Tuesday, July 14, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE KESEHATAN

Angina Pektoris atau Angin Duduk: Kenali Gejala, Penyebab, dan Faktor Risikonya Sejak Dini

Angina Pektoris atau Angin Duduk: Sinyal Bahaya dari Jantung yang Tidak Boleh Diabaikan

cecil Editor cecil
20/06/2026 09:43
in KESEHATAN
A A
Angina Pektoris atau Angin Duduk: Kenali Gejala, Penyebab, dan Faktor Risikonya Sejak Dini

Ilustrasi(magnific)

Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID – Angina Pektoris atau Angin Duduk merupakan kondisi yang sering dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Padahal, keluhan ini bisa menjadi tanda awal adanya gangguan serius pada jantung. Dalam dunia medis, angina pektoris terjadi ketika otot jantung tidak memperoleh pasokan darah dan oksigen yang cukup akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner.

Jantung adalah organ vital yang bekerja tanpa henti untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, jantung membutuhkan aliran darah yang lancar melalui pembuluh darah koroner. Ketika aliran tersebut terganggu, otot jantung akan mengalami kekurangan oksigen dan memunculkan rasa nyeri yang dikenal sebagai angina.

Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena dapat menjadi tanda awal penyakit jantung koroner dan meningkatkan risiko serangan jantung apabila tidak ditangani dengan tepat.

BacaJuga

Apakah Uban Prematur Berbahaya? Kenali Penyebab dan Risiko Kesehatannya

Putusan MK UU Kesehatan Dukung Langkah Kemenkes Tangani Wabah dan KLB

Gejala Kebocoran Katup Jantung yang Harus Diwaspadai Sejak Dini

Manfaat Aktivitas Fisik Anak Saat Liburan, Bau Matahari Ternyata Punya Dampak Positif

Apa Itu Angina Pektoris atau Angin Duduk?

Istilah angina berasal dari bahasa Yunani kuno yang berarti “mencekik” atau “menyempit”, sedangkan pektoris berarti “dada”. Karena itu, gejala utama yang dirasakan penderita adalah nyeri dada yang terasa seperti ditekan benda berat, diremas, atau tertindih sesuatu yang besar.

Rasa nyeri tersebut dapat muncul secara tiba-tiba, terutama saat seseorang melakukan aktivitas fisik berat, mengalami stres emosional, atau ketika jantung membutuhkan lebih banyak oksigen dibandingkan pasokan yang tersedia.

Dalam banyak kasus, nyeri tidak hanya dirasakan di dada. Beberapa penderita juga mengeluhkan rasa sakit yang menjalar ke lengan kiri, bahu, leher, rahang, hingga punggung. Kondisi ini sering disertai sesak napas, keringat dingin, mual, dan rasa lelah yang tidak biasa.

Mengapa Disebut Angin Duduk?

Di Indonesia, masyarakat lebih mengenal angina pektoris dengan istilah “angin duduk”. Sebutan ini diyakini muncul karena penderita sering kali merasa lebih nyaman dalam posisi duduk saat serangan terjadi.

Ketika pasokan oksigen ke jantung berkurang, penderita biasanya mengalami sesak napas dan rasa tidak nyaman yang meningkat saat berbaring. Oleh karena itu, mereka secara refleks mencari posisi duduk untuk membantu pernapasan dan mengurangi rasa nyeri yang dirasakan.

Meski istilah angin duduk sudah sangat populer, penting untuk dipahami bahwa kondisi ini bukan sekadar masuk angin biasa. Angina merupakan gejala medis yang berhubungan langsung dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Penyebab Utama Angina Pektoris

Penyebab paling umum angina pektoris adalah penyempitan pembuluh darah koroner akibat penumpukan plak lemak atau aterosklerosis. Plak tersebut terbentuk secara bertahap dari kolesterol, lemak, kalsium, dan zat lainnya yang menempel pada dinding pembuluh darah.

Seiring waktu, penumpukan ini membuat saluran pembuluh darah semakin sempit sehingga aliran darah menuju otot jantung menjadi berkurang. Akibatnya, jantung tidak mendapatkan cukup oksigen, terutama ketika bekerja lebih keras.

Ketika kebutuhan oksigen meningkat namun pasokan tidak mencukupi, muncullah rasa nyeri dada yang menjadi ciri khas angina pektoris.

Faktor Risiko yang Memicu Angina Pektoris

Beberapa faktor diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami angina pektoris maupun penyakit jantung koroner.

1. Kolesterol Jahat (LDL) Tinggi

Kadar kolesterol LDL yang berlebihan dapat menumpuk pada dinding pembuluh darah dan membentuk plak. Semakin banyak plak yang terbentuk, semakin sempit aliran darah menuju jantung.

2. Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak lapisan pembuluh darah. Kerusakan ini memudahkan kolesterol dan lemak menempel sehingga mempercepat proses penyumbatan.

3. Diabetes

Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat proses aterosklerosis. Karena itu, penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung.

4. Kebiasaan Merokok

Merokok merupakan salah satu faktor risiko terbesar bagi kesehatan jantung. Kandungan karbon monoksida dalam asap rokok mengurangi kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Selain itu, nikotin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Kombinasi kedua efek tersebut membuat jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko terjadinya angina.

5. Gaya Hidup Tidak Sehat

Kurang berolahraga, pola makan tinggi lemak jenuh, obesitas, stres berkepanjangan, dan kurang tidur juga berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit jantung dan angina pektoris.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Beberapa gejala umum angina pektoris meliputi:

  • Nyeri atau tekanan pada dada
  • Sensasi dada seperti tertindih benda berat
  • Sesak napas
  • Keringat dingin
  • Mual atau muntah
  • Pusing atau lemas mendadak
  • Nyeri yang menjalar ke lengan, bahu, leher, rahang, atau punggung

Jika gejala berlangsung lebih dari beberapa menit atau semakin berat, segera cari pertolongan medis karena bisa menjadi tanda serangan jantung.

Cara Mencegah Angina Pektoris

Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak dini. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  • Mengontrol tekanan darah secara rutin.
  • Menjaga kadar kolesterol tetap normal.
  • Mengelola kadar gula darah bagi penderita diabetes.
  • Berhenti merokok.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Berolahraga minimal 150 menit per minggu.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mengelola stres dengan baik.

Kesimpulan

Angina pektoris atau angin duduk bukanlah kondisi yang boleh dianggap remeh. Nyeri dada yang muncul merupakan sinyal bahwa jantung sedang mengalami kekurangan pasokan darah dan oksigen akibat gangguan pada pembuluh darah koroner. Faktor risiko seperti kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, dan kebiasaan merokok dapat mempercepat terjadinya kondisi ini.

Dengan mengenali gejala sejak dini dan menerapkan pola hidup sehat, risiko komplikasi serius seperti serangan jantung dapat diminimalkan. Jika mengalami nyeri dada yang mencurigakan, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Tags: AnginaPektorisAnginDudukBahayaMerokokCegahPenyakitJantungDiabetesGejalaAnginDudukhipertensiKesehatanJantungKolesterolTinggiPenyakitJantungPenyebabAngina
Posting Sebelumnya

Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan: 8 Khasiat Luar Biasa bagi Jantung, Otak, dan Tubuh

Posting berikutnya

Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen Tersingkir di Libema Terbuka 2026 Setelah Drama Super Tie-Break

cecil

cecil

BeritaTerkait

Gejala Kebocoran Katup Jantung yang Harus Diwaspadai Sejak Dini

Gejala Kebocoran Katup Jantung yang Harus Diwaspadai Sejak Dini

12/07/2026 09:26
Penyakit Rematik Jantung pada Remaja Bisa Sebabkan Kebocoran Katup Saat Dewasa

Penyakit Rematik Jantung pada Remaja Bisa Sebabkan Kebocoran Katup Saat Dewasa

09/07/2026 09:38
4 Protein Nabati Terbaik untuk Turunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami

4 Protein Nabati Terbaik untuk Turunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami

08/07/2026 10:25
Karbohidrat untuk Penderita Penyakit Jantung: Pilihan Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Karbohidrat untuk Penderita Penyakit Jantung: Pilihan Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Jantung

08/07/2026 09:28
Hipertensi Usia Muda Meningkat, Kenali Penyebab, Bahaya, dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

Hipertensi Usia Muda Meningkat, Kenali Penyebab, Bahaya, dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

05/07/2026 09:38
Posting berikutnya
Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen Tersingkir di Libema Terbuka 2026 Setelah Drama Super Tie-Break

Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen Tersingkir di Libema Terbuka 2026 Setelah Drama Super Tie-Break

Porjar Bali 2026 Diramaikan 653 Atlet, Klungkung Bidik Prestasi Lebih Tinggi

Porjar Bali 2026 Diramaikan 653 Atlet, Klungkung Bidik Prestasi Lebih Tinggi

Film Cek Khodam Komedi Horor Indonesia yang Angkat Fenomena Konten Mistis Viral

Film Cek Khodam Komedi Horor Indonesia yang Angkat Fenomena Konten Mistis Viral

Liang Bua Kembali Jadi Sorotan Dunia, Peneliti Internasional Telusuri Jejak DNA Purba Manusia Hobbit

Liang Bua Kembali Jadi Sorotan Dunia, Peneliti Internasional Telusuri Jejak DNA Purba Manusia Hobbit

Shareefa Daanish di Film Cerita Lila, Transformasi Emosional dari Penjahit Menjadi Sosok Mengerikan

Shareefa Daanish di Film Cerita Lila, Transformasi Emosional dari Penjahit Menjadi Sosok Mengerikan

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Sistem Pembayaran Play Store Berubah, Apakah Harga Langganan Digital Bisa Lebih Murah?

Sistem Pembayaran Play Store Berubah, Apakah Harga Langganan Digital Bisa Lebih Murah?

07/07/2026 09:55
Tiga Bandar Narkoba di Lampung Tengah Merupakan Jaringan Riau

Tiga Bandar Narkoba di Lampung Tengah Merupakan Jaringan Riau

12/02/2023 09:43
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Mencapai Ketinggian 1,5 Kilometer

Status Siaga! Waspadai Aktivitas Gunung Anak Krakatau

09/06/2023 13:32
Vatikan Janji Ungkap Pesta Seks di Katedral Inggris

Vatikan Janji Ungkap Pesta Seks di Katedral Inggris

30/01/2023 21:18
Cara Mendapatkan Tanaman Fusion Rahasia di Plants vs Zombies Fusion 2.2

Cara Mendapatkan Tanaman Fusion Rahasia di Plants vs Zombies Fusion 2.2

15/08/2025 15:00
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist