Tuesday, July 21, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE KESEHATAN

Bahaya Ultra-Processed Food Menurut Kevin Hall: Penyebab Overeating hingga Risiko Obesitas

Bahaya Ultra-Processed Food dan Dampaknya bagi Kesehatan

cecil Editor cecil
04/06/2026 14:37
in KESEHATAN
A A
Bahaya Ultra-Processed Food Menurut Kevin Hall: Penyebab Overeating hingga Risiko Obesitas

Ilustrasi.(Magnific)

Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID – Kevin Hall menjadi salah satu tokoh yang paling banyak dibicarakan dalam dunia nutrisi setelah penelitiannya tentang Ultra-Processed Food menarik perhatian global.

Beberapa tahun lalu, istilah makanan ultra-proses belum terlalu dikenal masyarakat luas. Namun kini, topik tersebut menjadi sorotan karena dikaitkan dengan meningkatnya kasus obesitas, diabetes tipe 2, hingga pola makan berlebihan.

Dalam penelitiannya, Kevin Hall menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan ultra-proses cenderung makan sekitar 500 kalori lebih banyak setiap hari dibandingkan mereka yang mengonsumsi makanan alami.

BacaJuga

Penyebab Serangan Jantung di Usia Muda yang Wajib Diwaspadai Gen Z

Protein atau Karbohidrat untuk Sarapan? Ketahui Dampaknya terhadap Energi dan Gula Darah

Inflamasi Kardiovaskular Jadi Ancaman Baru Penyakit Jantung dan Stroke Menurut Riset Terbaru

Dampak Sering Tidur Larut Malam yang Perlu Diwaspadai demi Menjaga Kesehatan Tubuh

Temuan ini mengubah cara pandang banyak ahli kesehatan. Selama ini, masyarakat lebih fokus pada kandungan gula, garam, dan lemak. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa tingkat pemrosesan makanan juga memiliki dampak besar terhadap kesehatan tubuh.

Bahaya Ultra-Processed Food Menurut Kevin Hall

Kevin Hall menjelaskan bahwa masalah utama bukan hanya pada kurangnya olahraga atau lemahnya kontrol diri seseorang.

Menurutnya, lingkungan pangan modern saat ini justru mendorong masyarakat untuk mengonsumsi makanan berkalori tinggi secara berlebihan.

Dalam sistem pangan modern, berbagai bahan pangan diproduksi secara massal dan kemudian diolah menjadi makanan ultra-proses yang murah, praktis, dan tahan lama.

Produk-produk tersebut biasanya dibuat menggunakan bahan seperti:

  • Sirup jagung tinggi fruktosa
  • Karbohidrat olahan
  • Lemak tambahan
  • Penguat rasa dan tekstur

Kombinasi ini membuat makanan menjadi sangat menarik bagi otak sehingga sulit dihentikan konsumsinya.

Mengapa Ultra-Processed Food Membuat Orang Makan Berlebihan?

Salah satu poin penting dalam penelitian tentang Ultra-Processed Food adalah bagaimana makanan ini memengaruhi cara tubuh merespons rasa lapar dan kenyang.

Kevin Hall menemukan dua faktor utama yang menyebabkan overeating.

1. Kepadatan Energi yang Tinggi

Makanan ultra-proses biasanya kehilangan banyak kandungan air selama proses produksi agar lebih tahan lama.

Akibatnya, kalori menjadi lebih padat dalam jumlah kecil makanan.

Artinya, seseorang bisa mengonsumsi banyak kalori hanya dalam beberapa gigitan tanpa merasa terlalu kenyang.

2. Sifat Hyper-Palatable

Makanan ultra-proses dirancang agar terasa sangat nikmat melalui kombinasi tertentu seperti:

  • Lemak dan gula
  • Lemak dan garam
  • Karbohidrat dan garam

Kombinasi tersebut memicu sistem penghargaan di otak yang membuat seseorang ingin terus makan.

Selain itu, tekstur makanan ultra-proses biasanya lebih lembut sehingga lebih cepat dikonsumsi. Tubuh akhirnya terlambat mengirim sinyal kenyang ke otak.

Inilah yang membuat banyak orang makan berlebihan tanpa sadar.

Bahaya Ultra-Processed Food dan Risiko Penyakit Kronis

Konsumsi berlebihan Ultra-Processed Food kini dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Obesitas
  • Diabetes tipe 2
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit jantung
  • Gangguan metabolisme

Karena sifatnya yang tinggi kalori namun rendah nutrisi alami, makanan ultra-proses sering membuat tubuh mendapatkan energi berlebih tetapi kekurangan zat gizi penting.

Dalam jangka panjang, pola makan seperti ini dapat mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh.

Apakah Semua Ultra-Processed Food Berbahaya?

Menariknya, Kevin Hall tidak sepenuhnya melarang konsumsi makanan ultra-proses.

Ia menjelaskan bahwa tidak semua produk dalam kategori ini otomatis buruk untuk kesehatan.

Beberapa makanan ultra-proses masih bisa menjadi pilihan yang lebih praktis dan tetap memiliki kandungan nutrisi yang baik, selama dikonsumsi secara bijak.

Contohnya seperti:

  • Saus rendah gula dan natrium
  • Produk gandum utuh tertentu
  • Makanan siap masak dengan komposisi sehat

Menurut Hall, masyarakat sebaiknya tidak hanya fokus pada label “ultra-proses”, tetapi juga memperhatikan kualitas nutrisi secara keseluruhan.

Cara Mengurangi Bahaya Ultra-Processed Food

Untuk menjaga kesehatan tubuh, Kevin Hall menyarankan kembali pada pola makan sederhana yang sudah lama direkomendasikan ahli gizi.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

Perbanyak Konsumsi Makanan Alami

Buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan makanan segar tetap menjadi pilihan terbaik untuk kesehatan jangka panjang.

Kurangi Gula dan Karbohidrat Olahan

Membatasi minuman manis dan makanan tinggi gula dapat membantu mengurangi risiko obesitas dan diabetes.

Gunakan Ultra-Processed Food Secukupnya

Makanan ultra-proses sebaiknya hanya menjadi pelengkap, bukan sumber utama nutrisi sehari-hari.

Kesimpulan

Bahaya Ultra-Processed Food kini menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan modern. Penelitian Kevin Hall menunjukkan bahwa makanan ultra-proses dapat memicu makan berlebihan, obesitas, hingga berbagai penyakit kronis.

Meski tidak semua makanan ultra-proses harus dihindari sepenuhnya, pola makan berbasis makanan alami tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Memahami cara kerja makanan ultra-proses dapat membantu masyarakat lebih bijak dalam memilih pola makan yang sehat dan seimbang.

Tags: BahayaUltraProcessedFoodHealthyLifestyleKevinHallMakananSehatPolaHidupSehat
Posting Sebelumnya

Kanker Limfoma: Penyakit Serius yang Gejalanya Sering Disangka Masuk Angin

Posting berikutnya

Ned Brower The Pitt: Kisah Adegan Ekstrem dan Perjuangannya Demi Totalitas Akting

cecil

cecil

BeritaTerkait

Protein atau Karbohidrat untuk Sarapan? Ketahui Dampaknya terhadap Energi dan Gula Darah

Protein atau Karbohidrat untuk Sarapan? Ketahui Dampaknya terhadap Energi dan Gula Darah

20/07/2026 09:36
Risiko Demensia Akibat Sering Melewatkan Sarapan, Ini Temuan Studi Terbaru

Risiko Demensia Akibat Sering Melewatkan Sarapan, Ini Temuan Studi Terbaru

10/07/2026 15:57
Makanan untuk Mengurangi Rambut Rontok: 7 Nutrisi Penting agar Rambut Lebih Kuat dan Sehat

Makanan untuk Mengurangi Rambut Rontok: 7 Nutrisi Penting agar Rambut Lebih Kuat dan Sehat

10/07/2026 10:21
Dampak Sering Minum Kopi Kekinian: Kenali Risiko bagi Kesehatan Sebelum Terlambat

Dampak Sering Minum Kopi Kekinian: Kenali Risiko bagi Kesehatan Sebelum Terlambat

02/07/2026 13:17
Strawberry & Yogurt Parfait untuk Turunkan Berat Badan: Sarapan Sehat Tinggi Protein yang Mengenyangkan

Strawberry & Yogurt Parfait untuk Turunkan Berat Badan: Sarapan Sehat Tinggi Protein yang Mengenyangkan

30/06/2026 14:24
Posting berikutnya
Ned Brower The Pitt: Kisah Adegan Ekstrem dan Perjuangannya Demi Totalitas Akting

Ned Brower The Pitt: Kisah Adegan Ekstrem dan Perjuangannya Demi Totalitas Akting

Lelang Marilyn Monroe Pecahkan Rekor, Barang Pribadi Sang Ikon Hollywood Laku Hingga Miliaran Rupiah

Lelang Marilyn Monroe Pecahkan Rekor, Barang Pribadi Sang Ikon Hollywood Laku Hingga Miliaran Rupiah

Temuan James Webb Ungkap Lubang Hitam Supermasif Mungkin Terbentuk Sebelum Galaksi

Temuan James Webb Ungkap Lubang Hitam Supermasif Mungkin Terbentuk Sebelum Galaksi

Peran Vital Jupiter dalam Pembentukan Bumi Layak Huni, Temuan NASA Ungkap Fakta Menarik

Peran Vital Jupiter dalam Pembentukan Bumi Layak Huni, Temuan NASA Ungkap Fakta Menarik

Misteri NWA 12774: Meteorit Langka Ungkap Jejak Dunia Kuno yang Hilang dari Tata Surya

Misteri NWA 12774: Meteorit Langka Ungkap Jejak Dunia Kuno yang Hilang dari Tata Surya

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Plants vs Zombies Fusion 2.1.7: Pengalaman Baru untuk Pecinta Game Strategi

Plants vs Zombies Fusion 2.1.7: Pengalaman Baru untuk Pecinta Game Strategi

11/08/2025 13:00
Indosat Ooredoo Hutchison Peringati Harpelnas 2025 dengan Promo Kuota dan Hadiah Spesial

Indosat Ooredoo Hutchison Peringati Harpelnas 2025 dengan Promo Kuota dan Hadiah Spesial

12/09/2025 14:00
Umat Buddha

Umat Buddha di Bangka Lakukan Ritual Sambut Hari Raya Waisak

04/06/2023 16:35
Rusia Kembangkan Konsol Game Lokal untuk Hadapi Embargo Barat

Rusia Kembangkan Konsol Game Lokal untuk Hadapi Embargo Barat

08/08/2025 13:00
8 Kabupaten di Sumsel Naik Status PPKM Level 3

Kota Bengkulu Terapkan PPKM Level 3

15/02/2022 20:09
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist