Thursday, May 7, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE TEKNOLOGI

Kawah Meteorit Laos Terungkap: Misteri Tumbukan Raksasa 800 Ribu Tahun Akhirnya Terpecahkan

cecil Editor cecil
07/05/2026 13:06
in TEKNOLOGI
A A
Kawah Meteorit Laos Terungkap: Misteri Tumbukan Raksasa 800 Ribu Tahun Akhirnya Terpecahkan

Ilustrasi teknis sebuah asteroid besar berukuran sekitar 2 kilometer yang mendekati atmosfer Bumi. Meteorit jenis ini diperkirakan menjadi penyebab terbentuknya kawah raksasa di Laos sekitar 790.000 tahun lalu.(NASA)

Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID – Kawah Meteorit Laos akhirnya ditemukan setelah menjadi misteri selama hampir 800 ribu tahun. Peneliti mengungkap kawah raksasa tersembunyi di bawah lava vulkanik di Dataran Tinggi Bolaven, Laos.

Kawah Meteorit Laos Akhirnya Terungkap Setelah Menjadi Misteri 800 Ribu Tahun

Selama hampir satu abad, para ilmuwan di seluruh dunia mencoba memecahkan misteri besar mengenai asal-usul sebaran tektit atau batuan kaca hitam yang ditemukan di berbagai wilayah bumi. Kini, misteri tersebut akhirnya menemukan titik terang setelah para peneliti berhasil mengidentifikasi Kawah Meteorit Laos yang tersembunyi di bawah lapisan lava vulkanik purba di wilayah selatan Laos.

Penemuan ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam dunia geologi modern. Kawah raksasa tersebut diyakini sebagai pusat tumbukan meteorit dahsyat yang terjadi sekitar 790 ribu tahun lalu. Dampaknya begitu besar hingga material dari tumbukan itu tersebar ke berbagai wilayah, mulai dari Asia Tenggara hingga Australia bahkan Afrika.

BacaJuga

Program Citizen Science NASA Buka Peluang Relawan Jadi Penulis Jurnal Ilmiah

Lebih dari 650 Relawan NASA Jadi Penulis Jurnal Ilmiah Melalui Program Citizen Science

Myst dan Riven Remake Resmi Rilis 19 Mei 2026 di PS5 dan Xbox Series

Vivo X300 Ultra Indonesia: Spesifikasi Lengkap, Fitur Videografi ZEISS, dan Perkiraan Harga

Jejak Tektit Membawa Ilmuwan ke Laos

Penelitian mengenai tumbukan meteorit ini bermula dari penemuan tektit, yaitu batuan kaca hitam yang terbentuk akibat suhu dan tekanan ekstrem saat meteorit menghantam permukaan bumi. Tektit telah ditemukan di banyak wilayah dunia, terutama di kawasan Indochina yang meliputi Laos, Thailand, Vietnam, dan Kamboja.

Selama bertahun-tahun, ilmuwan percaya bahwa pusat tumbukan berada di kawasan Asia Tenggara karena konsentrasi tektit paling besar ditemukan di wilayah tersebut. Namun, anehnya tidak ada kawah besar yang terlihat di permukaan bumi maupun melalui citra satelit.

Kondisi inilah yang membuat keberadaan kawah menjadi teka-teki besar dalam dunia geologi. Banyak peneliti menduga kawah tersebut telah tertutup oleh proses alam, tetapi belum ada bukti kuat yang bisa memastikan lokasinya.

Penemuan Kawah Meteorit Laos di Bawah Lava Vulkanik

Tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Kerry Sieh dari Earth Observatory of Singapore akhirnya berhasil menemukan lokasi yang diduga kuat sebagai pusat tumbukan meteorit tersebut. Hasil penelitian mereka dipublikasikan dalam jurnal ilmiah ternama Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Menurut penelitian tersebut, kawah raksasa itu tersembunyi di bawah Dataran Tinggi Bolaven, Laos bagian selatan. Kawah diperkirakan memiliki diameter sekitar 17 kilometer dan tertutup lapisan lava basalt yang sangat tebal akibat aktivitas vulkanik purba.

Lapisan lava inilah yang selama ini membuat kawah sulit ditemukan. Selain tertutup material vulkanik, wilayah tersebut juga dipenuhi hutan lebat sehingga observasi langsung menjadi sangat terbatas.

Analisis Gravitasi Jadi Kunci Penemuan

Karena kawah tidak terlihat secara visual, para peneliti menggunakan metode pemetaan gravitasi bawah tanah. Teknik ini memungkinkan ilmuwan mendeteksi struktur tersembunyi berdasarkan perbedaan kepadatan material di bawah permukaan bumi.

Hasil analisis menunjukkan adanya anomali gravitasi berbentuk elips dengan ukuran sekitar 13 x 17 kilometer di bawah Dataran Tinggi Bolaven. Struktur tersebut dianggap sebagai indikasi kuat keberadaan kawah tumbukan besar.

Anomali gravitasi itu menunjukkan adanya material yang lebih ringan dan kurang padat dibandingkan batuan di sekitarnya. Kondisi tersebut sesuai dengan karakteristik kawah meteorit yang biasanya terisi puing-puing hasil hantaman sebelum akhirnya tertutup oleh endapan lava.

Selain itu, para ilmuwan juga menemukan batuan pasir dan breksi yang diduga terlontar akibat ledakan besar dari tumbukan meteorit. Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa lokasi tersebut memang merupakan pusat tumbukan purba.

Dampak Dahsyat Tumbukan Meteorit 790 Ribu Tahun Lalu

Berdasarkan hasil penelitian, meteorit yang menghantam bumi diperkirakan memiliki diameter sekitar 2 kilometer. Saat memasuki atmosfer dan menghantam permukaan bumi, energi yang dihasilkan sangat luar biasa.

Ledakan dari tumbukan tersebut diperkirakan mampu melontarkan material bumi hingga keluar atmosfer. Material panas itu kemudian jatuh kembali ke bumi dan membentuk tektit yang tersebar di berbagai wilayah dunia.

Sebaran tektit dari peristiwa ini ditemukan hingga Australia dan sebagian Afrika. Hal tersebut menunjukkan betapa dahsyatnya dampak tumbukan meteorit tersebut terhadap lingkungan bumi pada masa itu.

Para ilmuwan juga menyebut peristiwa ini sebagai salah satu tumbukan terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah manusia purba. Meski tidak menyebabkan kepunahan massal seperti asteroid pemusnah dinosaurus, dampaknya tetap sangat besar terhadap kondisi lingkungan global saat itu.

Penelitian Lanjutan Masih Akan Dilakukan

Walaupun bukti yang ditemukan sudah sangat kuat, para peneliti masih ingin memastikan struktur kawah tersebut melalui pengeboran langsung. Mereka berencana menembus lapisan lava hingga ratusan meter untuk mengambil sampel batuan dari dasar kawah.

Tujuan utama penelitian lanjutan ini adalah mencari bukti shocked metamorphism, yaitu perubahan struktur kristal batuan akibat tekanan ekstrem dari tumbukan meteorit. Bukti tersebut akan menjadi konfirmasi akhir bahwa struktur di bawah Dataran Tinggi Bolaven benar-benar merupakan kawah meteorit purba.

Jika pengeboran berhasil dilakukan, penemuan ini dipastikan akan menjadi salah satu tonggak penting dalam dunia geologi dan astronomi. Selain menjawab misteri panjang mengenai asal-usul tektit, penelitian ini juga membantu ilmuwan memahami sejarah tumbukan benda langit di bumi secara lebih mendalam.

 

Posting Sebelumnya

Reza Rahadian Ungkap Ketertarikan pada Film Bertema Sosial di Semua Akan Baik-Baik Saja

Posting berikutnya

Sabar/Reza Tembus Peringkat 7 Dunia BWF Usai Thomas Cup 2026, Jadi Harapan Baru Indonesia

cecil

cecil

BeritaTerkait

Geisha Rilis Single Geram, Lagu Emosional tentang Pengkhianatan dan Luka Mendalam

Geisha Rilis Single Geram, Lagu Emosional tentang Pengkhianatan dan Luka Mendalam

07/05/2026 13:43
Program Citizen Science NASA Buka Peluang Relawan Jadi Penulis Jurnal Ilmiah

Program Citizen Science NASA Buka Peluang Relawan Jadi Penulis Jurnal Ilmiah

07/05/2026 13:33
Sabar/Reza Tembus Peringkat 7 Dunia BWF Usai Thomas Cup 2026, Jadi Harapan Baru Indonesia

Sabar/Reza Tembus Peringkat 7 Dunia BWF Usai Thomas Cup 2026, Jadi Harapan Baru Indonesia

07/05/2026 13:15
Reza Rahadian Ungkap Ketertarikan pada Film Bertema Sosial di Semua Akan Baik-Baik Saja

Reza Rahadian Ungkap Ketertarikan pada Film Bertema Sosial di Semua Akan Baik-Baik Saja

07/05/2026 11:46
Lebih dari 650 Relawan NASA Jadi Penulis Jurnal Ilmiah Melalui Program Citizen Science

Lebih dari 650 Relawan NASA Jadi Penulis Jurnal Ilmiah Melalui Program Citizen Science

07/05/2026 11:43
Posting berikutnya
Sabar/Reza Tembus Peringkat 7 Dunia BWF Usai Thomas Cup 2026, Jadi Harapan Baru Indonesia

Sabar/Reza Tembus Peringkat 7 Dunia BWF Usai Thomas Cup 2026, Jadi Harapan Baru Indonesia

Program Citizen Science NASA Buka Peluang Relawan Jadi Penulis Jurnal Ilmiah

Program Citizen Science NASA Buka Peluang Relawan Jadi Penulis Jurnal Ilmiah

Geisha Rilis Single Geram, Lagu Emosional tentang Pengkhianatan dan Luka Mendalam

Geisha Rilis Single Geram, Lagu Emosional tentang Pengkhianatan dan Luka Mendalam

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Sumsel Kembangkan Pariwisata Religi

Sumsel Kembangkan Pariwisata Religi

15/10/2021 15:25
Jumpbound: Petualangan Platformer First-Person yang Menantang Segera Hadir di Steam

Jumpbound: Petualangan Platformer First-Person yang Menantang Segera Hadir di Steam

02/10/2025 17:00
Harhubnas 2025: Pelindo Panjang Dorong Logistik Maritim dan Keselamatan Pelayaran di Lampung

Harhubnas 2025: Pelindo Panjang Dorong Logistik Maritim dan Keselamatan Pelayaran di Lampung

05/10/2025 11:00
Banjir Rendam 3 Kecamatan di Kota Sungai Penuh

Ratusan Rumah di 5 Kampung Pesisir Selatan Masih Terendam Banjir

22/12/2021 16:29
Meta Melangkah ke Era Baru dengan Tim Superintelligence untuk Kembangkan AGI

Meta Melangkah ke Era Baru dengan Tim Superintelligence untuk Kembangkan AGI

24/09/2025 14:00
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist