SUMA.ID – Kabar mengenai warisan mendiang Liam Payne kembali menjadi sorotan publik. Putra semata wayangnya, Bear, resmi ditetapkan sebagai pewaris tunggal seluruh harta peninggalan mantan anggota One Direction tersebut. Berdasarkan dokumen pengadilan yang terungkap ke publik, anak Liam Payne jadi ahli waris tunggal atas aset bernilai sekitar Rp470 miliar.
Keputusan tersebut muncul setelah Liam Payne meninggal dunia tanpa meninggalkan surat wasiat. Sesuai ketentuan hukum di Inggris, jika seseorang meninggal tanpa wasiat dan tidak memiliki pasangan sah yang masih terikat pernikahan, maka hak waris akan diberikan kepada anak kandungnya.
Bear yang kini berusia 9 tahun menjadi satu-satunya penerima kekayaan yang ditinggalkan sang ayah. Nilai warisan tersebut mencapai sekitar US$29 juta atau setara dengan Rp470 miliar berdasarkan kurs saat ini.
Anak Liam Payne Jadi Ahli Waris Tunggal, Harta Akan Disimpan dalam Trust
Meski telah ditetapkan sebagai pewaris tunggal, Bear belum dapat mengakses seluruh dana tersebut secara langsung. Sebagian besar aset akan ditempatkan dalam dana perwalian atau trust yang dikelola oleh pihak yang ditunjuk pengadilan.
Sistem trust digunakan untuk memastikan bahwa kekayaan yang diwariskan dapat dikelola secara aman hingga penerima warisan mencapai usia tertentu. Dalam kasus ini, sebagian besar dana akan tetap tersimpan hingga Bear menginjak usia 18 tahun.
Dengan mekanisme tersebut, aset yang ditinggalkan Liam Payne diharapkan dapat digunakan untuk kepentingan masa depan putranya, termasuk pendidikan, kebutuhan hidup, dan berbagai keperluan lainnya saat ia dewasa nanti.
Pengadilan juga menetapkan bahwa hanya sebagian kecil dana yang dapat digunakan saat ini untuk kebutuhan yang dianggap penting dan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Cheryl Ditunjuk Mengelola Harta Peninggalan Liam Payne
Setelah Liam Payne meninggal dunia pada Oktober 2024 di usia 31 tahun, proses administrasi warisan pun mulai dilakukan. Tujuh bulan setelah kepergiannya, mantan pasangan Liam sekaligus ibu dari Bear, Cheryl, resmi ditunjuk sebagai administrator harta peninggalan tersebut.
Cheryl tidak bekerja sendiri. Ia didampingi oleh pengacara Richard Mark Bray yang juga ditunjuk untuk membantu pengelolaan aset tersebut.
Dokumen pengadilan yang diterbitkan pada Mei 2025 menunjukkan bahwa nilai kotor aset Liam Payne di Inggris mencapai sekitar US$38 juta. Setelah dikurangi berbagai kewajiban dan biaya lainnya, nilai bersih kekayaan yang tersisa mencapai sekitar US$32,2 juta.
Meski bertugas mengelola aset tersebut, Cheryl dan Bray memiliki kewenangan yang terbatas. Mereka tidak dapat membagikan atau menggunakan dana secara bebas karena seluruh proses harus mengikuti ketentuan hukum terkait pengelolaan dana perwalian.
Liam Payne dan Hubungannya dengan Sang Putra
Semasa hidupnya, Liam Payne beberapa kali mengungkapkan kebahagiaan menjadi seorang ayah. Bear lahir pada Maret 2017 dari hubungan Liam dengan Cheryl.
Saat mengumumkan kelahiran putranya, Liam menuliskan pesan emosional yang menunjukkan rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam. Ia menyebut kelahiran Bear sebagai salah satu momen paling berharga dalam hidupnya.
Liam juga memberikan apresiasi kepada Cheryl yang telah menjalani proses kehamilan dan persalinan dengan penuh perjuangan. Menurutnya, kehadiran Bear menjadi mimpi yang akhirnya terwujud dalam kehidupannya.
Perjalanan Liam Payne Menjadi Ayah di Usia Muda
Dalam beberapa kesempatan wawancara, Liam Payne mengaku bahwa dirinya memang memiliki keinginan untuk menjadi ayah di usia muda. Namun, ia juga menyadari bahwa menjalani peran sebagai orang tua bukanlah hal yang mudah.
Liam pernah bercerita bahwa menjadi ayah membutuhkan proses pembelajaran yang panjang. Ia mengakui sempat mengalami kebingungan dalam menemukan peran dan tanggung jawabnya sebagai orang tua.
Menurut Liam, sosok ayah memiliki tugas penting untuk menjaga dan melindungi keluarga. Ia berusaha menjalankan tanggung jawab tersebut sambil terus belajar memahami kebutuhan anak dan keluarganya.
Pengakuan tersebut menunjukkan sisi pribadi Liam yang jarang terlihat di depan publik. Di balik kesuksesannya sebagai musisi internasional, ia tetap berusaha menjadi ayah yang hadir bagi putranya.
Warisan Besar untuk Masa Depan Bear
Penetapan Bear sebagai pewaris tunggal menandai babak baru dalam perjalanan hidup putra Liam Payne tersebut. Meski kehilangan sosok ayah di usia yang masih sangat muda, masa depan finansial Bear telah dijamin melalui aset yang ditinggalkan sang ayah.
Dengan pengelolaan melalui dana perwalian dan pengawasan hukum yang ketat, kekayaan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Bear ketika ia memasuki usia dewasa.
Kisah ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya perencanaan warisan dan penyusunan surat wasiat, terutama bagi individu yang memiliki aset bernilai besar. Tanpa adanya surat wasiat, pembagian harta akan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku di negara masing-masing.











