SUMA.ID – Personel grup legendaris BIGBANG, yaitu Taeyang, resmi kembali menyapa industri musik dengan merilis album studio keempat bertajuk Quintessence. Album ini dirilis pada Senin (18/5) dan menjadi karya penuh pertamanya setelah sembilan tahun sejak album White Night pada 2017.
Momen perilisan ini terasa semakin spesial karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Dalam acara listening showcase yang digelar di Cube Convention Center, Distrik Mapo, Seoul, Taeyang menyebut album ini sebagai hadiah istimewa untuk para penggemarnya yang telah lama menunggu kembalinya ia ke panggung musik.
Taeyang BIGBANG comeback Quintessence album dan Makna Perjalanan Karier
Dalam proyek Quintessence, Taeyang BIGBANG comeback Quintessence album tidak hanya sekadar menandai kembalinya seorang musisi, tetapi juga menjadi simbol refleksi diri setelah dua dekade berkarya di dunia hiburan.
Taeyang menjelaskan bahwa judul Quintessence dipilih untuk menggambarkan proses “penyulingan esensi diri”—sebuah perjalanan untuk menemukan kembali inti dari identitas musikal dan pribadinya.
“Tahun ini genap 20 tahun sejak debut saya. Saat mengerjakan album ini, saya benar-benar fokus pada apa yang paling mencerminkan diri saya, tetapi tetap ingin memberikan sesuatu yang segar,” ungkap Taeyang dalam wawancara tersebut.
Album ini berisi sepuluh lagu yang menampilkan berbagai warna musik, dengan single utama berjudul “Live Fast Die Slow”. Lagu ini menjadi salah satu karya paling cepat yang pernah dirilis Taeyang, menggambarkan semangat hidup sesuai prinsip pribadi di tengah dunia yang terus berubah cepat.
Kolaborasi Global dalam Taeyang BIGBANG Comeback Quintessence Album
Salah satu daya tarik utama dalam album ini adalah kolaborasi lintas generasi dan lintas negara. Taeyang menghadirkan sejumlah nama besar dalam industri musik global, seperti:
- The Kid LAROI dalam lagu “Open Up”
- Tarzzan dan Woochan dari ALLDAY PROJECT dalam lagu “Would You”
Kolaborasi dengan The Kid LAROI terjadi secara natural. Taeyang menceritakan bahwa mereka bertemu saat musisi asal Australia itu berkunjung ke Seoul untuk sebuah acara Spotify. Dari pertemuan santai tersebut, lahirlah kerja sama musik yang kemudian menjadi salah satu sorotan utama album ini.
“Seorang teman mempertemukan kami untuk makan malam. Setelah itu, dia ingin datang ke studio. Saya memutar lagu Open Up dan dia langsung menyukainya sejak pertama kali mendengar,” ujar Taeyang.
Eksplorasi Artistik dalam Taeyang BIGBANG Comeback Quintessence Album
Tidak hanya menghadirkan musik, Taeyang juga memperluas konsep Quintessence ke dalam pengalaman visual. Sebuah pameran khusus bertema album ini dijadwalkan berlangsung pada 18–31 Mei 2026.
Pameran tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman imersif, di mana pengunjung dapat merasakan atmosfer album melalui elemen visual, ruang artistik, dan interpretasi kreatif dari perjalanan emosional Taeyang.
Langkah ini menunjukkan bahwa Taeyang tidak hanya ingin menghadirkan musik sebagai produk audio, tetapi juga sebagai pengalaman seni yang lebih luas dan mendalam.
Perjalanan Panjang Taeyang Bersama BIGBANG
Sejak debut pada 2006 bersama BIGBANG, Taeyang telah menjadi salah satu ikon terbesar dalam industri K-pop. Karier solonya juga dipenuhi dengan berbagai hits besar seperti “Only Look at Me”, “Eyes, Nose, Lips”, hingga kolaborasi internasional “VIBE” bersama Jimin dari BTS pada tahun 2023.
Dengan hadirnya Quintessence, Taeyang membuktikan bahwa dirinya masih memiliki daya kreativitas yang kuat, sekaligus menunjukkan evolusi musikal yang matang setelah dua dekade berkarier.
Kesimpulan
Taeyang BIGBANG comeback Quintessence album bukan hanya sekadar kembalinya seorang musisi ke industri musik, tetapi juga representasi perjalanan panjang, refleksi diri, dan eksplorasi artistik yang lebih dalam. Album ini memperlihatkan bagaimana Taeyang terus berkembang tanpa meninggalkan identitas musik yang telah membesarkannya.
Dengan kombinasi antara karya personal, kolaborasi global, dan konsep visual yang kuat, Quintessence menjadi salah satu proyek paling ambisius dalam karier Taeyang sejauh ini.














