Thursday, June 4, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE KESEHATAN

Demensia Lansia RI 36 Persen Terindikasi Gangguan Kognitif di Indonesia

Demensia Lansia RI 36 Persen Terindikasi Gangguan Kognitif di Indonesia

cecil Editor cecil
04/06/2026 14:06
in KESEHATAN
A A
Demensia Lansia RI 36 Persen Terindikasi Gangguan Kognitif di Indonesia

Ilustrasi(Magnific.com)

Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkap data yang cukup mengkhawatirkan terkait kondisi kesehatan lanjut usia di Indonesia. Berdasarkan hasil program Cek Kesehatan Gratis terhadap sekitar 7 juta lansia, ditemukan bahwa 36 persen lansia RI terindikasi mengalami demensia lansia RI 36 persen atau gangguan fungsi kognitif yang memengaruhi daya ingat dan kemampuan berpikir.

Temuan ini menjadi perhatian serius karena jumlah lansia di Indonesia terus meningkat. Saat ini populasi lansia telah mencapai sekitar 37 juta jiwa dan diperkirakan akan terus bertambah hingga mencapai 20 persen dari total penduduk pada tahun 2045. Kondisi ini menuntut kesiapan sistem kesehatan nasional dalam menghadapi peningkatan kasus gangguan kognitif.

Demensia Lansia RI 36 Persen dan Munculnya Gejala Lebih Dini

BacaJuga

Bahaya Ultra-Processed Food Menurut Kevin Hall: Penyebab Overeating hingga Risiko Obesitas

Kanker Limfoma: Penyakit Serius yang Gejalanya Sering Disangka Masuk Angin

Kanker Usus Besar: Penyebab, Faktor Risiko, dan Gejala yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Kenyamanan Belajar Jadi Kunci Kesehatan Fisik dan Mental Siswa di Era Pendidikan Modern

Fenomena yang semakin mengkhawatirkan adalah perubahan pola usia munculnya gejala demensia. Jika sebelumnya penyakit ini identik dengan usia di atas 65 hingga 70 tahun, kini kasus-kasus baru menunjukkan bahwa gejala sudah mulai terlihat pada usia yang jauh lebih muda.

Menurut penjelasan Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, dr. Imran Pambudi, gejala demensia kini bahkan dapat muncul pada usia 40 hingga 50 tahun. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran signifikan yang perlu diwaspadai masyarakat luas.

Ia menegaskan bahwa perubahan ini harus menjadi alarm bagi semua pihak, bukan hanya tenaga medis tetapi juga keluarga dan masyarakat. Dengan meningkatnya kasus demensia lansia RI 36 persen, risiko gangguan kesehatan kognitif di masa depan menjadi semakin besar jika tidak ditangani sejak dini.

Fakta Penting Demensia Lansia RI 36 Persen di Indonesia

Hasil skrining kesehatan nasional memberikan beberapa data penting yang menggambarkan kondisi terkini:

  • Total skrining: 7 juta lansia
  • Terindikasi demensia: 36 persen (sekitar 2,5 juta jiwa)
  • Proyeksi lansia 2045: mencapai 20 persen populasi Indonesia
  • Tren baru: gejala muncul di usia 40–50 tahun

Data ini menunjukkan bahwa masalah demensia tidak lagi bisa dianggap sebagai kondisi yang hanya terjadi pada usia sangat tua. Sebaliknya, deteksi dini menjadi kunci utama untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Demensia Lansia RI 36 Persen Bukan Pikun Biasa

Banyak masyarakat masih menganggap penurunan daya ingat sebagai bagian normal dari proses penuaan. Namun, pandangan ini tidak sepenuhnya benar. Demensia merupakan gangguan medis serius yang menyerang fungsi otak secara progresif.

Dokter spesialis saraf, dr. Riwanti Yuliami, menjelaskan bahwa perbedaan utama antara pikun biasa dan demensia terletak pada tingkat keparahannya. Pikun biasa hanya menyebabkan lupa sementara dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Sementara itu, demensia dapat memengaruhi kemampuan berbicara, berpikir, hingga kemandirian seseorang.

Jika tidak ditangani, kondisi ini akan terus memburuk dan berdampak pada kualitas hidup pasien serta keluarganya.

Cara Mencegah Risiko Demensia Sejak Dini

Meski tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, demensia dapat dicegah atau diperlambat perkembangannya melalui gaya hidup sehat. Para ahli kesehatan merekomendasikan beberapa langkah penting untuk menjaga fungsi otak tetap optimal:

1. Aktivitas Fisik Rutin

Berjalan kaki atau berolahraga ringan minimal 30 menit setiap hari dapat membantu melancarkan aliran darah ke otak dan menjaga kesehatan sel saraf.

2. Mengontrol Penyakit Kronis

Penyakit seperti hipertensi dan diabetes harus dikendalikan dengan baik karena sangat berpengaruh terhadap kesehatan pembuluh darah otak.

3. Stimulasi Kognitif

Aktivitas seperti membaca, bermain teka-teki, bersosialisasi, atau belajar keterampilan baru dapat membantu menjaga koneksi saraf tetap aktif.

4. Pola Makan Sehat

Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan kandungan antioksidan tinggi serta mengurangi lemak jenuh dapat mendukung kesehatan otak.

Peran Kemenkes dalam Deteksi Dini Demensia

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis di puskesmas maupun posyandu lansia. Program ini bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan kognitif sejak dini agar gangguan seperti demensia dapat terdeteksi lebih awal.

Dengan deteksi dini, penanganan medis dapat segera dilakukan sehingga perkembangan penyakit bisa diperlambat. Hal ini juga diharapkan dapat mengurangi beban keluarga serta sistem kesehatan nasional di masa depan.

FAQ: Pertanyaan Seputar Demensia
Apa perbedaan pikun biasa dan demensia?

Pikun biasa hanya bersifat ringan dan sementara, sedangkan demensia adalah penurunan fungsi otak yang progresif dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apakah demensia bisa disembuhkan?

Saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan demensia sepenuhnya. Namun, terapi dan deteksi dini dapat memperlambat perkembangan penyakit serta meningkatkan kualitas hidup penderita.

Tags: DemensiaDemensiaLansiaRIKemenkesRIKesehatanLansiaKesehatanOtak
Posting Sebelumnya

Himne Caedmon: Puisi Tertua Inggris Ditemukan Kembali di Perpustakaan Roma

Posting berikutnya

Kanker Limfoma: Penyakit Serius yang Gejalanya Sering Disangka Masuk Angin

cecil

cecil

BeritaTerkait

Konsumsi Telur Rutin Turunkan Risiko Alzheimer hingga 27 Persen

Konsumsi Telur Rutin Turunkan Risiko Alzheimer hingga 27 Persen

31/05/2026 10:08
Serangan Jantung Lepaskan Racun yang Merusak Fungsi Otak, Studi Ungkap Hubungan Jantung dan Otak

Serangan Jantung Lepaskan Racun yang Merusak Fungsi Otak, Studi Ungkap Hubungan Jantung dan Otak

29/05/2026 11:30
Kadar Vitamin C Rendah Dikaitkan dengan Risiko Demensia pada Lansia

Kadar Vitamin C Rendah Dikaitkan dengan Risiko Demensia pada Lansia

29/05/2026 11:09
Posting berikutnya
Kanker Limfoma: Penyakit Serius yang Gejalanya Sering Disangka Masuk Angin

Kanker Limfoma: Penyakit Serius yang Gejalanya Sering Disangka Masuk Angin

Bahaya Ultra-Processed Food Menurut Kevin Hall: Penyebab Overeating hingga Risiko Obesitas

Bahaya Ultra-Processed Food Menurut Kevin Hall: Penyebab Overeating hingga Risiko Obesitas

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

AMD Perkuat Kemitraan Global dengan Cohere untuk Mendorong Inovasi AI Perusahaan

AMD Perkuat Kemitraan Global dengan Cohere untuk Mendorong Inovasi AI Perusahaan

19/10/2025 09:00
Ini Negara yang Bebas PCR Jika Dikunjungi

Ini Negara yang Bebas PCR Jika Dikunjungi

07/03/2022 15:29
Penantian 10 Tahun Berakhir, Film Hope Na Hong-jin Pukau Kritikus Cannes 2026

Penantian 10 Tahun Berakhir, Film Hope Na Hong-jin Pukau Kritikus Cannes 2026

23/05/2026 10:55
Tabrak 3 Rumah Mobil Pengangkut BBM Terbakar

Tabrak 3 Rumah Mobil Pengangkut BBM Terbakar

30/06/2022 07:56
DeepSeek AI: Inovasi Kecerdasan Buatan Tiongkok yang Mengguncang Dunia Teknologi

DeepSeek AI: Inovasi Kecerdasan Buatan Tiongkok yang Mengguncang Dunia Teknologi

08/09/2025 17:00
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist