SUMA.ID – Lirik lagu Jejak Waktu Black Horses menjadi salah satu karya yang mencuri perhatian penikmat musik Indonesia pada 2026. Lagu ini hadir sebagai bagian dari album terbaru bertajuk Jahanam, album ketiga dari band rock asal Jakarta, Black Horses.
Album Jahanam menjadi tonggak baru dalam perjalanan musik Black Horses karena untuk pertama kalinya seluruh lagu dalam album ini menggunakan lirik berbahasa Indonesia. Langkah tersebut dinilai berhasil membuat karya mereka terasa lebih dekat dengan para pendengar, khususnya penggemar setia yang dikenal dengan sebutan “Kusir”.
Band yang diperkuat oleh Oscario (vokal), Kevin Indriawan (gitar), Lucky Azhary (bass), dan Julian Aditya (drum) ini menghadirkan sembilan lagu penuh emosi dan keresahan sosial dalam album yang dirilis di bawah label Firefly Records.
Sebelum album resmi dirilis, Black Horses lebih dulu memperkenalkan dua single bertajuk “Tirani Tua” dan “Distorsi Menggema”. Namun, lagu “Jejak Waktu” justru menjadi salah satu lagu yang paling kuat menyentuh sisi emosional para pendengar.
Lirik Lagu Jejak Waktu Black Horses Penuh Makna Kehidupan
Lirik Lagu Jejak Waktu Black Horses Gambarkan Kenangan dan Penyesalan
Lagu “Jejak Waktu” menghadirkan nuansa melankolis yang menggambarkan perjalanan hidup, kenangan masa lalu, dan kesadaran bahwa waktu tidak akan pernah kembali.
Melalui lirik yang sederhana namun emosional, Black Horses mencoba menyampaikan pesan tentang pentingnya menghargai setiap momen dalam kehidupan. Lagu ini juga menjadi refleksi tentang kehilangan, kerinduan, dan kenyataan bahwa beberapa hal hanya bisa dikenang tanpa dapat diulang kembali.
Vokalis Black Horses, Oscario, menyebut lagu ini menjadi semacam oase emosional bagi band maupun para pendengarnya.
Menurutnya, “Jejak Waktu” lahir dari pengalaman dan keresahan yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Lagu tersebut juga menjadi bentuk respons Black Horses terhadap berbagai situasi yang terjadi di sekitar mereka.
Tidak hanya bicara soal cinta atau kehilangan seseorang, lagu ini juga mengajak pendengar merenungkan perjalanan hidup serta bagaimana manusia sering kali terlambat menyadari pentingnya waktu.
Album Jahanam Jadi Penanda Perjalanan Musik Black Horses
Bassist Black Horses, Lucky Azhary, mengatakan bahwa album Jahanam bukan sekadar kumpulan lagu biasa.
Menurutnya, album ini merupakan penanda zaman sekaligus bentuk ekspresi dari keresahan generasi saat ini. Black Horses ingin menghadirkan musik yang jujur, emosional, dan relevan dengan kondisi sosial yang dirasakan banyak orang di Indonesia.
Secara musikal, album Jahanam tetap mempertahankan karakter rock khas Black Horses dengan sentuhan live band yang kuat. Namun, penggunaan bahasa Indonesia membuat pesan dalam lagu terasa lebih mengena dan mudah dipahami.
Band ini juga tidak ingin terdengar menggurui dalam setiap liriknya. Sebaliknya, mereka memilih berbagi pengalaman, emosi, dan kegelisahan melalui musik.
Pesan tentang kebebasan, keberanian mengambil sikap, hingga pentingnya menjalani hidup dengan jujur menjadi tema yang terasa dominan dalam album tersebut.
Tantangan Produksi Album Jahanam
Album Jahanam diproduseri oleh John Paul Patton yang mengaku proses produksi album ini memiliki tantangan tersendiri.
Meski sudah mengenal seluruh personel Black Horses dengan baik, tantangan terbesar adalah menemukan hasil akhir yang idealis namun tetap bisa diterima oleh audiens luas.
Menurut John Paul Patton, Black Horses memiliki karakter musik yang kuat dan emosional sehingga proses produksi membutuhkan pendekatan yang detail agar pesan dalam lagu tetap tersampaikan dengan maksimal.
Hasilnya, album Jahanam hadir sebagai karya yang terasa lebih matang, emosional, dan autentik dibanding album-album sebelumnya.
Lirik Lagu Jejak Waktu – Black Horses
Berikut penggalan lirik lagu “Jejak Waktu” yang menjadi sorotan para penikmat musik:
“Akankah bisa selamanya?
Segala kenangan bersama
Kini aku mulai sadari
Waktu tak kembali”
Lirik tersebut menjadi inti pesan dari lagu ini, yakni tentang kesadaran bahwa waktu terus berjalan dan kenangan tidak bisa diputar kembali.
Nuansa emosional yang kuat membuat lagu ini dianggap relevan dengan kehidupan banyak orang, terutama mereka yang sedang menghadapi kehilangan, perubahan, atau penyesalan dalam hidup.
Musik yang Tidak Sekadar Hiburan
Kehadiran album Jahanam membuktikan bahwa musik masih menjadi media penting untuk menyampaikan keresahan sosial dan emosi manusia.
Lewat “Jejak Waktu”, Black Horses tidak hanya menghadirkan lagu yang enak didengar, tetapi juga karya yang mampu mengajak pendengar merenungkan hidup dan menghargai waktu yang dimiliki.
Album ini sekaligus memperlihatkan perkembangan musikalitas Black Horses yang semakin matang dan berani mengeksplorasi identitas baru melalui lirik berbahasa Indonesia.








