SUMA.ID – Pentingnya regulasi emosi anak sekolah dasar menjadi isu yang semakin mendapat perhatian dalam dunia pendidikan modern. Pada usia sekolah dasar, anak berada dalam fase penting perkembangan psikologis yang menentukan bagaimana mereka memahami, mengenali, dan mengelola emosi dalam kehidupan sehari-hari.
Sayangnya, sistem pendidikan di banyak tempat masih lebih menitikberatkan pada pencapaian akademik, sementara aspek kesehatan mental sering kali terabaikan. Padahal, kemampuan mengelola emosi sangat berpengaruh terhadap perilaku sosial anak, termasuk dalam mencegah bullying, konflik, hingga penarikan diri dari lingkungan pergaulan.
Tanpa kemampuan regulasi emosi yang baik, anak akan kesulitan mengekspresikan perasaan mereka secara sehat. Kondisi ini dapat berdampak pada perkembangan sosial, emosional, bahkan prestasi belajar di sekolah.
Program SEHATI dan Pentingnya Regulasi Emosi Anak Sekolah Dasar
Pentingnya Regulasi Emosi Anak Sekolah Dasar dalam Program SEHATI
Untuk menjawab tantangan tersebut, Program Studi S1 Keperawatan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang menghadirkan program pengabdian masyarakat bertajuk SEHATI (Sekolah Hati Sehat). Program ini berfokus pada edukasi kesehatan mental dan penguatan regulasi emosi bagi siswa sekolah dasar.
Program SEHATI dilaksanakan di Thammislam Foundation School, Nonthambhuri, Thailand, pada 18–21 April 2026. Kegiatan ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa yang dipimpin oleh Sri Wulan Lindasari, bersama Heri Ridwan, Ria Inriyana, dan Putri Karmilah.
Melalui pendekatan edukatif yang interaktif, program ini bertujuan membantu anak-anak memahami emosi mereka dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami.
Mengapa Regulasi Emosi Sangat Penting bagi Anak Sekolah Dasar?
Regulasi emosi adalah kemampuan seseorang untuk mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara tepat. Pada anak-anak, kemampuan ini masih dalam tahap berkembang sehingga perlu dibimbing sejak dini.
Banyak anak yang belum memiliki “bahasa emosi” yang cukup untuk menjelaskan perasaan mereka. Akibatnya, emosi seperti marah, sedih, atau frustrasi sering kali diekspresikan dalam bentuk perilaku negatif seperti menangis berlebihan, agresi, atau menarik diri dari lingkungan sosial.
Dengan adanya edukasi regulasi emosi, anak-anak dapat belajar bahwa semua emosi adalah hal yang wajar, tetapi harus dikelola dengan cara yang tepat.
Metode Edukasi dalam Program SEHATI
Program SEHATI menggunakan pendekatan yang ramah anak agar materi lebih mudah dipahami dan diterima. Beberapa metode yang digunakan antara lain:
- Permainan edukatif yang melibatkan interaksi langsung.
- Diskusi kelompok sederhana sesuai usia anak.
- Demonstrasi teknik pengelolaan emosi secara praktis.
Anak-anak diajarkan untuk mengenali berbagai jenis emosi dasar seperti senang, sedih, marah, dan takut. Setelah itu, mereka dilatih untuk mengelola emosi tersebut dengan cara sederhana namun efektif.
Beberapa teknik regulasi emosi yang diperkenalkan antara lain:
- Teknik pernapasan dalam (deep breathing) untuk menenangkan diri.
- Menghitung perlahan ketika sedang marah.
- Mengungkapkan perasaan menggunakan kata-kata yang tepat.
Pendekatan ini membantu anak belajar bahwa emosi tidak perlu dipendam atau diluapkan secara berlebihan, tetapi dapat dikelola dengan cara yang sehat.
Dampak Positif Regulasi Emosi bagi Anak
Penerapan regulasi emosi sejak dini memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak, di antaranya:
- Membantu anak lebih tenang dalam menghadapi konflik.
- Meningkatkan kemampuan bersosialisasi dengan teman sebaya.
- Mengurangi risiko perilaku agresif dan bullying.
- Meningkatkan konsentrasi dan fokus dalam belajar.
- Membantu anak lebih percaya diri dalam mengekspresikan diri.
Dengan kemampuan regulasi emosi yang baik, anak-anak akan lebih siap menghadapi tantangan sosial dan akademik di masa depan.
Kontribusi Program SEHATI terhadap SDGs
Program SEHATI tidak hanya berdampak pada pendidikan lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Terdapat tiga poin utama SDGs yang didukung oleh program ini:
SDG 3: Good Health and Well-being
Program ini mendorong kesehatan mental anak serta mencegah masalah psikososial sejak dini.
SDG 4: Quality Education
SEHATI menciptakan lingkungan belajar yang aman secara psikologis sehingga mendukung kualitas pendidikan yang lebih baik.
SDG 10: Reduced Inequalities
Program ini membantu memberikan akses edukasi kesehatan mental kepada anak-anak di luar negeri, termasuk komunitas diaspora.
Kesehatan Mental Anak adalah Tanggung Jawab Bersama
Pengalaman pelaksanaan program SEHATI di Thailand menunjukkan bahwa isu kesehatan mental anak bersifat universal dan tidak terbatas pada satu wilayah saja. Anak-anak di berbagai negara memiliki tantangan yang serupa dalam memahami dan mengelola emosi mereka.
Karena itu, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus mencakup penguatan karakter dan kesehatan mental.
Dengan membangun regulasi emosi sejak dini, kita tidak hanya mencetak anak yang cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara emosional dan sosial.
Kesimpulan
Pentingnya regulasi emosi anak sekolah dasar tidak dapat diabaikan dalam dunia pendidikan modern. Kemampuan ini menjadi fondasi penting bagi kesehatan mental, hubungan sosial, dan perkembangan karakter anak.
Program SEHATI dari UPI menunjukkan bahwa edukasi kesehatan mental dapat dilakukan secara efektif melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Dengan dukungan pendidikan yang tepat, anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang lebih seimbang secara emosional dan siap menghadapi masa depan.










