SUMA.ID – Sitha Marino mengaku gugup saat beradu akting dengan Meriam Bellina di film Keluarga Suami adalah Hama. Simak cerita lengkap tantangan akting, pengalaman syuting, dan peran barunya di film terbaru Anggy Umbara.
Sitha Marino Keluarga Suami adalah Hama: Gugup hingga Gemetar Saat Beradu Akting dengan Meriam Bellina
Aktris muda Sitha Marino membagikan pengalaman menarik sekaligus menegangkan saat membintangi film terbaru berjudul Keluarga Suami adalah Hama. Dalam film garapan sutradara Anggy Umbara tersebut, Sitha harus beradu akting dengan aktris senior legendaris Meriam Bellina.
Pengalaman itu ternyata menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Sitha selama proses syuting. Ia mengaku sempat merasa takut dan gugup saat pertama kali menjalani adegan bersama Meriam Bellina. Bahkan, rasa tegang itu membuat tubuhnya gemetar ketika kamera mulai merekam adegan mereka.
Sitha Marino Keluarga Suami adalah Hama Jadi Pengalaman Menegangkan
Dalam wawancara promosi film, Sitha Marino mengungkapkan bahwa dirinya memang sudah lama mengagumi sosok Meriam Bellina. Ia sering melihat aktris senior tersebut memerankan karakter antagonis yang kuat dan penuh emosi di berbagai film maupun sinetron Indonesia.
Karena kekagumannya itu, Sitha merasa terintimidasi ketika harus berada dalam satu adegan bersama idolanya sendiri. Ia membayangkan sosok Meriam Bellina akan sama “galak”-nya seperti karakter yang sering dimainkan di layar kaca.
Rasa gugup tersebut muncul terutama pada hari-hari awal syuting. Sitha mengaku sulit menyembunyikan rasa tegangnya karena merasa sedang berhadapan dengan salah satu aktris terbaik di industri perfilman Indonesia.
Namun, semua ketakutan itu perlahan hilang setelah ia mengenal sosok Meriam Bellina lebih dekat di lokasi syuting.
Sosok Hangat Meriam Bellina di Balik Karakter Tegas
Berbeda dari karakter yang sering dimainkan di layar, Meriam Bellina ternyata dikenal sebagai pribadi yang hangat dan penuh perhatian kepada lawan mainnya. Sitha Marino mengungkapkan bahwa sang senior justru memberikan dukungan moral ketika melihat dirinya gugup.
Menurut Sitha, Meriam Bellina memiliki sifat keibuan dan sangat ramah kepada para pemain lain. Kehangatan itu membuat suasana syuting menjadi lebih nyaman dan membantu dirinya membangun rasa percaya diri saat berakting.
Sitha juga mengenang momen ketika Meriam mencoba menenangkan dirinya sebelum pengambilan adegan dimulai. Dukungan sederhana tersebut ternyata sangat berarti dan membantu Sitha tampil lebih lepas di depan kamera.
Pengalaman itu membuat Sitha semakin menghormati Meriam Bellina, bukan hanya sebagai aktris senior, tetapi juga sebagai sosok mentor yang mampu memberikan energi positif kepada rekan kerja yang lebih muda.
Keluar dari Zona Nyaman dalam Dunia Akting
Selain tantangan beradu akting dengan aktor senior, film Keluarga Suami adalah Hama juga menjadi proyek penting bagi Sitha Marino karena memaksanya keluar dari zona nyaman.
Selama ini, Sitha lebih sering mendapatkan karakter protagonis atau tokoh yang tersakiti dalam sebuah cerita. Namun kali ini, ia harus memainkan karakter dengan sifat yang lebih menyebalkan dan memancing emosi penonton.
Perubahan karakter tersebut membuatnya harus mengeksplorasi gaya akting yang berbeda dari proyek-proyek sebelumnya. Ia mengaku sempat bingung menentukan cara terbaik untuk membawakan peran tersebut agar terasa natural dan tetap kuat secara emosional.
Meski penuh tantangan, Sitha justru merasa senang karena mendapatkan kesempatan untuk berkembang sebagai aktris. Ia menilai proyek ini memiliki cerita yang menarik dan dekat dengan realita kehidupan rumah tangga banyak orang.
Menurutnya, judul film ini juga memiliki pesan sosial yang cukup kuat karena mengangkat konflik dalam hubungan keluarga setelah pernikahan.
Sinopsis Film Keluarga Suami adalah Hama
Film Keluarga Suami adalah Hama dijadwalkan tayang di bioskop mulai 21 Mei 2026. Ceritanya berfokus pada tokoh Intan yang harus menghadapi berbagai konflik setelah tinggal bersama keluarga sang suami, Damar.
Kehidupan rumah tangga yang awalnya terlihat normal berubah menjadi penuh tekanan karena campur tangan keluarga dan berbagai tuntutan yang muncul setiap hari. Konflik tersebut kemudian berkembang menjadi drama keluarga yang emosional dan relatable bagi banyak pasangan muda.
Dengan sentuhan khas sutradara Anggy Umbara, film ini diperkirakan akan menghadirkan kombinasi drama, emosi, dan ketegangan yang mampu membuat penonton terbawa suasana.
Kehadiran Sitha Marino dan Meriam Bellina dalam satu proyek juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta film Indonesia. Banyak penonton penasaran melihat chemistry keduanya di layar lebar, terutama setelah pengakuan Sitha tentang rasa gugupnya saat syuting.
Film ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa Sitha Marino terus berkembang dan berani mengambil tantangan baru dalam perjalanan kariernya di dunia hiburan Tanah Air.












