Sunday, July 26, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE KESEHATAN

Kreatin untuk Melawan Kanker: Penelitian UCLA Ungkap Potensi Baru Suplemen Populer Atlet

Kreatin untuk Melawan Kanker: Penelitian UCLA Ungkap Potensi Baru Suplemen Populer Atlet

cecil Editor cecil
26/07/2026 09:19
in KESEHATAN
A A
Kreatin untuk Melawan Kanker: Penelitian UCLA Ungkap Potensi Baru Suplemen Populer Atlet

Ilustrasi(Magnific)

Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID – Kreatin untuk Melawan Kanker kini menjadi topik yang menarik perhatian dunia medis setelah penelitian terbaru menunjukkan bahwa suplemen yang selama ini identik dengan pembentukan otot ternyata memiliki potensi dalam membantu sistem kekebalan tubuh melawan sel kanker. Temuan ini membuka peluang baru dalam pengembangan terapi kanker yang lebih efektif di masa depan.

Kreatin Tak Lagi Sekadar Suplemen Pembentuk Otot

Selama bertahun-tahun, kreatin dikenal luas sebagai suplemen yang digunakan oleh atlet, binaragawan, dan pecinta kebugaran untuk meningkatkan kekuatan otot, daya tahan, serta performa fisik. Suplemen ini bekerja dengan membantu tubuh menghasilkan energi lebih cepat saat melakukan aktivitas intensitas tinggi.

BacaJuga

Sering Lelah Tanpa Sebab? Waspada Gejala Gangguan Jantung yang Kerap Diabaikan

Kesehatan Preventif Jadi Prioritas, Pembiayaan Fleksibel Permudah Akses Vaksinasi di Indonesia

Manfaat Stroberi untuk Kesehatan: 6 Khasiat Luar Biasa untuk Jantung, Imunitas, dan Pencegahan Penyakit Kronis

7 Cara Menjaga Kesehatan Organ Pernapasan agar Paru-Paru Tetap Sehat dan Optimal

Namun, penelitian terbaru dari University of California, Los Angeles (UCLA) mengungkap manfaat lain yang jauh lebih besar dari sekadar meningkatkan performa olahraga. Para peneliti menemukan bahwa kreatin berpotensi memperkuat sistem imun dalam mengenali dan menyerang sel kanker.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal iScience tersebut menunjukkan bahwa kreatin mampu meningkatkan aktivitas sel dendritik, salah satu komponen penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia.

Kreatin untuk Melawan Kanker dengan Mengaktifkan Sistem Imun

Sel dendritik memiliki peran penting sebagai “pengawas” dalam sistem imun. Sel ini bertugas mendeteksi ancaman, termasuk keberadaan tumor atau sel kanker, kemudian mengirimkan sinyal kepada sel T pembunuh (killer T cells) agar segera menyerang dan menghancurkan sel berbahaya tersebut.

Dalam penelitian yang dilakukan menggunakan model tikus dan kultur sel manusia, para ilmuwan menemukan bahwa kreatin dapat meningkatkan kemampuan sel dendritik dalam menjalankan tugasnya. Dengan kata lain, kreatin membantu sistem imun bekerja lebih efektif dalam mengenali dan melawan kanker.

Temuan ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa kreatin juga dapat meningkatkan fungsi sel T, yaitu sel imun yang berperan langsung dalam membunuh sel kanker.

Para peneliti meyakini bahwa peningkatan kinerja sel dendritik dapat memberikan dampak besar terhadap keberhasilan imunoterapi kanker yang saat ini menjadi salah satu metode pengobatan paling menjanjikan.

Potensi Meningkatkan Efektivitas Imunoterapi

Imunoterapi merupakan metode pengobatan kanker yang bertujuan memanfaatkan sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan sel kanker. Meskipun menunjukkan hasil yang sangat baik pada sebagian pasien, efektivitas imunoterapi masih terbatas.

Saat ini, hanya sekitar 20 hingga 40 persen pasien yang merasakan manfaat optimal dari terapi tersebut. Salah satu penyebabnya adalah tidak semua sistem imun mampu mengenali dan menyerang kanker dengan efektif.

Profesor mikrobiologi, imunologi, dan genetika molekuler UCLA, Lili Yang, menjelaskan bahwa kreatin tidak hanya membantu sel T dalam melawan kanker, tetapi juga memperkuat seluruh jaringan pendukung yang mengarahkan kerja sel-sel imun tersebut.

Menurutnya, kreatin dapat menjadi suplemen pendukung yang berpotensi meningkatkan respons imun secara menyeluruh sehingga efektivitas imunoterapi dapat dirasakan oleh lebih banyak pasien.

Hasil Penelitian pada Tikus dan Sel Manusia

Dalam eksperimen laboratorium, para peneliti memberikan suntikan kreatin setiap hari kepada tikus yang menderita melanoma, salah satu jenis kanker kulit yang agresif.

Hasilnya cukup menjanjikan. Pertumbuhan tumor pada tikus yang menerima kreatin mengalami perlambatan secara signifikan dibandingkan kelompok yang tidak mendapat perlakuan tersebut.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa kreatin meningkatkan kadar ATP atau adenosin trifosfat, yaitu sumber energi utama bagi sel. ATP yang lebih tinggi memungkinkan sel dendritik tetap aktif dan bekerja optimal meskipun harus bersaing mendapatkan nutrisi dengan sel kanker yang tumbuh cepat.

Para peneliti menggambarkan kreatin sebagai “baterai cadangan” yang membantu menjaga pasokan energi sel imun agar tidak mudah kehabisan tenaga saat menghadapi kanker.

Tidak hanya pada hewan percobaan, pengujian terhadap sel imun manusia juga menunjukkan hasil positif. Kreatin terbukti meningkatkan aktivasi sel dendritik yang biasa digunakan dalam pengembangan vaksin kanker berbasis sistem imun.

Peluang Pengembangan Vaksin Kanker yang Lebih Efektif

Temuan lain yang menarik adalah kemungkinan penggunaan kreatin dalam proses pembuatan vaksin kanker berbasis sel dendritik.

Vaksin jenis ini bekerja dengan memanfaatkan sel dendritik yang telah diprogram untuk mengenali sel kanker sebelum disuntikkan kembali ke tubuh pasien. Dengan bantuan kreatin, kualitas dan aktivitas sel dendritik berpotensi meningkat sehingga vaksin dapat bekerja lebih efektif.

Peneliti UCLA menyebutkan bahwa kreatin mungkin dapat dimanfaatkan dalam dua cara sekaligus. Pertama, sebagai suplemen yang membantu memperkuat sistem imun pasien yang sedang menjalani imunoterapi. Kedua, sebagai bahan pendukung dalam proses produksi vaksin kanker berbasis sel dendritik.

Jika hasil penelitian lanjutan mendukung temuan ini, kreatin berpotensi menjadi salah satu komponen penting dalam strategi pengobatan kanker modern.

Masih Membutuhkan Uji Klinis pada Manusia

Meskipun hasil penelitian terlihat menjanjikan, para ilmuwan mengingatkan bahwa temuan ini masih berada pada tahap awal. Seluruh pengujian saat ini baru dilakukan pada tikus dan kultur sel manusia di laboratorium.

Artinya, belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk menyatakan bahwa konsumsi kreatin secara langsung dapat menyembuhkan kanker atau meningkatkan keberhasilan pengobatan kanker pada manusia.

Langkah berikutnya yang akan dilakukan para peneliti adalah menjalankan uji klinis prospektif terhadap pasien kanker. Uji klinis ini bertujuan memastikan apakah suplementasi kreatin benar-benar aman dan efektif ketika digunakan bersama terapi kanker yang sudah ada.

Karena itu, pasien yang sedang menjalani pengobatan kanker tidak dianjurkan mengonsumsi suplemen kreatin tanpa pengawasan tenaga medis. Konsultasi dengan dokter tetap menjadi langkah penting sebelum menambahkan suplemen apa pun ke dalam program pengobatan.

Kesimpulan

Penelitian terbaru dari UCLA membuka harapan baru dalam dunia pengobatan kanker. Kreatin yang selama ini dikenal sebagai suplemen olahraga ternyata menunjukkan potensi besar dalam mendukung sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker.

Melalui peningkatan fungsi sel dendritik dan sel T, kreatin berpeluang membantu meningkatkan efektivitas imunoterapi serta mendukung pengembangan vaksin kanker yang lebih baik. Meski demikian, penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan sebelum manfaat tersebut dapat diterapkan secara luas dalam praktik medis.

Temuan ini menunjukkan bahwa suplemen yang sederhana dan sudah lama dikenal masyarakat bisa saja memiliki manfaat yang jauh lebih besar dari yang selama ini diperkirakan.

Tags: ImunoterapiKankerInfoKesehatanTerkiniKreatinKreatinUntukMelawanKankerPenelitianKankerSistemImunSuplemenKesehatanterapikanker
Posting Sebelumnya

HP Samsung Murah Terbaik 2026: Galaxy A07 RAM 8GB dengan Helio G99 Harga Mulai Rp1 Jutaan

Posting berikutnya

Lagu Sepanjang Jalan Moana Hadir dengan Sentuhan Dialek Indonesia Timur

cecil

cecil

BeritaTerkait

Dampak Kurang Istirahat untuk Tubuh: 13 Risiko Kesehatan yang Tidak Boleh Diabaikan

Dampak Kurang Istirahat untuk Tubuh: 13 Risiko Kesehatan yang Tidak Boleh Diabaikan

22/06/2026 11:01
Obat Kolesterol PCSK9 untuk Imunoterapi Kanker Diduga Mampu Meningkatkan Harapan Hidup Pasien

Obat Kolesterol PCSK9 untuk Imunoterapi Kanker Diduga Mampu Meningkatkan Harapan Hidup Pasien

10/06/2026 09:19
Daraxonrasib Kanker Pankreas: Obat Baru yang Melipatgandakan Harapan Hidup Pasien Stadium Lanjut

Daraxonrasib Kanker Pankreas: Obat Baru yang Melipatgandakan Harapan Hidup Pasien Stadium Lanjut

08/06/2026 14:13
Posting berikutnya
Lagu Sepanjang Jalan Moana Hadir dengan Sentuhan Dialek Indonesia Timur

Lagu Sepanjang Jalan Moana Hadir dengan Sentuhan Dialek Indonesia Timur

Sinopsis Film Man of War: Kisah Mantan Prajurit yang Kembali Beraksi di Tengah Konflik Ukraina

Sinopsis Film Man of War: Kisah Mantan Prajurit yang Kembali Beraksi di Tengah Konflik Ukraina

Moh Zaki Ubaidillah Akui Beban Regenerasi Tunggal Putra Indonesia

Ekor Komet Lemmon Robek Akibat Ledakan Matahari, NASA Ungkap Fenomena Langka di Ruang Angkasa

Ekor Komet Lemmon Robek Akibat Ledakan Matahari, NASA Ungkap Fenomena Langka di Ruang Angkasa

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Samsung Galaxy A53 5G: Pilihan Terbaik untuk Performa Andal dan Harga Terjangkau

Samsung Galaxy A53 5G: Pilihan Terbaik untuk Performa Andal dan Harga Terjangkau

21/08/2025 15:00
Gigabyte Luncurkan X870E Aorus X3D Series: Motherboard Premium untuk AMD AM5 dengan Dukungan AI

Gigabyte Luncurkan X870E Aorus X3D Series: Motherboard Premium untuk AMD AM5 dengan Dukungan AI

02/10/2025 10:00
21 Kru Kapal Navigasi di Bintan Tertular Covid-19

21 Kru Kapal Navigasi di Bintan Tertular Covid-19

15/05/2021 02:53
Telkomsel Perkuat Jaringan Hyper 5G di Batam: Koneksi Cepat dan Stabil dengan Teknologi AI

Telkomsel Perkuat Jaringan Hyper 5G di Batam: Koneksi Cepat dan Stabil dengan Teknologi AI

24/09/2025 12:00
3.078 Rumah Rusak Akibat Gempa Pandeglang Banten

3.078 Rumah Rusak Akibat Gempa Pandeglang Banten

19/01/2022 11:44
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist