SUMA.ID – Katarak pada bayi merupakan kondisi serius yang tidak boleh dianggap sepele karena dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen jika tidak segera ditangani. Dokter spesialis mata sekaligus Kepala Divisi Riset dan Pendidikan JEC Group, Nina Asrini Noor, menegaskan bahwa penanganan katarak pada bayi harus dilakukan secepat mungkin, bahkan sejak usia beberapa minggu setelah lahir jika sudah ada indikasi medis.
Menurutnya, keterlambatan penanganan dapat berdampak besar pada masa depan penglihatan anak serta mengganggu proses tumbuh kembang mereka secara keseluruhan.
Katarak pada Bayi Harus Segera Ditangani Sejak Usia Dini
Dalam penjelasannya, Nina Asrini Noor menekankan bahwa katarak pada bayi tidak bisa ditunda penanganannya. Bahkan, dalam beberapa kasus, operasi harus dilakukan meskipun usia bayi masih sangat dini, seperti satu hingga dua bulan.
Ia menjelaskan bahwa jika kondisi katarak sudah terdeteksi dan memenuhi indikasi medis, maka tindakan operasi harus segera dilakukan tanpa menunggu perkembangan usia anak lebih lanjut.
Penundaan penanganan justru dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sistem penglihatan, karena mata bayi tidak mendapatkan stimulasi visual yang cukup selama masa perkembangan awal.
Penyebab Katarak pada Bayi dan Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
Katarak pada bayi umumnya berkaitan dengan faktor genetik yang menyebabkan perkembangan lensa mata tidak berjalan normal sejak dalam kandungan. Akibatnya, lensa mata menjadi keruh dan mengganggu kemampuan bayi untuk melihat dengan jelas.
Namun, faktor genetik yang dimaksud tidak selalu berasal dari orang tua secara langsung. Kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor selama kehamilan, termasuk kesehatan ibu, asupan nutrisi, hingga kondisi lingkungan.
Menurut Nina, katarak pada anak atau bayi dapat terjadi secara sporadis, artinya bisa muncul tanpa riwayat keluarga yang jelas.
Hal ini membuat deteksi dini menjadi sangat penting agar kondisi dapat segera ditangani sebelum berdampak lebih jauh pada perkembangan penglihatan anak.
Bahaya Jika Katarak pada Bayi Tidak Segera Dioperasi
Jika katarak pada bayi tidak segera ditangani, dampaknya bisa sangat serius. Salah satu risiko terbesar adalah kondisi di mana bayi tidak pernah mendapatkan pengalaman melihat sejak awal kehidupan mereka.
Ketika lensa mata tertutup katarak sejak lahir, otak tidak mendapatkan stimulasi visual yang dibutuhkan untuk membentuk kemampuan penglihatan yang normal.
Akibatnya, meskipun katarak diangkat di kemudian hari, kemampuan melihat anak bisa saja tidak kembali normal seperti anak pada umumnya.
Inilah alasan mengapa penanganan katarak pada bayi tidak boleh ditunda sedikit pun.
Pentingnya Operasi Dini untuk Mencegah Gangguan Permanen
Dalam dunia medis, prinsip penanganan katarak pada bayi adalah mengangkat lensa mata yang keruh secepat mungkin ketika kondisi sudah terdiagnosis.
Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan kepada mata dan otak bayi agar dapat berkembang secara normal melalui stimulasi visual sejak dini.
Dokter menegaskan bahwa pada kasus katarak anak, prioritas utama bukan menunggu kondisi membaik, melainkan segera melakukan tindakan medis agar tidak terjadi kerusakan permanen.
Penanganan yang cepat akan meningkatkan peluang anak untuk memiliki penglihatan yang lebih baik di masa depan.
Dampak Katarak pada Bayi terhadap Tumbuh Kembang Anak
Katarak pada bayi tidak hanya berdampak pada penglihatan, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan secara keseluruhan. Penglihatan merupakan salah satu indra utama yang membantu bayi belajar mengenali lingkungan, wajah, dan objek di sekitarnya.
Jika penglihatan terganggu sejak dini, maka proses belajar dan perkembangan motorik anak juga bisa terhambat.
Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan cepat menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas hidup anak di masa depan.
Kesimpulan
Katarak pada bayi adalah kondisi medis serius yang membutuhkan penanganan segera untuk mencegah gangguan penglihatan permanen. Menurut dokter spesialis mata JEC Group, operasi dini sangat penting dilakukan bahkan pada usia bayi yang masih sangat kecil jika sudah ada indikasi medis.
Faktor genetik dan kondisi selama kehamilan dapat menjadi pemicu terjadinya katarak pada anak, sehingga deteksi dini sangat diperlukan. Jika tidak ditangani dengan cepat, katarak dapat menghambat perkembangan penglihatan dan tumbuh kembang anak secara keseluruhan.
Dengan penanganan yang tepat waktu, peluang anak untuk memiliki penglihatan yang normal di masa depan akan jauh lebih besar.







