Saturday, June 13, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE TEKNOLOGI

Teleskop James Webb Petakan Jaring Kosmik, Ungkap “Kerangka Semesta” dan Misteri Kematian Galaksi

Teleskop James Webb Petakan Jaring Kosmik dan Ungkap Struktur “Kerangka” Alam Semesta

cecil Editor cecil
22/05/2026 11:20
in TEKNOLOGI
A A
Teleskop James Webb Petakan Jaring Kosmik, Ungkap “Kerangka Semesta” dan Misteri Kematian Galaksi

Sebuah "potongan" dari jaring kosmik, seperti yang direkonstruksi melalui data COSMOS-Web. Titik sudut di sebelah kiri mewakili masa kini, sementara tepi yang berlawanannya menjangkau kembali ke masa ketika alam semesta berusia kurang dari 1 miliar tahun.(UCR/Hossein Hatamnia)

Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID – Teleskop James Webb Petakan Jaring Kosmik menjadi salah satu penemuan astronomi paling penting dalam beberapa tahun terakhir. Melalui pengamatan mendalam, James Webb Space Telescope berhasil merekonstruksi struktur besar alam semesta yang dikenal sebagai “jaring kosmik” atau cosmic web, yang selama ini hanya bisa dipelajari secara teori.

Penelitian ini membuka pemahaman baru tentang bagaimana galaksi terbentuk, berevolusi, dan pada akhirnya “mati” dalam skala waktu miliaran tahun sejak awal terbentuknya alam semesta sekitar 13 miliar tahun lalu.

Teleskop James Webb Petakan Jaring Kosmik dan Struktur “Skeletal” Alam Semesta
Dalam studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal The Astrophysical Journal, para astronom berhasil memetakan struktur besar alam semesta dengan detail yang belum pernah dicapai sebelumnya.

BacaJuga

Konjungsi Venus dan Jupiter 8-9 Juni 2026: Fenomena Langit Langka yang Wajib Disaksikan

Kru Artemis III Resmi Diumumkan NASA, Siap Uji Teknologi SpaceX dan Blue Origin pada 2027

Misi Artemis III Berubah Total, NASA Fokus Uji Teknologi Sebelum Kembali ke Bulan

Kontrol Sifat Elektronik Logam Lewat Ketebalan Nanometer, Terobosan Baru untuk Teknologi Masa Depan

Penelitian ini dipimpin oleh ilmuwan dari University of California, Riverside menggunakan data dari program survei besar bernama COSMOS-Web.

Jaring kosmik sendiri merupakan struktur terbesar di alam semesta yang terdiri dari filamen gas, materi gelap, gugusan galaksi, serta ruang kosong atau void. Struktur ini dapat dibayangkan seperti “tulang punggung” alam semesta yang menghubungkan seluruh galaksi dalam skala raksasa.

Melalui data dari JWST, para ilmuwan dapat melihat bagaimana galaksi tersebar dan berkembang di sepanjang struktur ini sejak alam semesta masih sangat muda.

COSMOS-Web: Survei Terbesar Teleskop James Webb
Penemuan ini tidak lepas dari proyek COSMOS-Web, yaitu survei terbesar yang pernah dilakukan oleh James Webb Space Telescope dengan waktu pengamatan mencapai 255 jam.

Dibandingkan dengan survei sebelumnya yang dilakukan oleh Hubble Space Telescope, data JWST jauh lebih detail. Teleskop ini mampu mendeteksi galaksi yang lebih redup, lebih kecil, dan berada pada jarak yang sangat jauh.

Selain itu, tingkat akurasi pengukuran jarak kosmik atau redshift juga jauh lebih tinggi. Hal ini memungkinkan para astronom menyusun peta tiga dimensi alam semesta dengan presisi yang belum pernah ada sebelumnya.

Dari hasil survei tersebut, katalog berisi sekitar 164.000 galaksi kini telah dipublikasikan untuk dapat diakses komunitas ilmiah global.

Teleskop James Webb Petakan Jaring Kosmik dan Ungkap Siklus Kehidupan Galaksi
Salah satu temuan penting dari penelitian ini adalah bagaimana lingkungan kosmik memengaruhi kehidupan galaksi.

Galaksi yang berada di wilayah padat cenderung lebih cepat berhenti membentuk bintang. Kondisi ini dikenal sebagai quiescent galaxy, yaitu galaksi yang “mati” karena aktivitas pembentukan bintang telah berhenti.

Para ilmuwan menemukan bahwa ketika galaksi tumbuh terlalu besar—dengan halo materi gelap mencapai sekitar satu triliun kali massa Matahari—gas panas di dalamnya menjadi terlalu stabil untuk membentuk bintang baru.

Selain itu, lubang hitam supermasif di pusat galaksi juga berperan besar dalam proses ini. Energi dan jet yang dilepaskan dapat menghambat atau bahkan menghentikan pembentukan bintang baru di sekitarnya.

Faktor Lingkungan Jadi Penyebab “Kematian” Galaksi
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa mekanisme “kematian galaksi” berubah seiring waktu kosmik.

Sekitar 7 miliar tahun lalu, faktor internal seperti massa galaksi menjadi penyebab utama berhentinya pembentukan bintang. Namun di era alam semesta modern, faktor eksternal seperti lingkungan sekitar galaksi justru lebih dominan.

Lingkungan padat dapat “merampas” gas dingin yang dibutuhkan untuk pembentukan bintang, sehingga galaksi kehilangan bahan bakar utamanya.

Menurut astronom Hossein Hatamnia, jaring kosmik memainkan peran penting dalam semua tahap evolusi galaksi, mulai dari kelahiran hingga kematiannya.

Sementara itu, peneliti Bahram Mobasher menekankan bahwa kemampuan JWST memberikan lompatan besar dalam resolusi pengamatan alam semesta yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.

JWST Membuka Era Baru Astronomi Modern
Dengan kemampuan inframerah yang sangat sensitif, James Webb Space Telescope kini memungkinkan ilmuwan melihat galaksi yang terbentuk hanya beberapa ratus juta tahun setelah Big Bang.

Hal ini menjadikan JWST sebagai salah satu instrumen paling penting dalam sejarah astronomi modern, karena mampu membuka jendela baru untuk memahami awal mula alam semesta.

Para ilmuwan berharap data yang terus dikumpulkan dari JWST akan membantu menjawab pertanyaan besar tentang bagaimana struktur kosmik berkembang dan bagaimana galaksi seperti Bima Sakti terbentuk.

Kesimpulan
Penemuan terbaru ini memperkuat pemahaman bahwa alam semesta bukanlah ruang kosong, melainkan jaringan raksasa yang saling terhubung melalui struktur kosmik kompleks.

Melalui Teleskop James Webb Petakan Jaring Kosmik, ilmuwan kini dapat melihat “kerangka semesta” dengan detail luar biasa dan mengungkap bagaimana galaksi lahir, berkembang, dan akhirnya mati dalam skala waktu kosmik.

Tags: AlamSemestaAstronomiAstrophysicsBIGBANGCosmicWebGalaksiHubbleTelescopeJamesWebbJaringKosmikJWSTNASAScienceNewsSpaceDiscoverySpaceExplorationUniverse
Posting Sebelumnya

Billy Joel Tolak Film Biografi “Billy and Me”, Tegaskan Tak Beri Hak Musik

Posting berikutnya

Kylie Minogue Ungkap Kanker Kedua yang Disembunyikan di Dokumenter Netflix

cecil

cecil

BeritaTerkait

Konjungsi Venus dan Jupiter 8-9 Juni 2026: Fenomena Langit Langka yang Wajib Disaksikan

Konjungsi Venus dan Jupiter 8-9 Juni 2026: Fenomena Langit Langka yang Wajib Disaksikan

13/06/2026 14:28
Kru Artemis III Resmi Diumumkan NASA, Siap Uji Teknologi SpaceX dan Blue Origin pada 2027

Kru Artemis III Resmi Diumumkan NASA, Siap Uji Teknologi SpaceX dan Blue Origin pada 2027

13/06/2026 09:53
Misi Artemis III Berubah Total, NASA Fokus Uji Teknologi Sebelum Kembali ke Bulan

Misi Artemis III Berubah Total, NASA Fokus Uji Teknologi Sebelum Kembali ke Bulan

13/06/2026 09:48
Angin Kosmik Lubang Hitam Bima Sakti Akhirnya Ditemukan Setelah 50 Tahun Pencarian

Angin Kosmik Lubang Hitam Bima Sakti Akhirnya Ditemukan Setelah 50 Tahun Pencarian

12/06/2026 10:39
Rotasi Bumi Melambat Akibat Perubahan Iklim: Hari di Bumi Makin Panjang dalam 3,6 Juta Tahun

Rotasi Bumi Melambat Akibat Perubahan Iklim: Hari di Bumi Makin Panjang dalam 3,6 Juta Tahun

11/06/2026 13:18
Posting berikutnya
Kylie Minogue Ungkap Kanker Kedua yang Disembunyikan di Dokumenter Netflix

Kylie Minogue Ungkap Kanker Kedua yang Disembunyikan di Dokumenter Netflix

5 Alasan iPhone Bukan Smartphone Terbaik untuk Anda di 2026

5 Alasan iPhone Bukan Smartphone Terbaik untuk Anda di 2026

Teleskop James Webb Berhasil Petakan Jaring Kosmik dan Rahasia Kematian Galaksi

Teleskop James Webb Berhasil Petakan Jaring Kosmik dan Rahasia Kematian Galaksi

Janice Tjen dan Alexandra Eala Jadi Simbol Kebangkitan Tenis Asia Tenggara

Janice Tjen dan Alexandra Eala Jadi Simbol Kebangkitan Tenis Asia Tenggara

IU dan Byeon Woo-seok Minta Maaf atas Kontroversi Drama Perfect Crown

IU dan Byeon Woo-seok Minta Maaf atas Kontroversi Drama Perfect Crown

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

EA Rencanakan Battlefield Rilis Tahunan dalam 5-6 Tahun ke Depan

EA Rencanakan Battlefield Rilis Tahunan dalam 5-6 Tahun ke Depan

26/08/2025 08:00
Cara Membaca Pesan WhatsApp Tanpa Tanda Centang Biru

Cara Membaca Pesan WhatsApp Tanpa Tanda Centang Biru

26/08/2025 13:00
Basarnas Belum Berhasil  Evakuasi Kapolda Jambi yang Helikopternya Kecelakaan

Basarnas Belum Berhasil Evakuasi Kapolda Jambi yang Helikopternya Kecelakaan

20/02/2023 00:44

Seluruh Sapi Positif PMK di Belitung Sembuh

02/06/2022 21:12
Petani Aceh Sambut Gembira Naiknya Harga Sawit

Harga TBS Sawit di Bengkulu Masih Rendah

24/05/2022 17:45
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist