Thursday, April 30, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE TEKNOLOGI

Google Bantah Isu Kebocoran Data Gmail, Pastikan Keamanan Tetap Terjaga

cecil Editor cecil
08/09/2025 12:00
in TEKNOLOGI
A A
Google Bantah Isu Kebocoran Data Gmail, Pastikan Keamanan Tetap Terjaga
Share on FacebookShare on Twitter

suma.id – Bandar Lampung, Lampost.co – Kabar mengenai kebocoran data Gmail kembali mengemuka setelah kelompok peretas ShinyHunters diklaim berhasil menyusup ke database Google melalui platform Salesforce. Data yang bocor diduga mencakup informasi pelanggan bisnis, seperti nama perusahaan dan detail kontak, yang kemudian dimanfaatkan untuk serangan phishing dan vishing terhadap jutaan pengguna Gmail.

Meski isu ini memicu kekhawatiran, Google menegaskan bahwa tidak ada kata sandi pengguna yang bocor. Serangan tersebut lebih berfokus pada eksploitasi data bisnis untuk melakukan penipuan daring. Beberapa pengguna melaporkan menerima panggilan telepon mencurigakan yang mengaku sebagai perwakilan Google, menawarkan perubahan kata sandi atau layanan lainnya.

Google Pastikan Keamanan Gmail Tidak Terganggu

Google dengan tegas membantah adanya peringatan massal kepada 2,5 miliar pengguna Gmail terkait kebocoran data. Perusahaan menyebut klaim tersebut tidak akurat dan menyesatkan.

BacaJuga

6 Konsep Invisible Wellness Tren Desain Rumah Populer 2026

RI Tak Bisa Pungut Pajak Digital Google dan Netflix CS Akibat Perjanjian Dagang ART 2026

Fosil Monster Laut Kimberley Ungkap Gurun Australia Pernah Jadi Laut Tropis

Laporan Kaspersky 2026: Spam Email Global Tumbuh 15 Persen Sepanjang 2025

“Kami memastikan bahwa Gmail tetap aman. Tidak ada kebocoran kata sandi, dan sistem keamanan kami mampu memblokir lebih dari 99,9% ancaman phishing dan malware,” demikian pernyataan resmi Google.

Perusahaan juga menyoroti investasinya dalam teknologi keamanan canggih, seperti pemanfaatan machine learning untuk mendeteksi ancaman siber. Google mendorong pengguna untuk mengaktifkan otentikasi dua faktor (2FA), beralih ke passkeys yang lebih aman dari serangan phishing, serta memanfaatkan fitur Security Checkup untuk memeriksa keamanan akun secara berkala.

Ancaman Social Engineering Tetap Mengintai

Meskipun tuduhan kebocoran kata sandi tidak terbukti, serangan berbasis social engineering masih menjadi ancaman besar. Peretas memanfaatkan teknik komunikasi canggih, bahkan menggunakan kecerdasan buatan (AI), untuk menipu pengguna agar memberikan informasi sensitif atau akses ke akun mereka.

Menurut pakar keamanan siber, kelemahan utama bukan hanya pada teknologi, tetapi juga pada faktor manusia. Kurangnya kewaspadaan pengguna dapat membuat sistem keamanan terbaik sekalipun rentan ditembus.

Fakta Penting Terkait Isu Kebocoran Data

  • Sumber Serangan: Peretas memanfaatkan teknik social engineering untuk mengakses sistem Salesforce.
  • Data yang Bocor: Informasi pelanggan bisnis, seperti nama dan kontak; kata sandi pengguna tidak terdampak.
  • Risiko Utama: Peningkatan serangan phishing dan vishing yang menargetkan pengguna Gmail.
  • Langkah Google: Menerapkan deteksi ancaman otomatis, memblokir 99,9% malware, dan merekomendasikan penggunaan 2FA serta passkeys.
  • Pernyataan Resmi: Google menegaskan tidak ada peringatan massal, dan klaim kebocoran data Gmail tidak benar.

Tips Keamanan untuk Pengguna Gmail

Untuk melindungi akun dari ancaman siber, pengguna disarankan untuk:

  1. Memperbarui kata sandi secara rutin dengan kombinasi karakter yang kuat.
  2. Mengaktifkan 2FA atau beralih ke passkeys untuk keamanan tambahan.
  3. Memanfaatkan fitur Google Security Checkup untuk memantau status keamanan akun.
  4. Berhati-hati terhadap email, panggilan telepon, atau pesan yang mencurigakan, terutama yang mengatasnamakan Google.
  5. Selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi Google atau sumber berita terpercaya.

Kesimpulan

Isu kebocoran data Gmail perlu disikapi dengan bijak. Meski data bisnis sempat terekspos akibat manipulasi sosial terhadap karyawan Google, tidak ada bukti bahwa kata sandi pengguna bocor. Google menegaskan bahwa sistem keamanan Gmail tetap kokoh, namun pengguna harus tetap waspada terhadap ancaman phishing yang kian canggih. Dengan langkah pencegahan yang tepat, seperti mengaktifkan 2FA dan memeriksa keamanan akun secara rutin, pengguna dapat menjaga akun mereka tetap aman.

 

Tags: 2FAGmailGooglekeamanan siberkebocoran datapasskeysphishing
Posting Sebelumnya

Samsung Galaxy Unpacked 2025: Bocoran Galaxy S25 Series, Inovasi AI Generatif, dan Jadwal Rilis

Posting berikutnya

Honor of Kings Luncurkan Event Harta Lembah Naga: Raih Skin Legend dan Hadiah Eksklusif Gratis

cecil

cecil

BeritaTerkait

google & Neflix

RI Tak Bisa Pungut Pajak Digital Google dan Netflix CS Akibat Perjanjian Dagang ART 2026

01/03/2026 09:55
LockBit 5.0: Ancaman Ransomware Terbaru untuk Pengguna Windows dan Linux

LockBit 5.0: Ancaman Ransomware Terbaru untuk Pengguna Windows dan Linux

20/10/2025 14:00
Waspada Phishing Canggih: Pengguna Gmail Jadi Sasaran Serangan Siber

Waspada Phishing Canggih: Pengguna Gmail Jadi Sasaran Serangan Siber

11/09/2025 08:00
Kebocoran 2,5 Miliar Akun Gmail: Waspada Ancaman Phishing dan Penipuan Digital

Kebocoran 2,5 Miliar Akun Gmail: Waspada Ancaman Phishing dan Penipuan Digital

01/09/2025 10:00
BadBox 2.0: Ancaman Malware Android dan IoT di Skala Global

BadBox 2.0: Ancaman Malware Android dan IoT di Skala Global

24/08/2025 16:00
Posting berikutnya
Honor of Kings Luncurkan Event Harta Lembah Naga: Raih Skin Legend dan Hadiah Eksklusif Gratis

Honor of Kings Luncurkan Event Harta Lembah Naga: Raih Skin Legend dan Hadiah Eksklusif Gratis

AYN Odin 3 Hadirkan Snapdragon 8 Elite untuk Handheld Gaming Andal

AYN Odin 3 Hadirkan Snapdragon 8 Elite untuk Handheld Gaming Andal

10 Tips Mengambil Foto HD Profesional dengan HP

10 Tips Mengambil Foto HD Profesional dengan HP

DeepSeek AI: Inovasi Kecerdasan Buatan Tiongkok yang Mengguncang Dunia Teknologi

DeepSeek AI: Inovasi Kecerdasan Buatan Tiongkok yang Mengguncang Dunia Teknologi

NVIDIA GeForce RTX 5090: Puncak Performa Gaming di Era Blackwell

NVIDIA GeForce RTX 5090: Puncak Performa Gaming di Era Blackwell

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

6.771 Warga Binaan LP di Riau Dapat Remisi Lebaran

6.771 Warga Binaan Pemasyarakatan di 16 Riau Dapat Remisi Idulfitri 2022. 

03/05/2022 09:41
Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat

Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat

04/01/2022 18:22
BadBox 2.0: Ancaman Malware Android dan IoT yang Mengintai Dunia

BadBox 2.0: Ancaman Malware Android dan IoT yang Mengintai Dunia

01/09/2025 17:00
Batik Habangka Bangka Selatan lolos ajang AKI

Batik Habangka Bangka Selatan lolos ajang AKI

10/05/2023 22:09
Kasu Covid-19

Dinkes Sumut Tingkatkan Tracing WNA asal Inggris Terindikasi Omicron

06/01/2022 16:44
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist