Suma.id: Upaya pelestarian tanaman anggrek pensil atau nama latin Vanda hookeriana atau Papilionanthe hookeriana yang ada di kawasan Cagar Alam (CA) Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) Kota Bengkulu, terus dilakukan.
Tanaman anggrek pensil memiliki habitat asli di Cagar Alam DDTS yang berada di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, dijaga agar tidak punah. Di areal seluas 88,82 hektare tersebut, bunga anggrek yang memiliki kekhasan bentuk daun tipis memanjang seperti pensil dengan warna bunga bercorak perpaduan ungu dan putih tidak mudah ditemui karena tumbuh di tempat tersembunyi jauh dari jangkauan manusia.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Donal Hutasoit di Bengkulu mengatakan, tanaman anggrek pensil sangat indah sehingga antusias masyarakat terutama penggemar bunga anggrek untuk memelihara dan memiliki sangat tinggi sehingga perlu dilakukan perlindungan agar keberadaannya tetap lestari.
“Anggrek pensil akan terus dipertahankan perkembangannya secara alami di habitat aslinya dan juga mengupayakan penangkaran,” katanya.
Jadi kalau sudah beberapa turunan, lanjut dia, dapat dipelihara masyarakat bahkan juga bisa dikomersilkan. Saat ini untuk pengembangan anggrek pensil, BKSDA dan Universitas Bengkulu, juga bekerja sama untuk melestarikannya. Selain itu, flora anggrek pensil yang dilindungi dan jika melakukan pengerusakan atau mengambil akan terkena sanksi pidana.
Keindahan anggrek ini mampu menawan pemerintah dan masyarakat Inggris saat menjajah Bengkulu, sehingga pada 1882 dinobatkan sebagai ratu anggrek dan mendapat hadiah first class certificate.