SUMA.ID — Isu peredaran uang palsu kembali mencuat setelah laporan bahwa uang palsu yang diproduksi di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, diduga dapat disetorkan melalui mesin ATM tanpa terdeteksi. Kasus ini menyoroti pentingnya edukasi masyarakat tentang cara mengenali uang asli dan langkah yang tepat saat menemukan uang palsu.
Fakta Penting Seputar Uang Palsu dan Mesin ATM
- Mesin ATM dirancang canggih: Mesin setor tunai seperti ATM, CDM (Cash Deposit Machine), dan CRM (Cash Recycle Machine) dilengkapi teknologi untuk mendeteksi fitur keamanan uang rupiah, sehingga peluang lolosnya uang palsu sangat kecil.
- Kebijakan Bank Indonesia: Berdasarkan Pasal 35 ayat (4) Peraturan Bank Indonesia Nomor 21/10/PBI/2019, uang yang terbukti palsu tidak dapat ditukar atau diganti oleh Bank Indonesia.
- Langkah masyarakat: Jika menemukan uang palsu dari ATM, segera laporkan ke bank terkait untuk verifikasi keaslian oleh Bank Indonesia.
Awal Mula Isu Uang Palsu di ATM
Klaim bahwa uang palsu dari kasus UIN Alauddin Makassar dapat lolos deteksi mesin ATM pertama kali muncul di media sosial X melalui akun @eil******** pada 25 Desember 2024. Dalam unggahannya, akun tersebut menyebutkan, “Uang palsu produksi UIN bisa disetor via ATM karena tidak terdeteksi. Daripada lapor ke bank, uangnya malah disita tanpa ganti.”
Pernyataan ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama setelah kepolisian mengungkap sindikat pemalsuan uang di Makassar pada 18 Desember 2024. Dalam penggerebekan, polisi menyita uang palsu senilai Rp446,7 juta, dengan kemungkinan sebagian lainnya telah beredar di masyarakat.
Penjelasan Bank Indonesia tentang Uang Palsu
Marlison Hakim, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, menegaskan bahwa uang palsu tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan penggantian. “Masyarakat harus melaporkan temuan uang palsu, tetapi perlu dipahami bahwa uang tidak asli tidak akan diganti,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa mesin perbankan modern dirancang untuk mendeteksi ciri keaslian uang rupiah. “Uang palsu sulit lolos dari mesin sortasi karena fitur keamanannya tidak dikenali,” tambah Marlison.
Teknologi Mesin ATM dan Deteksi Uang Palsu
Mesin ATM, CDM, dan CRM telah melalui pengujian ketat untuk memastikan kemampuan mendeteksi fitur keamanan uang rupiah. Menurut Marlison, mesin ini diuji oleh bank dan vendor sebelum digunakan. “Kemungkinan uang palsu lolos dari mesin ATM sangat kecil karena fitur keamanan rupiah telah terintegrasi dalam sistem deteksi,” katanya.
Langkah Tepat Jika Menemukan Uang Palsu
Jika masyarakat menemukan uang yang diduga palsu dari ATM, segera laporkan ke bank terkait. Bank akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk memverifikasi keaslian uang tersebut. Hasil verifikasi akan menentukan apakah uang tersebut asli atau palsu. Laporan ini juga membantu aparat hukum melacak jaringan pemalsuan uang dan meningkatkan sistem deteksi perbankan.
Pentingnya Edukasi dan Pencegahan
Kasus ini menunjukkan perlunya edukasi masyarakat tentang ciri-ciri keaslian uang rupiah, seperti benang pengaman, tanda air, dan tinta berubah warna. Dengan pemahaman ini, masyarakat dapat lebih waspada dan tahu langkah yang harus diambil jika menemukan uang palsu. Teknologi perbankan yang terus berkembang juga diharapkan semakin memperkuat deteksi uang palsu, menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keuangan.
Cara Mengenali Uang Asli
Untuk menghindari kerugian akibat uang palsu, masyarakat disarankan:
- Periksa ciri keamanan: Pastikan uang memiliki fitur seperti benang pengaman, tanda air, dan tinta berubah warna.
- Gunakan alat bantu: Jika ragu, gunakan alat pendeteksi uang asli yang tersedia di pasaran.
- Laporkan segera: Jika menemukan uang palsu, serahkan ke bank atau pihak berwenang tanpa mencoba menggunakannya.
Dengan meningkatkan kesadaran dan teknologi deteksi, diharapkan peredaran uang palsu dapat diminimalisir, menjaga keamanan dan kepercayaan dalam transaksi keuangan.















