SUMA.ID – Gelombang protes global terhadap konflik Israel-Palestina kini meluas ke industri musik. Ratusan musisi dari berbagai negara bersatu dalam kampanye No Music for Genocide, sebuah gerakan boikot budaya yang menarik karya mereka dari platform streaming di Israel sebagai bentuk protes terhadap kekerasan di Palestina.
Lorde Pimpin Aksi Boikot Musik di Israel
Penyanyi ternama asal Selandia Baru, Lorde, menjadi salah satu figur besar yang mengambil langkah tegas dengan menghapus seluruh katalog musiknya dari layanan digital di Israel. Keputusan ini diambil melalui mekanisme geo-blocking sebagai wujud solidaritas terhadap rakyat Palestina dan penolakan terhadap genosida. Langkah Lorde mendapat dukungan dari Universal Music, yang menyetujui permintaan geo-blocking tersebut.
Kampanye No Music for Genocide awalnya digagas oleh sekitar 400 musisi dan label rekaman yang sepakat untuk menarik karya mereka dari platform streaming di Israel. Gerakan ini dimulai sebagai respons terhadap eskalasi konflik sejak Oktober 2023. Hingga kini, lebih dari seribu musisi, band, dan label independen dari berbagai penjuru dunia telah bergabung, menunjukkan solidaritas yang semakin meluas.
Tujuan Kampanye: Tekan Israel dan Tolak Art-Washing
Menurut situs resmi No Music for Genocide, kampanye ini bertujuan untuk memberikan tekanan kepada Israel dan menentang legitimasi negara tersebut di tengah pelanggaran hak asasi manusia. Para musisi juga mengecam praktik art-washing, yaitu penggunaan seni dan budaya untuk menutupi pelanggaran HAM oleh negara atau korporasi.
Gerakan ini mengambil inspirasi dari aksi serupa di masa lalu, seperti boikot budaya terhadap Rusia selama invasi ke Ukraina pada 2022. Para musisi mendesak label rekaman besar dunia untuk mengambil sikap tegas, sebagaimana mereka lakukan terhadap Rusia. Boikot ini diharapkan dapat memperkuat opini publik global dalam menolak normalisasi hubungan dengan Israel.
Nama-Nama Besar Bergabung dalam Boikot
Selain Lorde, sejumlah musisi dan grup ternama seperti Björk, Primal Scream, dan Paramore telah menyatakan dukungan mereka terhadap No Music for Genocide. Keikutsertaan mereka memberikan dorongan moral bagi komunitas musik global untuk bersatu menyuarakan solidaritas terhadap Palestina. Paramore, misalnya, telah menarik katalog musiknya dari Spotify di Israel, seperti dilansir dalam artikel terkait.
Ajakan untuk Bergabung dan Harapan Perdamaian
Kampanye No Music for Genocide masih terbuka bagi musisi, band, dan label rekaman di seluruh dunia yang ingin bergabung. Dengan aksi ini, para pelaku industri musik berharap dapat meningkatkan tekanan internasional terhadap Israel dan mendorong solusi damai untuk mengakhiri krisis kemanusiaan di Palestina.
Baca Juga:
- Paramore Tarik Musik dari Spotify Israel, Dukung Boikot No Music for Genocide
- Apa Itu Art-Washing dan Mengapa Dunia Musik Menolaknya?
Dengan semakin banyaknya musisi yang bergabung, gerakan ini menjadi simbol kuat solidaritas global dan upaya kolektif untuk memperjuangkan keadilan melalui seni.















