Friday, June 5, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE TEKNOLOGI

Badai Petir Raksasa di Jupiter: Sabuk Cokelat Ikonik Mulai Memudar

cecil Editor cecil
07/08/2025 17:02
in TEKNOLOGI
A A
Badai Petir Raksasa di Jupiter: Sabuk Cokelat Ikonik Mulai Memudar
Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID – Planet Jupiter kembali mencuri perhatian dunia astronomi dengan munculnya badai petir raksasa di Sabuk Khatulistiwa Selatan (SEB). Fenomena ini tidak hanya menakjubkan secara visual, tetapi juga berpotensi mengubah tampilan sabuk cokelat kemerahan yang menjadi ciri khas planet terbesar di tata surya ini, menurut para peneliti.

Sorotan Fenomena Badai Petir di Jupiter

  • Lokasi Badai: Badai petir raksasa ini terjadi di Sabuk Khatulistiwa Selatan (SEB), pita awan gelap yang melingkari Jupiter.
  • Kedalaman Badai: Badai berlangsung sekitar 100 km di bawah permukaan atmosfer Jupiter, didorong oleh proses konveksi awan.
  • Dampak Visual: Badai ini dapat menyebabkan sabuk cokelat SEB memudar, seperti yang pernah terjadi pada periode 1973-1991 dan tahun 2010.

Tangkapan Gambar Lang idealistic ka oleh Astrofotografer

Pada 30 November 2024, astrofotografer Michael Karrer berhasil merekam fenomena langka ini menggunakan teleskop Celestron 8 inci dari Austria. Dalam fotonya, terlihat dua bercak putih besar yang mencolok di SEB, menandakan kehadiran badai petir raksasa. Menurut Spaceweather.com, badai ini cukup besar untuk “menelan” Bumi jika dibandingkan ukurannya.

John Rogers, astronom dari British Astronomical Association yang mengkhususkan diri pada pengamatan Jupiter, menyebut fenomena ini sebagai “badai petir raksasa.” Ia mencatat bahwa peristiwa serupa terakhir kali terdeteksi pada 2016-2017, menjadikan kemunculan ini sebagai peristiwa yang jarang terjadi.

Perubahan Warna Sabuk akibat Badai

Badai petir ini, meski tidak sekuat Bintik Merah Besar Jupiter yang legendaris, memiliki dampak signifikan. Ketika badai mulai pecah, warna pucatnya bercampur dengan awan berkarat SEB, menyebabkan sabuk tersebut memudar secara bertahap. Gambar terbaru menunjukkan aliran putih tipis di belakang badai, yang menjadi indikator awal pemudaran. Menurut Astronomy Magazine, fenomena serupa pernah menyebabkan SEB tampak “hilang” sepenuhnya pada beberapa periode, seperti antara 1973-1991 dan pada 2010.

BacaJuga

Misteri NWA 12774: Meteorit Langka Ungkap Jejak Dunia Kuno yang Hilang dari Tata Surya

Peran Vital Jupiter dalam Pembentukan Bumi Layak Huni, Temuan NASA Ungkap Fakta Menarik

Temuan James Webb Ungkap Lubang Hitam Supermasif Mungkin Terbentuk Sebelum Galaksi

Himne Caedmon: Puisi Tertua Inggris Ditemukan Kembali di Perpustakaan Roma

Kilat Hijau yang Unik

Berbeda dengan badai petir di Bumi yang menghasilkan kilat berwarna biru, kilat di Jupiter berwarna hijau karena atmosfernya kaya akan amonia, menurut NASA. Proses konveksi dalam awan Jupiter memicu badai ini, mirip dengan mekanisme badai di Bumi, namun dengan karakteristik yang jauh lebih ekstrem.

Momen Terbaik untuk Mengamati Jupiter

Badai ini terjadi bertepatan dengan posisi oposisi Jupiter pada 6 Desember 2024, ketika planet ini berada pada jarak terdekat dengan Bumi. Pada periode ini, Jupiter tampak sangat terang di langit malam dan bahkan dapat dilihat dengan mata telanjang. Para astronom amatir dan profesional, seperti Michael Karrer, memanfaatkan momen ini untuk mengabadikan keindahan dan dinamika Jupiter.

Peluang Emas untuk Pecinta Astronomi

Meski belum dapat dipastikan apakah badai ini akan menghapus sabuk cokelat SEB sepenuhnya, para ilmuwan terus memantau perkembangannya. Fenomena ini menawarkan kesempatan langka bagi penggemar astronomi untuk menyaksikan perubahan dramatis pada Jupiter. Dengan teleskop sederhana, Anda pun dapat mengamati keajaiban alam semesta ini dari Bumi.

Baca Juga: Penemuan Planet Mirip Bumi oleh Ilmuwan

Kata Kunci: Badai petir Jupiter, Sabuk Khatulistiwa Selatan, SEB Jupiter, badai raksasa, kilat hijau, astronomi, oposisi Jupiter, Michael Karrer, perubahan warna sabuk.

Posting Sebelumnya

Cara Update Driver NVIDIA untuk Performa Gaming Maksimal dan Stabil

Posting berikutnya

Bocoran Spesifikasi Oppo Find X9 Pro: Flagship dengan Performa Monster

cecil

cecil

BeritaTerkait

Misteri NWA 12774: Meteorit Langka Ungkap Jejak Dunia Kuno yang Hilang dari Tata Surya

Misteri NWA 12774: Meteorit Langka Ungkap Jejak Dunia Kuno yang Hilang dari Tata Surya

05/06/2026 11:25
Peran Vital Jupiter dalam Pembentukan Bumi Layak Huni, Temuan NASA Ungkap Fakta Menarik

Peran Vital Jupiter dalam Pembentukan Bumi Layak Huni, Temuan NASA Ungkap Fakta Menarik

05/06/2026 10:53
Temuan James Webb Ungkap Lubang Hitam Supermasif Mungkin Terbentuk Sebelum Galaksi

Temuan James Webb Ungkap Lubang Hitam Supermasif Mungkin Terbentuk Sebelum Galaksi

05/06/2026 10:06
Lelang Marilyn Monroe Pecahkan Rekor, Barang Pribadi Sang Ikon Hollywood Laku Hingga Miliaran Rupiah

Lelang Marilyn Monroe Pecahkan Rekor, Barang Pribadi Sang Ikon Hollywood Laku Hingga Miliaran Rupiah

05/06/2026 09:50
Ned Brower The Pitt: Kisah Adegan Ekstrem dan Perjuangannya Demi Totalitas Akting

Ned Brower The Pitt: Kisah Adegan Ekstrem dan Perjuangannya Demi Totalitas Akting

05/06/2026 09:38
Posting berikutnya
Bocoran Spesifikasi Oppo Find X9 Pro: Flagship dengan Performa Monster

Bocoran Spesifikasi Oppo Find X9 Pro: Flagship dengan Performa Monster

Apakah Mesin ATM Setor Tunai Gagal Mendeteksi Uang Palsu? Pentingnya Edukasi Ciri Keaslian Uang Rupiah

Apakah Mesin ATM Setor Tunai Gagal Mendeteksi Uang Palsu? Pentingnya Edukasi Ciri Keaslian Uang Rupiah

Lenovo LOQ 15 Essential 2025: Laptop Gaming Rp10 Jutaan dengan Spesifikasi Kelas Atas

Lenovo LOQ 15 Essential 2025: Laptop Gaming Rp10 Jutaan dengan Spesifikasi Kelas Atas

Mengapa iPhone 16 Belum Dijual di Indonesia? Penjelasan Lengkap dan Alasan

Mengapa iPhone 16 Belum Dijual di Indonesia? Penjelasan Lengkap dan Alasan

Meta Agresif Bajak Talenta AI Apple: Krisis di Balik Apple Intelligence?

Meta Agresif Bajak Talenta AI Apple: Krisis di Balik Apple Intelligence?

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Sora vs Veo 3: Perbandingan AI Video Terbaik 2025, Mana yang Unggul?

Sora vs Veo 3: Perbandingan AI Video Terbaik 2025, Mana yang Unggul?

28/07/2025 14:00
5 Alasan iPhone Bukan Smartphone Terbaik untuk Anda di 2026

5 Alasan iPhone Bukan Smartphone Terbaik untuk Anda di 2026

22/05/2026 14:41
Elden Ring Nightreign Rilis Update Gratis: Mode Deep of Night Hadir dengan Tantangan Ekstrem

Elden Ring Nightreign Rilis Update Gratis: Mode Deep of Night Hadir dengan Tantangan Ekstrem

29/09/2025 12:00
Konferensi Musik Indonesia 2025 Resmi Digelar, Lanjutkan Warisan Kolaborasi Glenn Fredly

Konferensi Musik Indonesia 2025 Resmi Digelar, Lanjutkan Warisan Kolaborasi Glenn Fredly

15/11/2025 09:00
Distribusi Elpiji 3 Kilogram Bersubsidi di Palembang Diawasi Ketat

Distribusi Elpiji 3 Kilogram Bersubsidi di Palembang Diawasi Ketat

14/07/2022 14:02
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist