Thursday, January 22, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE TEKNOLOGI

NASA dan Google Kembangkan Asisten Medis Berbasis AI untuk Misi Antariksa dan Kebutuhan Bumi

cecil Editor cecil
05/09/2025 09:00
in TEKNOLOGI
A A
NASA dan Google Kembangkan Asisten Medis Berbasis AI untuk Misi Antariksa dan Kebutuhan Bumi
Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID — NASA berkolaborasi dengan Google untuk menciptakan Crew Medical Officer Digital Assistant (CMO-DA), sebuah teknologi asisten medis berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk mendukung astronot dalam misi luar angkasa jarak jauh, seperti ke planet Mars. Sistem ini mampu memberikan diagnosis dan panduan pengobatan secara mandiri ketika akses ke dokter tidak memungkinkan di luar angkasa. Selain itu, teknologi ini juga memiliki potensi besar untuk diterapkan di daerah terpencil di Bumi, seperti wilayah bencana atau lokasi dengan akses medis terbatas.

Bagaimana CMO-DA Bekerja di Luar Angkasa?

CMO-DA memanfaatkan teknologi Google Cloud Vertex AI untuk mengintegrasikan input berupa suara, teks, dan gambar. Sistem ini menganalisis keluhan kesehatan, memproses citra medis, dan memberikan rekomendasi diagnosis serta langkah-langkah penanganan secara real-time. Teknologi ini telah diuji oleh NASA pada tiga kasus medis, dengan tingkat akurasi sebagai berikut:

  • Cedera pergelangan kaki: 88%
  • Sakit telinga: 80%
  • Nyeri punggung bawah: 74%

Pengujian dilakukan dengan metode Objective Structured Clinical Examination (OSCE), yaitu standar penilaian klinis yang umum digunakan dalam pelatihan medis profesional.

Kolaborasi Strategis NASA dan Google

Kerja sama ini memanfaatkan infrastruktur cloud, aplikasi, dan teknologi pelatihan model AI dari Google. Meski demikian, NASA memastikan kendali penuh atas kode sumber dan pengembangan model AI tetap berada di tangan mereka. Dengan pendekatan ini, NASA menjaga keamanan dan independensi pengembangan teknologi tersebut.

BacaJuga

Harga dan Spesifikasi Xiaomi 17 Series: Varian Terbaru dengan Teknologi Canggih

Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Tab S11 serta Tab S11 Ultra di Indonesia

AMD dan Cohere Perkuat Kemitraan Global untuk Akselerasi Inovasi AI Enterprise

AMD Perkuat Kemitraan Global dengan Cohere untuk Mendorong Inovasi AI Perusahaan

Manfaat Ganda: Misi Antariksa dan Aplikasi di Bumi

CMO-DA menawarkan solusi kesehatan yang inovatif dengan manfaat ganda:

  1. Di luar angkasa: Membantu astronot menjaga kesehatan selama misi jarak jauh tanpa kehadiran dokter.
  2. Di Bumi: Berpotensi menjadi solusi telemedicine di daerah terpencil, lokasi bencana, atau fasilitas kesehatan dengan keterbatasan tenaga medis.

Teknologi ini dapat menjadi terobosan dalam sistem kesehatan global, terutama untuk layanan telemedicine yang cerdas dan mandiri.

Tantangan Pengembangan CMO-DA

Meskipun menjanjikan, teknologi ini masih menghadapi beberapa kendala, seperti:

  • Risiko kesalahan AI: Potensi “hallucination” AI, di mana sistem memberikan diagnosis yang salah namun tampak meyakinkan.
  • Integrasi data medis: Pengembangan sistem untuk mengintegrasikan data dari perangkat pengukur vital atau hasil laboratorium masih berlangsung.
  • Regulasi kesehatan: Penggunaan di Bumi memerlukan kepatuhan terhadap regulasi kesehatan global yang ketat.

Rencana Pengembangan di Masa Depan

NASA berencana untuk meningkatkan kemampuan CMO-DA dengan menghubungkannya ke perangkat medis antariksa, memperluas data pelatihan AI, dan mengadaptasikan sistem untuk kondisi unik seperti efek gravitasi mikro. Tujuannya adalah menciptakan Precision Space Health, sebuah sistem kesehatan personal yang dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan setiap astronot selama misi panjang.

Kesimpulan

Kolaborasi antara NASA dan Google menghasilkan asisten medis AI yang tidak hanya mendukung misi luar angkasa, tetapi juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan akses layanan kesehatan di Bumi. CMO-DA menunjukkan bagaimana inovasi antariksa dapat diadaptasi untuk memberikan solusi kesehatan yang cerdas, mandiri, dan dapat diakses di berbagai kondisi, mulai dari luar angkasa hingga wilayah terpencil di Bumi.

Kata Kunci: NASA, Google, AI, asisten medis, CMO-DA, telemedicine, kesehatan antariksa, teknologi kesehatan, misi Mars, Precision Space Health.

Posting Sebelumnya

Shinobi: Art of Vengeance — Balas Dendam Ninja dalam Kanvas Seni Digital

Posting berikutnya

Path of Exile 2: Kebangkitan melalui The Third Edict dan Akses Gratis Akhir Pekan

cecil

cecil

BeritaTerkait

Lirik dan Makna Lagu “Paper Rings” Taylor Swift yang Viral di TikTok

Lirik dan Makna Lagu “Paper Rings” Taylor Swift yang Viral di TikTok

31/12/2025 16:00
Konser Reuni Angelfish Dukung Anak-Anak Palestina melalui Aksi Kemanusiaan

Konser Reuni Angelfish Dukung Anak-Anak Palestina melalui Aksi Kemanusiaan

31/12/2025 08:00
BLACKPINK Siapkan Lagu Baru dan Konser di Jakarta 2025

BLACKPINK Siapkan Lagu Baru dan Konser di Jakarta 2025

30/12/2025 16:00
Sam Rivers Meninggal, Fred Durst Kenang Perjalanan Limp Bizkit

Sam Rivers Meninggal, Fred Durst Kenang Perjalanan Limp Bizkit

30/12/2025 08:00
Juicy Luicy Hadirkan “Elu-Elukan”, Cerita Patah Hati yang Penuh Makna

Juicy Luicy Hadirkan “Elu-Elukan”, Cerita Patah Hati yang Penuh Makna

29/12/2025 12:00
Posting berikutnya
Path of Exile 2: Kebangkitan melalui The Third Edict dan Akses Gratis Akhir Pekan

Path of Exile 2: Kebangkitan melalui The Third Edict dan Akses Gratis Akhir Pekan

Microsoft Lens Akan Dihentikan pada September 2025, Pengguna Didorong Beralih ke Copilot

Microsoft Lens Akan Dihentikan pada September 2025, Pengguna Didorong Beralih ke Copilot

Fear Effect Muncul Kembali di PS4, PS5, Switch, dan Steam: Kebangkitan Nostalgia Tanpa Pengumuman

Fear Effect Muncul Kembali di PS4, PS5, Switch, dan Steam: Kebangkitan Nostalgia Tanpa Pengumuman

AirAsia World di Roblox: Inovasi Metaverse ASEAN untuk Generasi Digital

AirAsia World di Roblox: Inovasi Metaverse ASEAN untuk Generasi Digital

Film Call of Duty: Paramount Kejar Hak Adaptasi, Henry Cavill Dirumorkan sebagai Captain Price

Film Call of Duty: Paramount Kejar Hak Adaptasi, Henry Cavill Dirumorkan sebagai Captain Price

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Hujan Terus Menerus Sebabkan Banjir di Tiongkok

Banjir Bandang Terjang 22 Hektare Kebun Warga Aceh Tengah

21/12/2021 20:24
Satu Terduga Teroris Ditangkap di Aceh Pakar Membuat Bom

Satu Terduga Teroris Ditangkap di Aceh Pakar Membuat Bom

23/01/2021 16:13
NVIDIA Investasi Rp83 Triliun di Intel, RTX Akan Terintegrasi dalam Prosesor x86

NVIDIA Investasi Rp83 Triliun di Intel, RTX Akan Terintegrasi dalam Prosesor x86

10/10/2025 10:00
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Mencapai Ketinggian 1,5 Kilometer

Gunung Anak Krakatau Kembali Meletus, Abu Vulkanik Mencapai Ketinggian 500 Meter

06/06/2023 20:49
Diduga Korsleting Listrik, Gedung DPRD Kota Batam Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Gedung DPRD Kota Batam Terbakar

11/01/2022 17:40
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist