SUMA.ID – Kenyamanan belajar menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesehatan fisik dan mental siswa di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin modern dan berbasis teknologi. Selain kualitas tenaga pengajar dan kurikulum, lingkungan belajar yang sehat dan ergonomis kini dinilai berpengaruh besar terhadap kemampuan siswa dalam menyerap ilmu dan berkembang secara optimal.
Sistem pendidikan di Indonesia sebenarnya dinilai sudah cukup siap menghadapi perubahan zaman dari sisi regulasi. Namun, pengembangan sumber daya manusia (SDM) masih perlu terus ditingkatkan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri masa depan.
Rektor Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI, Sylviana Murni, mengatakan bahwa dunia pendidikan harus terus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi sangat cepat, terutama di era digital dan kecerdasan buatan saat ini.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kemampuan akademik semata, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan fisik, kesehatan mental, serta fasilitas belajar yang nyaman bagi siswa.
Ia menilai bahwa kondisi tubuh yang sehat akan sangat memengaruhi kemampuan berpikir dan konsentrasi seseorang dalam belajar. Sebaliknya, jika kondisi fisik terganggu, maka fokus siswa akan terpecah sehingga proses pembelajaran menjadi tidak maksimal.
Kenyamanan Belajar dan Ergonomi Jadi Sorotan
Kenyamanan Belajar Dukung Kesehatan Mental dan Prestasi Siswa
Dalam Simposium Education, Ergonomics & Innovation 2026 yang digelar di Jakarta, isu mengenai kenyamanan belajar menjadi salah satu pembahasan utama. Kegiatan ini mempertemukan berbagai pihak mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi kesehatan, komunitas orang tua, hingga pelaku industri pendidikan.
Simposium tersebut membahas bagaimana faktor ergonomi seperti desain meja, kursi, postur tubuh, hingga beban tas sekolah memiliki dampak nyata terhadap kesehatan dan performa belajar siswa.
Lingkungan belajar yang tidak nyaman dapat memicu kelelahan fisik, nyeri otot, hingga gangguan mental seperti stres dan kejenuhan. Karena itu, konsep ergonomi dalam pendidikan mulai dianggap sebagai kebutuhan penting, bukan sekadar pelengkap.
Sylviana juga mengapresiasi kolaborasi antara perguruan tinggi dengan mitra internasional, termasuk dari Jepang, dalam mengembangkan perangkat sekolah ergonomis yang lebih ramah terhadap kesehatan siswa.
Ia menilai inovasi tersebut dapat membantu menciptakan proses belajar yang lebih efektif, nyaman, dan mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
Teknologi dan SDM Harus Berjalan Seimbang
Staf Ahli Menteri Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Kementerian Ekonomi Kreatif, Restog Krisna Kusuma, menambahkan bahwa generasi muda saat ini harus terus belajar dan menguasai perkembangan teknologi agar mampu bersaing di masa depan.
Menurutnya, kemajuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah mengubah banyak sektor, termasuk dunia pendidikan dan ekonomi kreatif. Oleh sebab itu, siswa dan tenaga pendidik perlu terus meningkatkan kemampuan agar tidak tertinggal.
Ia juga menilai bahwa desain produk ergonomis memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai bagian dari subsektor ekonomi kreatif di Indonesia.
Pemerintah pun terus mendorong kerja sama antara asosiasi, akademisi, dan mitra internasional untuk menciptakan inovasi produk pendidikan yang mendukung kenyamanan belajar siswa.
Produk pendidikan yang ergonomis diharapkan mampu membantu anak-anak belajar lebih sehat, nyaman, dan produktif dalam jangka panjang.
Kolaborasi Jadi Kunci Pendidikan yang Lebih Sehat
President & CEO Indonesia Research Institute Japan, Albertus Prasetyo Heru Nugroho, mengatakan bahwa simposium tersebut menjadi ruang kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem pendidikan yang lebih baik di Indonesia.
Menurut Albertus, ergonomi bukan hanya berkaitan dengan desain produk, tetapi juga merupakan investasi penting bagi kualitas hidup dan masa depan generasi muda.
Ia menegaskan bahwa pendidikan yang sehat harus dibangun melalui kerja sama antara pemerintah, dunia industri, akademisi, dan masyarakat.
Melalui forum tersebut, diharapkan muncul berbagai inovasi baru yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara fisik maupun mental.
Selain itu, kolaborasi jangka panjang juga diperlukan agar Indonesia mampu membangun ekosistem pendidikan yang sehat, inovatif, dan memiliki daya saing global.
Pendidikan Masa Depan Tidak Hanya Soal Akademik
Perubahan zaman membuat dunia pendidikan tidak lagi hanya berfokus pada nilai akademik. Kini, kesehatan mental, kenyamanan belajar, dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi menjadi bagian penting dalam membentuk generasi unggul.
Lingkungan belajar yang nyaman terbukti dapat membantu siswa lebih fokus, kreatif, dan semangat dalam mengikuti proses pembelajaran.
Karena itu, perhatian terhadap fasilitas sekolah, desain ruang belajar, hingga kesehatan fisik siswa perlu menjadi prioritas bersama.
Dengan dukungan teknologi, inovasi ergonomi, serta peningkatan kualitas SDM, pendidikan Indonesia diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.















