Tuesday, July 21, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE KESEHATAN

Demensia Lansia RI 36 Persen Terindikasi Gangguan Kognitif di Indonesia

Demensia Lansia RI 36 Persen Terindikasi Gangguan Kognitif di Indonesia

cecil Editor cecil
04/06/2026 14:06
in KESEHATAN
A A
Demensia Lansia RI 36 Persen Terindikasi Gangguan Kognitif di Indonesia

Ilustrasi(Magnific.com)

Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkap data yang cukup mengkhawatirkan terkait kondisi kesehatan lanjut usia di Indonesia. Berdasarkan hasil program Cek Kesehatan Gratis terhadap sekitar 7 juta lansia, ditemukan bahwa 36 persen lansia RI terindikasi mengalami demensia lansia RI 36 persen atau gangguan fungsi kognitif yang memengaruhi daya ingat dan kemampuan berpikir.

Temuan ini menjadi perhatian serius karena jumlah lansia di Indonesia terus meningkat. Saat ini populasi lansia telah mencapai sekitar 37 juta jiwa dan diperkirakan akan terus bertambah hingga mencapai 20 persen dari total penduduk pada tahun 2045. Kondisi ini menuntut kesiapan sistem kesehatan nasional dalam menghadapi peningkatan kasus gangguan kognitif.

Demensia Lansia RI 36 Persen dan Munculnya Gejala Lebih Dini

BacaJuga

Penyebab Serangan Jantung di Usia Muda yang Wajib Diwaspadai Gen Z

Protein atau Karbohidrat untuk Sarapan? Ketahui Dampaknya terhadap Energi dan Gula Darah

Inflamasi Kardiovaskular Jadi Ancaman Baru Penyakit Jantung dan Stroke Menurut Riset Terbaru

Dampak Sering Tidur Larut Malam yang Perlu Diwaspadai demi Menjaga Kesehatan Tubuh

Fenomena yang semakin mengkhawatirkan adalah perubahan pola usia munculnya gejala demensia. Jika sebelumnya penyakit ini identik dengan usia di atas 65 hingga 70 tahun, kini kasus-kasus baru menunjukkan bahwa gejala sudah mulai terlihat pada usia yang jauh lebih muda.

Menurut penjelasan Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, dr. Imran Pambudi, gejala demensia kini bahkan dapat muncul pada usia 40 hingga 50 tahun. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran signifikan yang perlu diwaspadai masyarakat luas.

Ia menegaskan bahwa perubahan ini harus menjadi alarm bagi semua pihak, bukan hanya tenaga medis tetapi juga keluarga dan masyarakat. Dengan meningkatnya kasus demensia lansia RI 36 persen, risiko gangguan kesehatan kognitif di masa depan menjadi semakin besar jika tidak ditangani sejak dini.

Fakta Penting Demensia Lansia RI 36 Persen di Indonesia

Hasil skrining kesehatan nasional memberikan beberapa data penting yang menggambarkan kondisi terkini:

  • Total skrining: 7 juta lansia
  • Terindikasi demensia: 36 persen (sekitar 2,5 juta jiwa)
  • Proyeksi lansia 2045: mencapai 20 persen populasi Indonesia
  • Tren baru: gejala muncul di usia 40–50 tahun

Data ini menunjukkan bahwa masalah demensia tidak lagi bisa dianggap sebagai kondisi yang hanya terjadi pada usia sangat tua. Sebaliknya, deteksi dini menjadi kunci utama untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Demensia Lansia RI 36 Persen Bukan Pikun Biasa

Banyak masyarakat masih menganggap penurunan daya ingat sebagai bagian normal dari proses penuaan. Namun, pandangan ini tidak sepenuhnya benar. Demensia merupakan gangguan medis serius yang menyerang fungsi otak secara progresif.

Dokter spesialis saraf, dr. Riwanti Yuliami, menjelaskan bahwa perbedaan utama antara pikun biasa dan demensia terletak pada tingkat keparahannya. Pikun biasa hanya menyebabkan lupa sementara dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Sementara itu, demensia dapat memengaruhi kemampuan berbicara, berpikir, hingga kemandirian seseorang.

Jika tidak ditangani, kondisi ini akan terus memburuk dan berdampak pada kualitas hidup pasien serta keluarganya.

Cara Mencegah Risiko Demensia Sejak Dini

Meski tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, demensia dapat dicegah atau diperlambat perkembangannya melalui gaya hidup sehat. Para ahli kesehatan merekomendasikan beberapa langkah penting untuk menjaga fungsi otak tetap optimal:

1. Aktivitas Fisik Rutin

Berjalan kaki atau berolahraga ringan minimal 30 menit setiap hari dapat membantu melancarkan aliran darah ke otak dan menjaga kesehatan sel saraf.

2. Mengontrol Penyakit Kronis

Penyakit seperti hipertensi dan diabetes harus dikendalikan dengan baik karena sangat berpengaruh terhadap kesehatan pembuluh darah otak.

3. Stimulasi Kognitif

Aktivitas seperti membaca, bermain teka-teki, bersosialisasi, atau belajar keterampilan baru dapat membantu menjaga koneksi saraf tetap aktif.

4. Pola Makan Sehat

Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan kandungan antioksidan tinggi serta mengurangi lemak jenuh dapat mendukung kesehatan otak.

Peran Kemenkes dalam Deteksi Dini Demensia

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis di puskesmas maupun posyandu lansia. Program ini bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan kognitif sejak dini agar gangguan seperti demensia dapat terdeteksi lebih awal.

Dengan deteksi dini, penanganan medis dapat segera dilakukan sehingga perkembangan penyakit bisa diperlambat. Hal ini juga diharapkan dapat mengurangi beban keluarga serta sistem kesehatan nasional di masa depan.

FAQ: Pertanyaan Seputar Demensia
Apa perbedaan pikun biasa dan demensia?

Pikun biasa hanya bersifat ringan dan sementara, sedangkan demensia adalah penurunan fungsi otak yang progresif dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apakah demensia bisa disembuhkan?

Saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan demensia sepenuhnya. Namun, terapi dan deteksi dini dapat memperlambat perkembangan penyakit serta meningkatkan kualitas hidup penderita.

Tags: DemensiaDemensiaLansiaRIKemenkesRIKesehatanLansiaKesehatanOtak
Posting Sebelumnya

Himne Caedmon: Puisi Tertua Inggris Ditemukan Kembali di Perpustakaan Roma

Posting berikutnya

Kanker Limfoma: Penyakit Serius yang Gejalanya Sering Disangka Masuk Angin

cecil

cecil

BeritaTerkait

Risiko Demensia Akibat Sering Melewatkan Sarapan, Ini Temuan Studi Terbaru

Risiko Demensia Akibat Sering Melewatkan Sarapan, Ini Temuan Studi Terbaru

10/07/2026 15:57
Pola Tidur Buruk Percepat Penuaan Otak di Usia Paruh Baya, Ini Temuan Studi Terbaru

Pola Tidur Buruk Percepat Penuaan Otak di Usia Paruh Baya, Ini Temuan Studi Terbaru

16/06/2026 11:10
Suplemen untuk Lansia Bukan Jalan Pintas Sehat, Ini Cara Konsumsi yang Tepat dan Aman

Suplemen untuk Lansia Bukan Jalan Pintas Sehat, Ini Cara Konsumsi yang Tepat dan Aman

14/06/2026 16:22
Memasak dan Risiko Demensia Lansia: Studi Ungkap Aktivitas Dapur Bisa Menjaga Kesehatan Otak

Memasak dan Risiko Demensia Lansia: Studi Ungkap Aktivitas Dapur Bisa Menjaga Kesehatan Otak

14/06/2026 14:56
Konsumsi Telur Rutin Turunkan Risiko Alzheimer hingga 27 Persen

Konsumsi Telur Rutin Turunkan Risiko Alzheimer hingga 27 Persen

31/05/2026 10:08
Posting berikutnya
Kanker Limfoma: Penyakit Serius yang Gejalanya Sering Disangka Masuk Angin

Kanker Limfoma: Penyakit Serius yang Gejalanya Sering Disangka Masuk Angin

Bahaya Ultra-Processed Food Menurut Kevin Hall: Penyebab Overeating hingga Risiko Obesitas

Bahaya Ultra-Processed Food Menurut Kevin Hall: Penyebab Overeating hingga Risiko Obesitas

Ned Brower The Pitt: Kisah Adegan Ekstrem dan Perjuangannya Demi Totalitas Akting

Ned Brower The Pitt: Kisah Adegan Ekstrem dan Perjuangannya Demi Totalitas Akting

Lelang Marilyn Monroe Pecahkan Rekor, Barang Pribadi Sang Ikon Hollywood Laku Hingga Miliaran Rupiah

Lelang Marilyn Monroe Pecahkan Rekor, Barang Pribadi Sang Ikon Hollywood Laku Hingga Miliaran Rupiah

Temuan James Webb Ungkap Lubang Hitam Supermasif Mungkin Terbentuk Sebelum Galaksi

Temuan James Webb Ungkap Lubang Hitam Supermasif Mungkin Terbentuk Sebelum Galaksi

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Polisi Dirikan 5 Posko Penyekatan di Palembang

Polisi Dirikan 5 Posko Penyekatan di Palembang

03/05/2021 13:42
Polisi Ungkap Predaran Narkoba Lintas Pulau Jawa-Sumatra

Polisi Ungkap Predaran Narkoba Lintas Pulau Jawa-Sumatra

04/10/2021 16:41
Profil Oliver Tree, Musisi Eksentrik California yang Dikabarkan Meninggal di Usia 32 Tahun

Profil Oliver Tree, Musisi Eksentrik California yang Dikabarkan Meninggal di Usia 32 Tahun

29/06/2026 14:22
Lyodra Ginting Menang IMA 2021

Lyodra Ginting Menang IMA 2021

07/12/2021 21:08
Nicolas Cage Tak Akan Menonton The Unbearable Weight of Massive Talent

Nicolas Cage Tak Akan Menonton The Unbearable Weight of Massive Talent

18/07/2026 14:02
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist