SUMA.ID -Para penggemar komedi Indonesia kembali dimanjakan dengan kembalinya grup Agak Laen melalui film terbarunya, Agak Laen: Menyala Pantiku. Produksi dari Imajinari ini dijadwalkan rilis di bioskop nasional pada 27 November 2025. Berbeda dari film pendahulunya yang sukses meraup lebih dari sembilan juta tiket, karya ini menyajikan narasi orisinal dengan tokoh dan latar belakang yang segar, meskipun masih dibintangi oleh Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga.
Sutradara dan Tim Produksi
Muhadkly Acho sekali lagi mengarahkan film ini, sementara Ernest Prakasa dan Dipa Andika bertindak sebagai produser. Kolaborasi ini diharapkan membawa angin segar ke genre komedi Tanah Air.
Sinopsis dan Trailer Resmi
Dalam trailer yang telah diluncurkan, keempat komedian Agak Laen berperan sebagai detektif yang sedang menghadapi ancaman karir. Mereka dipaksa berkolaborasi untuk memecahkan misteri kejahatan skala besar, di mana petunjuknya tersembunyi di sebuah rumah jompo. Elemen humor muncul dari kontras antara suasana tenang dan melankolis rumah jompo dengan aksi pengejaran pelaku kejahatan yang penuh kekacauan.
Sutradara Muhadkly Acho menjelaskan pilihan latar ini saat konferensi pers trailer di XXI Plaza Senayan pada 8 Agustus 2025. Ia menyebut bahwa rumah jompo, yang biasanya dianggap sebagai tempat hening dan sedih, justru diubah menjadi arena petualangan yang hidup dan penuh tawa. “Kami ingin menciptakan kelucuan dari benturan situasi ini, menghadirkan sesuatu yang baru karena jarang ada film komedi yang menggunakan rumah jompo sebagai setting utama,” katanya.
Ia menambahkan bahwa ide mengejar buronan di lokasi tak terduga seperti rumah jompo menjadi daya tarik utama. “Biasanya, pengejaran seperti ini terjadi di klub malam atau tempat ramai lainnya, tapi kami pilih yang unik agar cerita lebih menonjol.”
Pemeran Pendukung dan Tantangan Kreatif
Film Agak Laen: Menyala Pantiku diperkaya dengan kehadiran aktor senior seperti Jarwo Kwat dan Chew Kin Wah dari Malaysia. Ernest Prakasa mengungkapkan bahwa kesuksesan film pertama membuat tim lebih hati-hati dalam merancang cerita baru. Setelah diskusi panjang, mereka memilih tema investigasi di rumah jompo untuk memberikan nuansa berbeda.
Dipa Andika menekankan komitmen Imajinari untuk inovasi, baik dari segi latar maupun pengembangan karakter. Tujuannya adalah memberikan pengalaman hiburan baru bagi penonton tanpa meninggalkan esensi komedi khas Agak Laen.
Harapan dan Dampak di Industri Film
Dengan elemen segar ini, Agak Laen: Menyala Pantiku diantisipasi bisa menyamai atau bahkan melampaui prestasi film sebelumnya. Film ini tidak hanya menjanjikan tawa lepas tapi juga kontribusi unik bagi perkembangan komedi Indonesia.
Baca Juga:
- Klarifikasi Ernest Prakasa soal Adaptasi Film Agak Laen ke Versi Korea
- Daftar Film Komedi Indonesia Terlaris Sepanjang Masa















