Suma.id: Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan jika perlu adanya percepatan konektivitas antarprovinsi di daerah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) agar dapat terbentuk aglomerasi.
Hal tersebut dijelaskan Arinal dalam Seminar Nasional Jilid 4 yang diadakan oleh Masyarakat Profesional Sumatera Bagian Selatan (Maspro Sumbagsel) yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Novotel.
Kegiatan Seminar Nasional ini merupakan seminar lanjutan dan mengusung tema Komitmen Dulur Kito dalam Mendukung Ketahanan Pangan melalui Optimalisasi Keberadaan Ekosistem BUMN – Bersinergi dengan Program Kartu Petani Berjaya Pemprov Lampung Guna Semakin Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Lampung.
“Percepatan pembangunan di wilayah Sumbagsel sangat dibutuhkan dan sama-sama saling mendorong untuk membangun ekonomi, pembangunan infrastruktur termasuk soal konektivitas perlu kita percepat agar terbentuk aglomerasi Sumbagsel,” ucapnya, Jumat, 5 Agustus 2022.
Menurutnya, menyongsong Indonesia Emas 2045, Indonesia diprediksi akan menjadi salah satu negara 5 terbesar ekonomi dunia. Indonesia akan menjadi sebuah kekuatan ekonomi.
“Oleh karena itu penting harus mempunyai roadmap hilirisasi Sumber Daya Alam sendiri dan ketahanan pangan secara nasional khusus di wilayah Sumatera Bagian Selatan,” lanjutnya.
Terkait hal itu, Pemerintah Provinsi Lampung telah menjalin hubungan dengan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Kepulauan Riau.
Gubernur Arinal berharap dengan kerja sama tersebut, Lampung bisa memberikan kontribusi di bidang pangan kepada provinsi lainnya di Indonesia. Sebab dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia diperlukan sinergi antara Pemprov Lampung dengan BUMN melalui berbagai program pembangunan.
“Untuk mendukung komitmen ketahanan pangan dilaksanakan melalui optimalisasi keberadaan ekosistem BUMN – Bersinergi dengan Program Kartu Petani Berjaya Pemprov Lampung guna semakin meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Seluruh Kabupaten/Kota Provinsi Lampung,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) mengtakan tantangan disrupsi global yang berdampak pada kedaulatan pangan nasional.
“Kami mencoba menangani hal tersebut dengan membawa 3 program yang pertama bagaimana bisa membangun ekosistem pertanian, kedua membangun permodalan, dan yang terakhir yaitu PNM Makmur Sebagai ekosistem pangan terintegrasi untuk peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani” jelas Erick Thohir.















