan rendah lemak jenuh untuk membantu menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah.
Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu dapat membantu menjaga berat badan, meningkatkan metabolisme, dan memperkuat kesehatan jantung.
Mengontrol Tekanan Darah dan Kolesterol
Pemeriksaan kesehatan rutin penting dilakukan untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini.
Tidur yang Cukup
Gangguan tidur sering terjadi saat perimenopause dan dapat memengaruhi kesehatan jantung jika dibiarkan terus-menerus.
Mengelola Stres
Stres berkepanjangan dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu gangguan kesehatan lainnya.
Menghindari Rokok dan Alkohol Berlebihan
Kebiasaan tersebut dapat memperbesar risiko penyakit kardiovaskular pada perempuan.
Pentingnya Kesadaran Perempuan terhadap Kesehatan Jantung
Meningkatnya risiko penyakit jantung saat perimenopause menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan khusus bagi perempuan.
Banyak perempuan lebih fokus pada perubahan fisik atau gejala menopause tanpa menyadari dampak hormonal terhadap organ vital seperti jantung.
Padahal, deteksi dini dan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko komplikasi serius di masa depan.
Kesadaran untuk menjaga kesehatan jantung sejak memasuki fase perimenopause menjadi langkah penting agar perempuan tetap sehat dan aktif di usia lanjut.
Kesimpulan
Perimenopause dan masalah jantung memiliki hubungan yang erat akibat perubahan hormon estrogen dalam tubuh perempuan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perempuan pada fase perimenopause memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan jantung dibanding sebelumnya.
Karena itu, perempuan perlu lebih waspada terhadap perubahan tubuh selama masa transisi menuju menopause. Menjaga pola hidup sehat, rutin berolahraga, mengelola stres, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan jantung.















