Tuesday, July 7, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE TEKNOLOGI

Teleskop James Webb Berhasil Petakan Jaring Kosmik dan Rahasia Kematian Galaksi

Teleskop James Webb Petakan Jaring Kosmik dan Evolusi Alam Semesta

cecil Editor cecil
22/05/2026 14:43
in TEKNOLOGI
A A
Teleskop James Webb Berhasil Petakan Jaring Kosmik dan Rahasia Kematian Galaksi

Sebuah "potongan" dari jaring kosmik, seperti yang direkonstruksi melalui data COSMOS-Web. Titik sudut di sebelah kiri mewakili masa kini, sementara tepi yang berlawanannya menjangkau kembali ke masa ketika alam semesta berusia kurang dari 1 miliar tahun.(UCR/Hossein Hatamnia)

Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID – James Webb Space Telescope kembali mencetak pencapaian besar dalam dunia astronomi. Melalui penelitian terbaru, teleskop canggih tersebut berhasil memetakan struktur “skeletal” atau kerangka alam semesta dengan detail yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam memahami bagaimana galaksi terbentuk, berkembang, hingga akhirnya “mati” selama miliaran tahun perjalanan kosmik. Para astronom kini mampu melihat lebih jelas struktur raksasa yang dikenal sebagai jaring kosmik atau cosmic web, yaitu jaringan besar yang menjadi tempat berkumpulnya galaksi-galaksi di alam semesta.

Penelitian tersebut dilakukan menggunakan program survei terbesar milik James Webb yang dikenal sebagai COSMOS-Web. Dengan pengamatan selama ratusan jam, para ilmuwan berhasil menyusun peta kosmos paling detail yang pernah dibuat hingga saat ini.

BacaJuga

Keamanan Siber Keluarga di Indonesia: Peran Penting Family Digital Manager di Era Digital

Angin Pembunuh Galaksi Terungkap oleh Teleskop James Webb, Benarkah Jadi Masa Depan Bima Sakti?

Cara Install Google Web Designer di Laptop dengan Mudah untuk Pemula

Setting Kamera Samsung Galaxy S26 Ultra untuk Fancam Konser, Hasil Video Lebih Jernih dan Profesional

Apa Itu Jaring Kosmik dalam Alam Semesta?
Teleskop James Webb Petakan Jaring Kosmik dengan Detail Luar Biasa

Jaring kosmik merupakan struktur terbesar yang diketahui manusia di alam semesta. Struktur ini dapat dibayangkan seperti jaringan raksasa yang menghubungkan galaksi-galaksi melalui filamen gas, materi gelap, gugusan bintang, dan ruang hampa kosmik.

Di dalam jaringan tersebut, galaksi tidak tersebar secara acak. Mereka berkumpul membentuk pola tertentu yang menyerupai benang-benang besar di seluruh alam semesta.

Para ilmuwan percaya bahwa jaring kosmik memainkan peran penting dalam pertumbuhan galaksi sejak masa awal alam semesta sekitar 13 miliar tahun lalu.

Berkat kemampuan observasi James Webb yang jauh lebih canggih dibanding teleskop sebelumnya, struktur ini kini dapat terlihat lebih jelas dan detail. Jika sebelumnya banyak area kosmos hanya tampak seperti gumpalan cahaya buram, kini para astronom bisa mengidentifikasi galaksi kuno yang sangat redup dan jauh.

Penelitian COSMOS-Web Jadi Survei Terbesar James Webb

Program COSMOS-Web menjadi proyek pengamatan terbesar yang pernah dilakukan James Webb. Survei ini membutuhkan waktu sekitar 255 jam observasi untuk mengumpulkan data kosmik dalam jumlah sangat besar.

Data yang diperoleh kemudian digunakan untuk membangun katalog berisi lebih dari 164 ribu galaksi. Katalog tersebut kini juga telah dibuka untuk publik dan bisa digunakan oleh ilmuwan di seluruh dunia.

Dibandingkan survei sebelumnya yang dilakukan menggunakan Hubble Space Telescope, kemampuan James Webb jauh lebih unggul dalam mendeteksi galaksi kecil, redup, dan sangat jauh dari Bumi.

Teknologi inframerah mutakhir pada JWST memungkinkan teleskop ini melihat cahaya kuno yang berasal dari masa awal pembentukan alam semesta.

Hal inilah yang membuat James Webb mampu memetakan struktur kosmos ketika usia alam semesta masih sangat muda, bahkan baru beberapa ratus juta tahun setelah Dentuman Besar atau Big Bang.

Kematian GalaRahasia ksi Mulai Terungkap

Salah satu temuan paling menarik dari penelitian ini adalah bagaimana galaksi mengalami “kematian” atau berhenti membentuk bintang baru.

Para astronom menemukan bahwa galaksi-galaksi besar di wilayah padat cenderung menjadi quiescent, yaitu kondisi ketika aktivitas pembentukan bintang mulai berhenti.

Fenomena tersebut diperkirakan terjadi karena ukuran galaksi yang terlalu besar. Saat halo materi gelap di sekitar galaksi mencapai massa sangat besar, gas di dalamnya menjadi terlalu panas sehingga tidak lagi mampu membentuk bintang baru.

Selain itu, keberadaan lubang hitam supermasif juga memainkan peran penting dalam menghentikan kelahiran bintang.

Lubang hitam aktif dapat menghasilkan semburan energi dan jet berkecepatan tinggi yang menyapu material pembentuk bintang di sekitar galaksi. Akibatnya, proses pembentukan bintang perlahan terhenti.

Penelitian menunjukkan bahwa mekanisme ini mendominasi sekitar 7 miliar tahun lalu, saat alam semesta berada di fase pertumbuhan galaksi paling aktif.

Lingkungan Galaksi Ikut Menentukan Evolusi Bintang

Selain faktor internal seperti massa galaksi dan lubang hitam, lingkungan kosmik juga memengaruhi kehidupan galaksi.

Di era alam semesta modern, banyak galaksi berhenti membentuk bintang karena pengaruh lingkungan sekitar. Misalnya, interaksi antar galaksi dapat menghilangkan gas dingin yang dibutuhkan untuk melahirkan bintang baru.

Wilayah kosmik yang sangat padat juga bisa menghambat akumulasi material pembentuk bintang.

Para peneliti menjelaskan bahwa pada masa awal alam semesta, area padat justru menjadi lokasi pertumbuhan galaksi yang sangat cepat. Namun seiring waktu, wilayah yang sama berubah menjadi tempat yang mempercepat “kematian” galaksi.

Temuan ini membantu ilmuwan memahami bagaimana lingkungan kosmik dapat memengaruhi siklus hidup galaksi selama miliaran tahun.

James Webb Membuka Era Baru Astronomi Modern

Keberhasilan James Webb dalam memetakan jaring kosmik menunjukkan betapa besar lompatan teknologi astronomi modern saat ini.

Kemampuan teleskop tersebut memungkinkan manusia melihat lebih jauh ke masa lalu dibanding sebelumnya. Dengan data yang semakin detail, para ilmuwan kini memiliki peluang lebih besar untuk memahami asal-usul alam semesta dan bagaimana struktur kosmik terbentuk.

Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa banyak misteri alam semesta yang perlahan mulai terpecahkan berkat observasi JWST.

Tidak hanya membantu mempelajari galaksi, James Webb juga terus digunakan untuk meneliti planet ekstrasurya, lubang hitam, atmosfer planet asing, hingga kemungkinan kehidupan di luar Bumi.

Kesimpulan

Penemuan terbaru dari James Webb menjadi salah satu pencapaian paling penting dalam dunia astronomi modern. Dengan berhasil memetakan jaring kosmik secara detail, para ilmuwan kini semakin memahami bagaimana galaksi lahir, berkembang, dan akhirnya berhenti membentuk bintang.

Penelitian ini sekaligus membuktikan bahwa struktur alam semesta jauh lebih kompleks daripada yang selama ini dibayangkan.

Kemampuan James Webb dalam melihat galaksi purba membuka peluang besar bagi manusia untuk mengungkap lebih banyak misteri kosmos di masa depan.

Tags: AlamSemestaAstronomiBIGBANGCosmicWebGalaksiHubbleJamesWebbJaringKosmikJWSTNASAPenelitianAntariksaSainsModernTeleskopJamesWebb
Posting Sebelumnya

5 Alasan iPhone Bukan Smartphone Terbaik untuk Anda di 2026

Posting berikutnya

Janice Tjen dan Alexandra Eala Jadi Simbol Kebangkitan Tenis Asia Tenggara

cecil

cecil

BeritaTerkait

Angin Pembunuh Galaksi Terungkap oleh Teleskop James Webb, Benarkah Jadi Masa Depan Bima Sakti?

Angin Pembunuh Galaksi Terungkap oleh Teleskop James Webb, Benarkah Jadi Masa Depan Bima Sakti?

05/07/2026 10:11
Jutaan Planet di Dekat Lubang Hitam Supermasif: Penemuan Baru yang Mengubah Teori Pembentukan Planet

Jutaan Planet di Dekat Lubang Hitam Supermasif: Penemuan Baru yang Mengubah Teori Pembentukan Planet

30/06/2026 14:34
Galaksi Kerdil Sextans Tercabik Menjadi Dua, Astronom Ungkap Proses Kanibalisme Galaksi di Dekat Bima Sakti

Galaksi Kerdil Sextans Tercabik Menjadi Dua, Astronom Ungkap Proses Kanibalisme Galaksi di Dekat Bima Sakti

28/06/2026 10:53
Penelitian Ungkap Tata Surya Pernah Memiliki Dua Planet Tambahan yang Kini Menghilang

Penelitian Ungkap Tata Surya Pernah Memiliki Dua Planet Tambahan yang Kini Menghilang

23/06/2026 09:45
Foto Galaksi Spiral NGC 1566 oleh Teleskop Hubble: Keindahan Kosmik yang Memukau

Foto Galaksi Spiral NGC 1566 oleh Teleskop Hubble: Keindahan Kosmik yang Memukau

22/06/2026 13:02
Posting berikutnya
Janice Tjen dan Alexandra Eala Jadi Simbol Kebangkitan Tenis Asia Tenggara

Janice Tjen dan Alexandra Eala Jadi Simbol Kebangkitan Tenis Asia Tenggara

IU dan Byeon Woo-seok Minta Maaf atas Kontroversi Drama Perfect Crown

IU dan Byeon Woo-seok Minta Maaf atas Kontroversi Drama Perfect Crown

Raline Shah Kembali ke Festival Film Cannes 2026, Bawa Nama Indonesia ke Panggung Dunia

Raline Shah Kembali ke Festival Film Cannes 2026, Bawa Nama Indonesia ke Panggung Dunia

13 Dampak Kurang Olahraga bagi Kesehatan yang Wajib Diwaspadai

13 Dampak Kurang Olahraga bagi Kesehatan yang Wajib Diwaspadai

Penantian 10 Tahun Berakhir, Film Hope Na Hong-jin Pukau Kritikus Cannes 2026

Penantian 10 Tahun Berakhir, Film Hope Na Hong-jin Pukau Kritikus Cannes 2026

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara Berstatus Darurat Bencana

4 Kecamatan di Aceh Tamiang Dikepung Banjir

07/10/2022 12:06
4 Manfaat Semangka Bagi Tubuh, Boleh untuk Pengidap Diabetes?

4 Manfaat Semangka Bagi Tubuh, Boleh untuk Pengidap Diabetes?

22/06/2023 15:08
Kominfo Temukan 452 Infomasi Hokas Soal Covid-19

Kominfo Temukan 452 Infomasi Hokas Soal Covid-19

06/02/2022 10:33
Polda Sumut Dukung Pengamanan F1 Powerboat Danau Toba

Polda Sumut Dukung Pengamanan F1 Powerboat Danau Toba

14/01/2023 10:29
IDI Bandar Lampung Sebut Banyak Isoman Tak Lapor Takut Dikucilkan

IDI Bandar Lampung Sebut Banyak Isoman Tak Lapor Takut Dikucilkan

13/08/2021 17:17
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist