Thursday, June 4, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE KESEHATAN

Bahaya Ultra-Processed Food Menurut Kevin Hall: Penyebab Overeating hingga Risiko Obesitas

Bahaya Ultra-Processed Food dan Dampaknya bagi Kesehatan

cecil Editor cecil
04/06/2026 14:37
in KESEHATAN
A A
Bahaya Ultra-Processed Food Menurut Kevin Hall: Penyebab Overeating hingga Risiko Obesitas

Ilustrasi.(Magnific)

Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID – Kevin Hall menjadi salah satu tokoh yang paling banyak dibicarakan dalam dunia nutrisi setelah penelitiannya tentang Ultra-Processed Food menarik perhatian global.

Beberapa tahun lalu, istilah makanan ultra-proses belum terlalu dikenal masyarakat luas. Namun kini, topik tersebut menjadi sorotan karena dikaitkan dengan meningkatnya kasus obesitas, diabetes tipe 2, hingga pola makan berlebihan.

Dalam penelitiannya, Kevin Hall menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan ultra-proses cenderung makan sekitar 500 kalori lebih banyak setiap hari dibandingkan mereka yang mengonsumsi makanan alami.

BacaJuga

Kanker Limfoma: Penyakit Serius yang Gejalanya Sering Disangka Masuk Angin

Demensia Lansia RI 36 Persen Terindikasi Gangguan Kognitif di Indonesia

Kanker Usus Besar: Penyebab, Faktor Risiko, dan Gejala yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Kenyamanan Belajar Jadi Kunci Kesehatan Fisik dan Mental Siswa di Era Pendidikan Modern

Temuan ini mengubah cara pandang banyak ahli kesehatan. Selama ini, masyarakat lebih fokus pada kandungan gula, garam, dan lemak. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa tingkat pemrosesan makanan juga memiliki dampak besar terhadap kesehatan tubuh.

Bahaya Ultra-Processed Food Menurut Kevin Hall

Kevin Hall menjelaskan bahwa masalah utama bukan hanya pada kurangnya olahraga atau lemahnya kontrol diri seseorang.

Menurutnya, lingkungan pangan modern saat ini justru mendorong masyarakat untuk mengonsumsi makanan berkalori tinggi secara berlebihan.

Dalam sistem pangan modern, berbagai bahan pangan diproduksi secara massal dan kemudian diolah menjadi makanan ultra-proses yang murah, praktis, dan tahan lama.

Produk-produk tersebut biasanya dibuat menggunakan bahan seperti:

  • Sirup jagung tinggi fruktosa
  • Karbohidrat olahan
  • Lemak tambahan
  • Penguat rasa dan tekstur

Kombinasi ini membuat makanan menjadi sangat menarik bagi otak sehingga sulit dihentikan konsumsinya.

Mengapa Ultra-Processed Food Membuat Orang Makan Berlebihan?

Salah satu poin penting dalam penelitian tentang Ultra-Processed Food adalah bagaimana makanan ini memengaruhi cara tubuh merespons rasa lapar dan kenyang.

Kevin Hall menemukan dua faktor utama yang menyebabkan overeating.

1. Kepadatan Energi yang Tinggi

Makanan ultra-proses biasanya kehilangan banyak kandungan air selama proses produksi agar lebih tahan lama.

Akibatnya, kalori menjadi lebih padat dalam jumlah kecil makanan.

Artinya, seseorang bisa mengonsumsi banyak kalori hanya dalam beberapa gigitan tanpa merasa terlalu kenyang.

2. Sifat Hyper-Palatable

Makanan ultra-proses dirancang agar terasa sangat nikmat melalui kombinasi tertentu seperti:

  • Lemak dan gula
  • Lemak dan garam
  • Karbohidrat dan garam

Kombinasi tersebut memicu sistem penghargaan di otak yang membuat seseorang ingin terus makan.

Selain itu, tekstur makanan ultra-proses biasanya lebih lembut sehingga lebih cepat dikonsumsi. Tubuh akhirnya terlambat mengirim sinyal kenyang ke otak.

Inilah yang membuat banyak orang makan berlebihan tanpa sadar.

Bahaya Ultra-Processed Food dan Risiko Penyakit Kronis

Konsumsi berlebihan Ultra-Processed Food kini dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Obesitas
  • Diabetes tipe 2
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit jantung
  • Gangguan metabolisme

Karena sifatnya yang tinggi kalori namun rendah nutrisi alami, makanan ultra-proses sering membuat tubuh mendapatkan energi berlebih tetapi kekurangan zat gizi penting.

Dalam jangka panjang, pola makan seperti ini dapat mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh.

Apakah Semua Ultra-Processed Food Berbahaya?

Menariknya, Kevin Hall tidak sepenuhnya melarang konsumsi makanan ultra-proses.

Ia menjelaskan bahwa tidak semua produk dalam kategori ini otomatis buruk untuk kesehatan.

Beberapa makanan ultra-proses masih bisa menjadi pilihan yang lebih praktis dan tetap memiliki kandungan nutrisi yang baik, selama dikonsumsi secara bijak.

Contohnya seperti:

  • Saus rendah gula dan natrium
  • Produk gandum utuh tertentu
  • Makanan siap masak dengan komposisi sehat

Menurut Hall, masyarakat sebaiknya tidak hanya fokus pada label “ultra-proses”, tetapi juga memperhatikan kualitas nutrisi secara keseluruhan.

Cara Mengurangi Bahaya Ultra-Processed Food

Untuk menjaga kesehatan tubuh, Kevin Hall menyarankan kembali pada pola makan sederhana yang sudah lama direkomendasikan ahli gizi.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

Perbanyak Konsumsi Makanan Alami

Buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan makanan segar tetap menjadi pilihan terbaik untuk kesehatan jangka panjang.

Kurangi Gula dan Karbohidrat Olahan

Membatasi minuman manis dan makanan tinggi gula dapat membantu mengurangi risiko obesitas dan diabetes.

Gunakan Ultra-Processed Food Secukupnya

Makanan ultra-proses sebaiknya hanya menjadi pelengkap, bukan sumber utama nutrisi sehari-hari.

Kesimpulan

Bahaya Ultra-Processed Food kini menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan modern. Penelitian Kevin Hall menunjukkan bahwa makanan ultra-proses dapat memicu makan berlebihan, obesitas, hingga berbagai penyakit kronis.

Meski tidak semua makanan ultra-proses harus dihindari sepenuhnya, pola makan berbasis makanan alami tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Memahami cara kerja makanan ultra-proses dapat membantu masyarakat lebih bijak dalam memilih pola makan yang sehat dan seimbang.

Tags: BahayaUltraProcessedFoodHealthyLifestyleKevinHallMakananSehatPolaHidupSehat
Posting Sebelumnya

Kanker Limfoma: Penyakit Serius yang Gejalanya Sering Disangka Masuk Angin

cecil

cecil

BeritaTerkait

Waspadai Hantavirus: Pentingnya Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Kebersihan Lingkungan

Waspadai Hantavirus: Pentingnya Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Kebersihan Lingkungan

26/05/2026 09:29
Konsumsi Anggur Rutin Terbukti Bantu Lindungi Kulit dari Efek Buruk Sinar UV

Konsumsi Anggur Rutin Terbukti Bantu Lindungi Kulit dari Efek Buruk Sinar UV

23/05/2026 14:14
Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh di Musim Pancaroba agar Tetap Sehat dan Bugar

Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh di Musim Pancaroba agar Tetap Sehat dan Bugar

18/05/2026 11:35
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Jusuf Kalla Resmikan Dua Juta Vaksin Indonesia Sehat

Jusuf Kalla Resmikan Dua Juta Vaksin Indonesia Sehat

09/10/2021 13:43
Pemerintah Putuskan Batalkan Kenaikan Tarif masuk Candi Borobudur

Pemerintah Putuskan Batalkan Kenaikan Tarif masuk Candi Borobudur

14/06/2022 14:37
Kerajinan Tas Limbah Plastik Raup Omzet Puluhan Juta

Kerajinan Tas Limbah Plastik Raup Omzet Puluhan Juta

12/05/2021 15:28
Kebebasan Pers Kian Luas di Era Konvergensi

Kebebasan Pers Kian Luas di Era Konvergensi

22/09/2021 21:13
Gubernur Riau Minta Tak Ada Pungli dalam PPDB

Ombudsman Kepri Sebut Tak Ada Pungli dalam PPDB

12/07/2022 10:54
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist